Silvanus Ngampun: Tidak ada namanya siswa memukuli, melawan bahkan mengolok guru

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat, Silvanus Ngampun, mengingatkan para Kepala Sekolah, Guru dan Pengawas Sekolah untuk menerapkan hasil Bimbingan Teknis di sekolah masing-masing. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM

Selama empat hari, mulai Selasa 13/8/2019, sebanyak 25 Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah Tingkat SD/SMP di Kabupaten Kutai Barat mengikuti Bimbingan Teknis. Kegiatan ini bertujuan memperluas sasaran dan kemampuan implementasi Pengimbasan Program Penguatan Pendidikan Karakter. Yang terintegrasi dengan Satuan Pendidikan Aman Bencana.

Program yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini, sejalan dengan semangat untuk melindungi hak Kepala Sekolah dan Pengawas pada lingkungan sekolah. Kegiatan ini merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017, serta Peraturan Mendikbud tahun 2018 berkaitan dengan penguatan karakter di sekolah.



Tidak hanya di Kubar, kegiatan serupa juga dilaksanakan serentak di kabupaten dan kota Se-Indonesia. Yang telah dimulai sejak Juli dan akan berakhir pada Oktober 2019 ini. Untuk di Kubar digelar di SD Negeri 01 Kecamatan Barong Tongkok. “Tahun 2019 ini, sasarannya 139 sekolah di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya terpilih ialah di Kabupaten Kutai Barat,” ungkap Fasilitator Nasional Kemendikbud, Irwan Hermawan, yang  juga bertindak sebagai Ketua Panitia Pelaksana.

Tidak hanya para Kasek dan Pengawas Sekolah, acara yang dihibur kesenian daerah itu dihadiri juga Tim Panitia Pusat, Fasilitator Daerah. Termasuk jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubar. Sedangkan kesenian disuguhkan berupa Tari Hudoq, Tari Ngeleway, Tari berjudul Bumi Borneo, serta Persembahan Lagu Mars PPK seusai Indonesia Raya dikumandangkan.

Para peserta Bimbingan Teknis yang diadakan di SD Negeri 01 Barong Tongkok. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Kepala Disdikbud Kubar, Silvanus Ngampun mengatakan, menyambut baik upaya Pemerintah Pusat. Ia berharap 25 orang yang mengikuti Bimtek dapat meneruskan materi Bimtek ke sekolah lainnya yang belum berkesempatan mengikuti kegiatan ini. Diimbau, agar para Kasek dan Guru dapat membaca pedoman melalui internet.

Hasil Bimtek, kata dia, salah satu yang harus dan terus dibina, dan dilaksanakan di sekolah seluruh Kubar sebagai penyerapan pendidikan karakter. Melalui evaluasi mental, generasi mendatang diharap mengerti penanaman nilai kemandirian, berani dan mempunyai sopan santun. “Tidak ada namanya siswa memukuli guru, melawan guru bahkan mengolok guru,” pesan Silvanus Ngampun dalam sambutan pembukaan Bimtek.



Ia mengungkapkan, ada lima utama pendidikan karakter. Yaitu religius, nasionalis, kemandirian, gotong royong untuk dilatih disiplin, dan integritas. Salah satunya, adalah kejujuran. Antara perkataan dan perbuatan yang harus sama, tidak boleh beda. Hal ini perlu sekali dilakukan melalui hal kecil. “Menanam nilai-nilai itu tidak hanya teori, tetapi harus dengan tindakan atau penerapan. Yakni harus melalui keteladanan dari para guru,” katanya lagi.

Silvanus Ngampun juga meminta saat para Kasek, Guru maupun Pengawas Sekolah kembali ke tempatnya masing-masing, dapat menerapkan hasil Bimtek. Misalnya, Program Sehari Berbudaya yang merupakan penerapan nilai karakter budaya. “Untuk keberhasilan ini harus ada kerja sama orangtua dan harus ada bimbingan pendidikan keluarga, dalam rangka pentingnya peranan orangtua,” pungkasnya. #Lilis Sari

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here