Jatah Kubar 1.774.320 Tabung Masih Kurang

Polisi memeriksa berat tabung gas 3 kilogram di salah satu Agen, untuk memastikan isi tabung tidak berkurang atau ada upaya tindak pidana. POLRES KUTAI BARAT UNTUK KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Akhir-akhir kerap terjadi kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram yang biasa disebut tabung Melon. Hal itu pun disikapi oleh Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Kutai Barat. Selain jatah Kubar yang berkurang dengan terbentuknya Kabupaten Mahakam Ulu, dinas menyebut masih ada rumah makan menggunakan tabung melon. Jika masih membandel, menjadi kewenangan aparat hukum.



Diungkapkan Kepala Disdagkop dan UKM Kubar, Solomon Hartono, ada tiga pengusaha yang mendapat jatah sebanyak 1.774.320 tabung gas setiap tahun. Yakni PT Anggrek Kersik Luwai Indah dengan jatah 535.360 tabung, PT Citra Rama Vasya sebanyak 708.960 tabung dan PT Mutiara Mahakam Abadi dijatah 530.000 tabung.

“Saat ini memang pasokan agak berkurang, khususnya yang 3 kilogram, sementara tabung 12 kilogram masih stabil. Sepertinya distribusi dari agen yang kurang merata ke pengecer, sehingga yang jauh kesulitan mendapatkannya,” jelasnya kepada KabarKubar.

Penjualan tabung gas di tingkat pengecer juga tampak lesu, akibat pasokan yang berkurang dan tabung ukuran besar kurang diminati karena harganya jauh lebih mahal. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Ia berharap akan ada pemerataan pasokan dari agen ke pengecer di kampung-kampung. Demikian juga diharapkan distributor bisa menyalurkan ke agen secara merata. Dan di daerah yang tidak ada distributornya, bisa ada pengecer di bawah agen.

Diakui Solomon Hartono, pasokan tabung melon memang berkurang. Akibatnya Mahulu yang tadinya mendapat jatah dalam kuota Kubar. Pasokan dikurangi sekitar 12.000 tabung untuk Mahulu. “Itu pun tidak mencukupi di sana. Di Mahulu lebih tinggi harganya, sehingga ada yang dipasok kesana,” jelasnya.

Salah satu Distributor Tabung Elpiji di kawasan Busur, Kelurahan Simpang Raya yang juga kekurangan persediaan tabung elpiji melon. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Dengan kuota yang dinilai tidak mencukupi itu, Disdagkop dan UKM mengaku menemukan sejumlah pelanggaran. Salah satunya, banyak rumah makan yang menggunakan tabung melon. Pihak dinas telah mengecek ke sejumlah rumah makan, dan ditemukan ada yang memiliki omset lebih dari Rp1,5 juta sehari, tapi memakai tabung melon.

“Saat sidak (inspeksi mendadak), kami langsung tegur dan imbau jangan lagi pakai tabung 3 kilogram. Seminggu kemudian kita cek lagi, memang sudah tidak pakai. Tapi kita akan sidak lagi nantinya,” tegas Solomon Hartono.



Dinas berharap rumah makan setidaknya memakai tabung isi 5 kilogram, bahkan 12 kilogram. Sesuai omset usahanya masing-masing. Sebab selain menyebabkan kelangkaan gas elpiji, juga melanggar hukum. “Harapan saya ke depan, agar ada tambahan pengecer dan penyuplai resmi.” #Lilis Sari/Advertorial

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here