Yapan: “Tidak karena saya dulu kalah di sini, lalu berbeda ADK di Bangun Sari ini”

LINGGANG BIGUNG – KABARKUBAR.COM
Meski kalah di beberapa kampung dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Kutai Barat tahun 2015, FX Yapan mengaku tidak menjadikannya catatan penting. Saat memimpin Kubar bersama H Edyanto Arkan, seluruh kampung mendapat perlakuan yang sama. Besaran Alokasi Dana Kampung atau ADK dan sejumlah sumber pendapatan bagi kampung tidak dibedakan.

“Kalah menang adalah urusan kedua. Saya kasih ADK, tidak mengaitkan kekalahan di sini tahun 2015 lalu,” ujar Yapan Kampanye Dialogis Calon Bupati dan Wakil Bupati Kubar FX Yapan dan H Edyanto Arkan (Yakan). Acara digelar di Balai Pertemuan Umum Kampung Linggang Bangun Sari Kecamatan Linggang Bigung pada Jumat, 30 Oktober 2020.

Yapan mengatakan, awal terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kubar, ia mengakui sulit untuk menjangkau 190 kampung dan empat kelurahan di seluruh Kubar. Jika semua harus melalui pemerintah kabupaten, kemungkinan besar pembangunan akan lambat.

“Maka dengan persetujuan DPRD Kubar, saya dan pak Arkan menaikkan angka ADK. Tadinya hanya Rp150 juta tiap kampung, menjadi minimal Rp830 juta. Agar kampung bisa membangun sendiri,” katanya.



Ia mengaku telah melihat pembangunan  yang cukup signifikan dari dampak nilai ADK yang naik hingga 550 persen. Hal itu juga dibarengi kenaikan nilai honor aparat pemerintahan kampung, serta para pengurus lembaga di kampung.

“Gaji Petinggi dulunya Rp900 ribu perbulan menjadi Rp5,3 juta. Itu adalah uang rakyat, bukan uang saya. Tidak karena saya dulu kalah di sini, lalu berbeda ADK atau dana lainnya yang diberikan di Bangun Sari ini,” ungkap Yapan.

Sebagai satu-satunya pasangan calon petahana yang tidak pecah kongsi di Pilkada se-Kaltim, Yapan dan Arkan bertekad membangun Kubar lebih baik lagi. “Saya berharap tanggal 9 Desember 2020 nanti, warga Bangun Sari memilih saya dan Pak Arkan dengan mencoblos nomor urut 2,” pesannya.

Kampanye Dialogis dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Kampung Bangun Sari. Antara lain H Parto, Pak Jambang, Kasimo, Suyudin, serta beberapa tokoh wanita. Sedangkan dari Tim Kampanye Yakan menghadirkan lima juru kampanye yang dipandu oleh Roni Patinasrani.

Menurut Ekti Imanuel, berpolitik harus kemauan kita sendiri. Sebab berjuang itu susah, dan harus sampaikan visi dan misi yang dirancang sedemikian rupa. “Saat ini pilihan cuma satu, yang kita anggap mampu melanjutkan pembangunan. Yaitu bapak Yapan dan Arkan,” katanya.

Ekti yang juga Ketua DPC Partai Gerakan Indonesia Raya Kabupaten Kutai Barat, mengingatkan perlakuan Yapan kepada Bangun Sari. Yang tidak memperhitungkan kekalahannya di kampung yang biasa disebut Manyukng itu.

Sebagai tokoh pemuda kawasan Linggang, ia menegaskan agar tidak meragukan pengalaman Yapan. “Saya mohon, karena selama ini Bangun Sari ‘merah’ (pendukung PDI Perjuangan), tidak ada alasan tidak dukung beliau yang adalah Ketua DPC PDI Perjuangan Kubar. Tanggal 9 Desember 2020, bisa mencoblos Yakan, nomor urut 2,” tegas Ekti.

“Saya dari PDIP, beliau (Yapan) Ketua DPC PDIP Kubar. Tidak ada PDIP lain yang dipimpin pak Yapan. Beliau diusung dari pusat. Bangun Sari selama ini PDI. Inilah orang kita dan patut didukung. Ini yang sah, makanya saya ikut,” imbuh Yudi Hermawan, Politisi PDIP yang duduk di DPRD Kubar.

Ia menegaskan, kader PDIP wajib mendukung instruksi dari pusat. Sebab selama kepemimpinan di periode pertama, banyak telah dilaksanakan Yapan sebagai bupati. Pola membangun dari bawah atau dari daerah terkecil sudah dilakukan. Hal itu juga melanjutkan pembangunan yang telah dilaksanakan sebelumnya.

“Kita di daerah Linggang akan dapat lebih banyak pembangunan ke depannya. Untuk saat ini kita kompak, karena waktu lalu kita kalah. Pada 9 Desember akan datang kita pilih nomor 2, salam dua jari, kita pilih nomor 2,” ajak Yudi yang pernah menjabat Petinggi Kampung Linggang Melapeh.

Menurut Yansel selaku Politisi asal Partai Demokrat, sulit ditemukan sosok selain  Yapan yang mampu memimpin Kubar dengan baik. Pengalaman menjadi anggota DPRD Kutai pada tahun 1999, kemudian tiga periode menjabat Ketua DPRD Kubar. Lalu menjabat Bupati Kubar sekaligus Ketua DPC PDIP Kubar.

“Sudah matang pertimbangan Partai Demokrat memilih pak Yapan yang baik hati. Dulu kami sahkan ADK itu cuma Rp150 juta, sekarang Rp830 juta sampai Rp1,5 miliar. Inilah buah pemikiran beliau (Yapan),”

“Jangan beri kabupaten ini dengan yang coba-coba. Kita mau jadi ibukota negara, kalau pemimpinnya coba-coba, mau jadi apa?” tegas Yansel.

Ketua DPD Partai Nasdem Kubar, Agus Sopian, menyebut 10 partai politik yang memiliki 25 kursi di DPRD Kubar telah menyatakan dukungan kepada Yapan dan Arkan. Alasan memilih pasangan petahana ini sama. Karena tidak sembarangan memilih, tapi melihat hasil survei.

“Yakan rangking tertinggi sebagai bakal calon dan bakal jadi pemenang. Makanya semua parpol memilih Yakan. Bukan seperti kabar karena memborong parpol. Yapan punya segudang pengalaman di legislatif dan empat tahun ini pimpin pemerintahan,” jelasnya.

Wasis Setyo Budiono sebagai Tokoh Masyarakat Kubar dari etnis Jawa, mengajak  warga Bangun Sari untuk berpartisipasi dalam Pilkada. Ia meminta untuk memberikan suara di Tempat Pemungutan Suara.



“Jangan sampai ada yang golput. Manfaatkan kesempatan yang ada untuk memilih. Ayo kita dukung Yakan. Banyak prestasi yang sudah diperoleh. Selalu dapat WTP selama lima tahun berturut-turut,” ajak pria yang juga Ketua Ikatan Paguyuban Keluarga Tanah Jawi atau Ika Pakarti Kubar. #Sonny Lee Hutagalung

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here