Kuasai lahan 27.865 hektare di Jempang dan Muara Pahu

Potensi kandungan batubara yang besar di Kabupaten Kutai Barat juga terdapat di Kampung Perigiq, Kecamatan Jempang. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

JEMPANG – KABARKUBAR.COM
Dua perusahaan pertambangan berniat mengekspolitasi sumber daya alam di wilayah Kampung Perigiq di Kecamatan Jempang. PT Ridlatama Bangun Usaha dan PT Jeisico tertarik untuk membuka usaha tambang di kampung yang dinilai terdapat banyak kandungan batubara. Dua perusahaan besar itu secara bersamaan memaparkan presentasinya di ruang Diklat Lantai III Kantor Bupati Kubar pada Selasa, 6 Desember 2005.

PT Jeisico yang mengantongi Surat Keterangan Ijin Peninjauan Nomor: 503/1057/Ek‑TU.P/XI/2005, telah melakukan penyelidikan pendahuluan di wilayah Kampung Perigiq dengan luasan lahan 4.303 hektare. Hasilnya, pada beberapa singkapan di lokasi kemudian dibawa ke laboratorium PT Sucoffindo untuk dianalisa dengan metoda America Standard Method. Maka diperkirakan sementara hasil tinjauan SKIP, di areal ini akan didapatkan sekitar 28 juta metrik ton batubara.



Anggota BPK Kampung Perigiq, Benjamin, menyambut antusias kehadiran Jeisico di kampungnya. Karena melibatkan pemilik lahan dalam penyelidikan umum. Juga telah mempresentasikan terlebih dahulu pada masyarakat di kecamatan bersama seluruh lapisan masyarakat sampai pada penandatanganan Memorandum of Understanding. “Ini banyak menguntungkan warga dengan pola kerja sama serta bagi hasil antara perusahaan dan pemilik lahan,” katanya.

Senada diungkapkan Kepala Adat Perigiq, Wan. Mereka mengakui sangat menerima kehadiran Jeisico yang terbuka dan melibatkan warga dengan kerja sama yang menguntungkan kedua pihak. “Tidak ada masalah dengan Jeisico, mereka libatkan warga dan sudah sosialisasi sampai ada MoU dengan dukungan dari kecamatan. Jangan sampai seperti sebuah perusahaan yang beroperasi, hingga sekarang lahan saya 25 hektare sampai sekarang belum dibayar,” kata Wan dan diamini Petinggi Perigiq, Piting.

Menurut Direktur PT Jeisico, Ita Yohani Rampan dan Theresia Rohana, waktu satu bulan pelaksanaan SKIP dapat berjalan baik. Walaupun sempat mengalami kendala, karena sempat salah masuk kampung yang bersebelahan. Namun telah sosialisasi pada warga setempat, hingga makan waktu. “Tapi kami merasa itu ada baiknya juga. Memang satu bulan yang diberikan terasa kurang, tapi kami berhasil dengan baik menggunakan waktu yang telah diberikan,” ungkapnya.



Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kubar, Freddrick Elia mengimbau agar masyarakat tidak menuntut berlebihan di awal. Lalu memanfaatkan lahan tidur yang berpotensi untuk kesejahteraan. Kepada pihak perusahaan diharapkan terus mendekati masyarakat untuk mendapatkan restu. “Dan melakukan cross check agar tidak terjadi tumpang tindih dengan lahan pihak lain,” tegasnya.

Sebelumnya PT Ridlatama Bangun Usaha dengan Direktur Utama, Anang Mudjiantoro juga mempresentasikan penyelidikan umum perusahaannya. Yang bakal beroperasi di wilayah Kecamatan Jempang dan Muara Pahu seluas sekitar 23.562 hektare. #Sonny Lee Hutagalung

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here