Diduga Dianiaya atau Sengaja Dibunuh

Tim Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kutai Barat melakukan pemeriksaan pada jasad korba dalam olah Tempat Kejadian Perkara di areal perkebunan sawit PT Setia Agro Abadi, Kampung Matalibaq Kecamatan Long Hubung, Kabupaten Mahakam Ulu, Sabtu 26/8/2017. ISTIMEWA/KABARKUBAR.COM

LONG HUBUNG – KABARKUBAR.COM
Sejak Kamis 24/8/2017 sore, Yosep La’o (35), tidak kembali ke Mess Karyawan PT Setia Agro Abadi, Kampung Matalibaq Kecamatan Long Hubung, Kabupaten Mahakam Ulu. Para karyawan dan warga kampung pun berupaya mencari ke seluruh area perusahaan perkebunan milik Fangiono Grup itu. Seluruh area disisir, hingga ke tiap pohon sawit.


Tidak sia-sia, Sabtu 26/8/2017 sekira pukul 07.30 Wita, pria asal Flores, Nusa Tenggara Timur itu ditemukan. Namun telah terbujur kaku dengan posisi tengkurap di belukar, sekitar 2 meter dari salah satu pohon sawit berusia tanam 2 tahun. Manajemen perusahaan pun membuat laporan penemuan jasad korban ke Polisi.

“Atas laporan itu, anggota kami pun menuju lokasi penemuan dan melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara),” ujar Kepala Polres Kutai Barat, AKBP Pramuja Sigit Wahono, melalui Kepala Polsek Long Hubung, AKP Purwanto, Minggu 27/8/2017.

Dijelaskan Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Long Hubung, Ajun Inspektur Satu Roben Thomas, korban yang merupakan karyawan Afdeling I SAA, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Hasil olah TKP dan pemeriksaan dokter pada jasad korban, ditemukan luka benda tumpul di pelipis kiri korban.

Kondisi korban saat ditemukan, dalam posisi tengkurap di belukar berjarak sekitar 2 meter dari pohon sawit di areal perkebunan sawit PT Setia Agro Abadi, yang merupakan anak perusahaan Fangiono Grup. ISTIMEWA/KABARKUBAR.COM

Ada juga luka jerat di leher dan lebam di siku korban. Selanjutnya Tim Forensik Satreskrim Polres Kutai Barat membawa jasad korban untuk dilakukan pemeriksaan forensi atau Autopsi ke Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie di Samarinda. “Diperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar 3 hari,” beber Roben Thomas melalui sambungan telepon.

Roben Thomas mengatakan, Polisi masih menunggu keterangan dari tim medis yang akan melakukan autopsi atas jasad korban. Namun kepolisian melakukan penyelidikan dan pengembangan atas kasus tersebut. “Jasad korban dibawa lewat Sungai Mahakam menuju Pelabuhan Tering (Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat), dan lanjut ke Samarinda melalui jalur darat,” pungkas Roben Thomas.

“Kalau dari kabar yang kita dapat dari saudara-saudara di kampung, korban itu diduga meninggal dunia karena penganiayaan atau sengaja dibunuh. Soalnya luka di badannya, sama bekas jerat di lehernya bisa jadi bukti,” ujar Dominikus Bayau, putra Kampung Matalibaq yang kini berdomisili di Busur, Kelurahan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat. #Sonny Lee Hutagalung


Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here