PLN Diminta Jelaskan Kelebihan Pemakaian Listrik Pelanggan

Sosialisasi Bedah Kelistrikan, Selasa 20/2/2018 di Ruang BP3D Lantai II Komplek Perkantoran Pemkab Kubar, mengupas seputar pelayanan PLN yang dinilai belum memuaskan masyarakat sebagai pelanggan. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Sejumlah kecamatan di Kabupaten Kutai Barat belum menikmati terang listrik dari Perusahaan Listrik Negara seharian penuh. Kebanyakan masih dijatah selama 12 jam, dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi hari. Bahkan Kecamatan Mook Manaar Bulatn sama sekali belum mendapat aliran listrik oleh PLN. Pemerintah Kabupaten Kubar pun meminta PLN meningkatkan pelayanan, khususnya mengalirkan listrik ke rumah-rumah di kecamatan tersebut.

Menurut Wakil Bupati Kubar, Edyanto Arkan, ada kemajuan besar pada PLN Rayon Melak dibanding sebelumnya. Jika tahun 2016 dan 2017 masih defisit daya mencapai 1 Megawatt, karena kapasitas mesin sebesar 10 MW dengan kebutuhan masyarakat sebesar 11 MW. Tahun ini diperkirakan mengalami surplus mencapai 5 MW. Dengan tambahan mesin pembangkit yang baru berkapasitas 17 MW, sementara kebutuhan masyarakat hanya 12 MW.

Diakuinya PLN belum serta merta memenuhi permintaan masyarakat. Sebab butuh proses penganggaran lewat APBN untuk peningkatan pelayanan PLN. Namun Pemkab Kubar telah meminta PLN untuk mengalirkan listrik ke kampung-kampung atau kecamatan yang sama sekali belum menikmati listrik. “Data sementara, di Kubar ada 98 kampung belum dialiri listrik. Kecamatan MMB belum ada dialiri listrik, dan saya minta PLN sudah mencapai kesana tahun ini,” ujar Edyanto Arkan, saat Sosialisasi Bedah Kelistrikan, Selasa 20/2/2018 di Ruang BP3D Lantai II Komplek Perkantoran Pemkab Kubar.

Pada kesempatan yang diikuti sekitar 100 orang itu, Edyanto Arkan juga meminta mesin pembangkit lama tetap dioperasikan. Agar sejumlah kecamatan yang selama ini baru menyala selama 12 jam, bisa terang benderang 24 jam. Antara lain Kecamatan Long Iram, Muara Pahu, Penyinggahan, dan Siluq Ngurai. “Jika sudah sesuai persyaratan ditentukan PLN, kami harap pemasangan listrik akan otomatis,” pintanya.

Wakil Bupati Kubar Edyanto Arkan, memimpin rapat bersama manajemen PLN dan para pejabat OPD di lingkungan Pemkab Kubar. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Sementara Ketua DPRD Kubar, Jackson John Tawi mengakui listrik sudah menjadi kebutuhan dasar hidup. Tidak hanya sekedar kebutuhan rumahtangga, tapi juga sejalan dengan untuk kemajuan teknologi. Namun ia meminta PLN melayani masyarakat lebih profesional dan tidak menimbulkan keluhan dari pelanggan. Khususnya dalam hal pembayaran tagihan yang memerlukan transparansi.

John Tawi mencontohkan soal pembayaran yang kerap menjadi masalah. Sebab pihak PLN tidak berani menjelaskan adanya kelebihan pemakaian listrik. “Masyarakat itu mau membayar kelebihan pemakaian, yang penting ada penjelasan dari pihak PLN kepada mereka,” tegas Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Ia mewanti PLN, terlebih pihak kontraktor, agar tidak lagi ‘molor’. Keluhan kerap sampai ke wakil rakyat, ada warga sudah melunasi pembayaran untuk pemasangan listrik, tapi bertahun-tahun tidak juga rumahnya dialirkan listrik PLN. “Jangan sampai terjadi lagi keluhan seperti masa silam. Kalau sudah membayar, ya segera dipasang listriknya,” kata John Tawi.

Bicara soal migrasi dari pasca bayar menjadi prabayar, John Tawi meminta camat dan kepala kampung atau petinggi dilibatkan. Agar memberikan pemahaman kepada masyarakat sebagai pelanggan. “Kalau nanti ada pihak PLN mengganti meteran, agar dikomunikasikan dulu dengan camat atau petinggi. Supaya mereka yang menyampaikan migrasi dari manual ke voucher,” harapnya.

Menanggapinya, Manager PLN Area Samarinda Basuki Rahman mengatakan, PLN terus mengupayakan perbaikan pelayanan. Ia mengaku PLN banyak dibantu pihak pemerintah dan DPRD terkait pengembangan kelistrikan di Kubar. “Tahun 2018 ini PLN akan konsen di Kubar dan Mahulu,” jelasnya.

“Mudah-mudahan PLN bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi. Kami berharap saudara-saudara yang belum menikmati listrik, semoga ke depan bisa menikmatinya,” ujar Basuki Rahman yang menangani listik untuk 15 kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Sosialisasi Bedah Kelistrikan dihadiri juga Asisten III Setkab Kubar Aminudin, dan Manager PLN Rayon Melak Agus Shole. Ada juga Perwakilan Koramil 0912-12 Barong Tongkok Serma Yuliansyah, Kepala BP3D Achmad Sofyan, para Pejabat OPD di lingkungan Pemkab Kubar dan sejumlah camat, petinggi serta lurah. Kegiatan juga diisi dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman migrasi dari pasca bayar ke pra bayar. #Sonny Lee Hutagalung

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here