Perusahaan Beri Beasiswa 3 Adik Novita Sari

Sepuluh anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Kutai Barat, meminta penjelasan Manajemen PT Gunungbayan Pratamacoal, Sabtu 15/7/2017, terkait korban meninggal dunia akibat tenggelam di kolam bekas tambang. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

JEMPANG – KABARKUBAR.COM
Sepuluh anggota DPRD Kutai Barat dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menemui Manajemen PT Gunungbayan Pratamacoal, Sabtu 15/7/2017 pagi tadi. Selain kunjungan kerja resmi, para wakil rakyat juga mempertanyakan soal insiden pada Minggu 25 Juni 2017 lalu. Yakni tindakan perusahaan atas korban meninggal dunia akibat tenggelam di kolam bekas tambang, Novita Sari (18).

“Ada laporan masyarakat secara tertulis, makanya kami datang menanyakan soal insiden itu dan penanganannya. Dewan juga membawa instansi terkait, yang lebih paham teknisnya. Maunya kita pagar semua lubang tambang, tapi kita harus ikuti saran instansi terkait,” kata Jackson John Tawi yang juga Ketua DPRD Kubar, dalam pertemuan di Main Office GBPC, Kampung Muara Tae, Kecamatan Jempang.

Selaku Ketua Tim I DPRD Kubar, Lusiana Ipin, persoalan lahan bekas tambang menjadi perhatian Dewan. Termasuk ingin tahu juga soal kondisi tambang terkini. Salah satunya tentang kesepakatan GBPC dengan TNI yang telah dibuatkan Nota Kesepahaman atau memorandum of understanding. Yakni luas lahan yang akan diserahkan untuk menjadi lokasi pembangunan markas Batalyon Infanteri 612. “Tujuan kami adalah monitoring (pemantauan), ditambah lagi ada insiden,” ujarnya.


Ipin mempertanyakan sejauh mana tindakan GBPC dalam kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa tersebut. “Apakah GBPC memfasilitasi kecelakaan itu? Tidak ada nyawa yang bisa diganti, tapi tidak ada juga yang bisa kita salahkan. Kita tidak ingin ada kejadian itu, tapi sekarang apa yang boleh dibuat GBPS,” kata dia seraya mengapresiasi kontribusi perusahaan yang telah beroperasi sejak tahun 1998 itu. Khususnya dalam mengakomodasi warga setempat sebagai karyawan, program Corporate Social Responsibility dan bantuan lainnya kepada masyarakat sekitar tambang.

Menjawab itu, Wakil Kepala Teknik Tambang GBPC, Ricardo Simanjuntak, memaparkan fakta atau kronologis sebelum kejadian hingga evakuasi tubuh korban dari kolam tambang.
Novita Sari, kelahiran 11 Desember 2001 itu adalah siswi SMK 2 Barong Tongkok yang tinggal bersama orangtuanya di Kampung Bekokong Makmur Kecamatan Jempang. “Kami telah didirikan rambu dilarang mendekat di areal bekas galian tambang. Ternyata ada saja masyarakat bermain dan berenang di kolam tambang, termasuk korban bersama 18 temannya,” ungkapnya.

Ricardo yang didampingi juga External and CSR GBPC, Taufik Hidayat, telah berkordinasi dengan banyak pihak, termasuk kepolisian. Mengantisipasi terulang kejadian yang sama, GBPC telah memperketat keamanan di sejumlah lokasi kolam tambang. Salah satunya dengan membangun pos jaga dan melakukan joint safety patrol (pantauan keamanan gabungan).

Juga telah menyosialisasikan larangan bermain dan beraktifitas di sekitar lokasi tambang kepada siswa sekolah di seputar tambang dengan melibatkan Polsek terdekat. “Sekarang ada tenaga wakar (penjaga malam) kolam. Kejadian tenggelam baru kali ini, dan semoga jadi yang terakhir,” jelas pria Batak asal Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara.

GBPC, imbuh Ricardo, tidak tinggal diam. Selain mengurus evakuasi korban, juga mengikuti ketentuan hukum adat setempat untuk melaksanakan acara adat terkait. Perusahaan juga memberi santunan kepada orangtua korban yang sehari-hari bekerja sebagai buruh di Perkebunan Sawit PT London Sumatera. Sebab korban adalah anak pertama dari 4 bersaudara, yang diharap akan dapat membantu orangtua setamat SMK.

“Jadi GBPC memahami kesusahan diderita orangtua korban. GBPC akan memberi beasiswa ketiga adik korban sampai lulus sekolah. Bahkan seorang yang masih kelas 5 SD akan disekolahkan ke Sekolah Internasional di Bogor. Orangtuanya minta tidak sekarang, tapi tunggu si anak lulus SD. Jika nanti orangtuanya merasa tidak bisa jauh dari anaknya, bisa ke sekolah unggulan di Samarinda saja,” paparnya.

“Sekarang yang penting adalah kepedulian GBPC untuk menolong kesusahan orangtua korban. Dan tindakan pengamanan di lokasi-lokasi kolam tambang, agar tidak ada lagi korban berikutnya,” pesan Ketua Fraksi PDIP, Yohanes Mas Puncan Karna.

Selain John Tawi, Ipin dan Puncan Karna, hadir juga dalam pertemuan tujuh anggota Fraksi PDI Perjuangan. Yakni Iku, Hilarion, Samri Nyiran, Sri Upami, Jeni Elpiansyah, Sartini dan Astaman. Selain 10 Politisi PDI Perjuangan tersebut, hadir pula Petinggi Muhur, Johansyah Pong. Ikut pula dalam rombongan, staf Badan Lingkungan Hidup Kubar, serta Badan Penanganan Bencana Daerah Kubar.    Sonny Lee Hutagalung


Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here