Anggaran Tahun 2019 dan Sudah Siap Perawat Bertugas

Camat Nyuatan, Lukas, menandatangani prasasti peresmian Pusat Kesehatan Masyarakat Kampung Terajuk pada Selasa, 2 Juni 2020. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

NYUATAN – KABARKUBAR.COM
Sejak resmi menjadi sebuah kampung (sebutan desa) pada tahun 2000, Terajuk belum memiliki sarana kesehatan di wilayahnya. Sejak masih dusun Kampung Temula di Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai, hingga masuk wilayah Kecamatan Nyuatan di Kabupaten Kutai Barat. Selasa, 2 Juni 2020 pagi, satu bangunan diresmikan sebagai Pusat Kesehatan Masyarakat Kampung. Camat Nyuatan, Lukas, menandatangani prasasti peresmian.

“Kami bersyukur program kami bisa berjalan. Awalnya ada pesan seorang nenek, yang bilang sejak kampung ini ada, belum ada rumah sakit,” kata Kepala Kampung atau Petinggi Terajuk, Wiagara, saat Peresmian PKMK Terajuk yang berukuran 8 x 12 meter dan berdiri di atas lahan seluas 17 x 27 meter.



Menurut Wiagara, pembangunan PKMK bersumber dari Alokasi Dana Kampung tahun anggaran 2019 yang dikucurkan dari Pemerintah Kabupaten. Proses pembangunan didasari musyawarah kampung dan sejumlah kendala. Tahun 2017 sudah akan dibangun, tapi waktu itu tidak sempat dan terkendala pada lokasi pembangunan. Tahun 2018 diadakan musyawarah kampung bersama para tokoh, dan ada warga menyerahkan lahan untuk pembangunan PKMK. “Tahun 2019 baru bisa dibangun dan hari ini diresmikan,” jelasnya.

Wiagara menegaskan, PKMK itu jadi salah satu realisasi tanggung jawab pemerintah kampung. Sebagai tanggung jawab moral untuk dapat membantu kesulitan atau meringankan beban warga. Misalnya ada warga sakit, dan darurat, harus berobat setidaknya ke Kampung Temula atau ke PKM di Dempar yang jaraknya cukup jauh.

Peresmian PKM Kampung Terajuk hanya dihadiri sejumlah perwakilan muspika dan tokoh masyarakat setempat. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

“Petugasnya disini nanti kami harap menetap. Karena sudah disiapkan semua fasilitas, tempat tinggal dan tempat kerja berada satu atap. Tidak ada alasan jauh rumah dari tempat kerja,” katanya.

Dikatakan Kepala PKM Kecamatan Nyuatan, Yutipul, PKMK serupa dengan Poliklinik Desa atau Polindes. Jadi salah satu Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat milik kampung, dan berbeda dengan Puskesmas Pembantu milik pemerintah daerah. “Sudah ada Festilia Wulandari sebagai perawat akan bertugas disini. Ia ini masih ada darah atau keturunan Terajuk, sekarang tinggal di Kampung Tepulang,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.

Selubung nama PKM Kampung Terajuk dibuka oleh Camat Nyuata, Lukas, dan didampingi Petinggi Terajuk Wiagara, Ketua BPK Terajuk Aloysius Eo dan Kepala PKM Kecamatan Nyuatan Yutipul. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Sebagai aset kampung, PKMK Terajuk diminta bisa ditingkatkan kepemilikan dengan sertifikat. Sehingga menjadi milik pemerintah kampung dan pemerintah daerah. Karena fasilitas sudah lengkap, ia menegaskan tidak boleh ada alasan tidak betah.

Ia berharap pekan ini Festilia sudah menetap di PKMK Terajuk. “Kita cek dulu peralatan medisnya. Kita upayakan pekan depan sudah lengkap alat kesehatan, termometer, tensi meter dan timbangan badan. Alat kesehataan lainnya bisa bertahap,” kata Yutipul.



Camat Nyuatan, Lukas, mengaku tahu proses panjang penuh tantangan yang ditempuh untuk membangun PKMK Terajuk. Itu sebabnya, ia berpesan aset itu harus dijaga. Menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya oleh pimpinan PKM. “Tidak sim salabim, ada proses panjang penuh tantangan. Ini sudah impian, sejak lebih 20 tahun kampung ini ada. Tapi PKMK ini dibangun karena kepentingan masyarakat,” katanya.

Peresmian dihadiri Kasi Pendidikan dan Kesehatan Kecamatan Nyuatan, Lusius Karyudi dan Komandan Pos Ramil Nyuatan 0912-06 Damai, Pelda Setiono. Hadir juga Ketua Badan Perwakilan Kampung Terajuk Aloysius Eo, Kepala Adat Kampung Terajuk Rihai, Bhabinkantibmas Polsek Damai Briptu W Tri Utomo, dan Anggota Pos Ramil Nyuatan Sertu Samsuri. #Sonny Lee Hutagalung

Komentar Anda

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here