18 Lainnya Berhasil Selamat

 

LONG PAHANGAI – Kawasan Riam Panjang kembali menelan korban. Kali ini, 4 jiwa masih belum diketemukan sejak, Minggu (2/8/2015 siang kemarin. Mereka adalah Hipui Hang, Yeq Hang, Telan Hang dan Devung DJ. Keempatnya terjatuh ke air dari dalam speedboat Irari 02 yang terhempas gelombang di derasnya arus Sungai Mahakam, tepatnya di Riam Hidah, Kampung Long Tuyoq, Kecamatan Long Pahangai. Speedboat dengan 2 unit mesin bertenaga 200PK tersebut dinahkodai Aleksius Liah Tekwan (42).

Menurut Kepala Polsek Long Pahangai, AKP Urat Hutasoit, speedboat berangkat dari Dermaga Long Bagun Kabupaten Mahakam Ulu menuju dua kecamatan di hulu riam Sungai Mahakam. Sekitar pukul 08.00 wita, speedboat berangkat dengan mengangkut 22 penumpang menuju Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari. Seperti biasa, speedboat singgah di warung makan terapung di bagian kiri seberang Muara Sungai Nyan, sekira 100 meter di hilir camp PT Kalimantan Berkah Timber. Selang 15 menit kemudian speedboat melanjutkan perjalanan. “Tepat di Riam Hidah, speedboat tidak mampu melewati derasnya arus gelombang dan oleng hingga seluruh kemasukan air. Empat penumpang masih belum ditemukan sampai hari ini,” ujarnya.

Urat Hutasoit mengungkapkan, 18 penumpang yang berhasil selamat terdiri dari 9 pria dan 9 perempuan. Yakni;

  • Lena (48)
  • Pidai (20)
  • Payaq
  • Long H
  • Uring Dalung
  • Lahai
  • Sinta (30)
  • Jannette (3)
  • Hulau Ding (28)
  • Perempuan

    • Helaq H
    • Dalung
    • H Tingang (34)
    • Nalang (9)
    • Juk Ding (38)
    • K (45)
    • Albertus (39)
    • Yot (30)
    • Edy (27).
    • Laki-Laki

      “Motoris (Alexsius), warga RT 5 Kampung Long Bagun, Kecamatan Long Bagun, sudah diamankan di Mapolsek Long Pahangai untuk dimintai keterangan,” kata Urat Hutasoit.

      Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan dan Pariwisata Mahulu, Alfred, mengatakan bahwa speedboat tidak karam. Tapi terdampar ke tepian sungai akibat kerasnya arus dan gelombang air. Dibeberkannya, gelombang besar di Riam Hidah membuat jarak pandang motoris berkurang, bahkan saat itu pandangan tertutup oleh gelombang. “Speedboat akhirnya mundur dan tiba-tiba oleng, penumpang pun ada yang terjatuh ke air. Penumpang lainnya berpegangan di badan speedboat, hingga speedboat terdampar ke tepi sungai dalam kondisi masih tetap terapung,” jelasnya. Alfred menyebut kondisi air Sungai mahakam saat kejadian relatif stabil di kawasan Riam Panjang.

      Keganasan Riam Panjang telah menjadi momok menakutkan bagi warga dua kecamatan perbatasan Indonesia-Malaysia selama puluhan tahun ini. Tidak adanya akses darat dari hilir riam, memaksa para warga disana dan mereka yang memiliki kepentingan harus bertaruh nyawa melintasi riam-riam ganas. Tidak hanya penumpang, para nahkoda yang biasa disebut motoris speedboat atau perahu kayu berbadan panjang (longboat) juga mengakui kecemasan mereka saat melintasi riam. Tidak jarang para motoris harus terlebih dulu menenggak sedikit minuman keras untuk menambah semangat dan keberanian melewati riam.

      “Riam Hidah berada di kepala (ujung riam dari arah hilir) Riam Panjang, terletak sebelum Riam Huluq. Ada banyak titik berbahaya harus dilewati di Riam Panjang, semuanya ada nama tersendiri,” kata Andreas Aring, yang sejak lima tahun terakhir telah pensiun sebagai motoris khusus rute Long Bagun-Long Apari.    #Sonny Lee Hutagalung

      Ads

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here