Tampilkan Semaphore Moderen dan Tarian Daerah Sumpit Bahau

Penampilan 10 Siswi MTs Darud Dakwal Wal-Irsyad Tering pada Upacara Peringatan HUT Pramuka ke-56 di halaman Kantor Bupati Kutai Barat, Senin 14/8/2017. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK-KABARKUBAR.COM
Sepuluh siswi Madrasah Tsanawiyah Darud Dakwah Wal-Irsyad Tering memukau para peserta dan undangan pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Praja Muda Karana ke-56. Dalam acara di halaman Kantor Bupati Kutai Barat, Senin 14/8/2017 itu, mereka mempertunjukkan tarian kolaborasi Semaphore dan tari moderen.

Regu Bougenvile dari Gugus Depan Pramuka MTs DDI Tering menampilkan gerak serentak dengan bendera Semaphore. Satu-persatu huruf dirangkai dengan gerakan bendera Semaphore yang berbunyi ‘Selamat Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke-56’. Selepas itu, tarian berubah menjadi tarian moderen dengan musik yang sedang tren.

“Bagus sekali penampilan anak-anak ini, membuat suasana jadi ceria. Karena biasanya acara begini terkesan serius dan tegang,” ujar Sertu Reno Oktavian Sirait, anggota TNI dari Kodim 0912/Kubar.

“Tarian MTS tering keren banged, kapan kita bisa buat seperti mereka,” ungkap Dayang Kumala Putri (17), peserta Gugus Depan SMAN 1 Sendawar.



“Nah, kalau begini semua jadi tersenyum. Para pejabat pun mukanya terlihat senang dan jadi lebih santai,” celetuk Reyber Benhouser Simorangkir, Redaktur KabarKubar.com.

Menurut Pembina Pramuka Gugus Depan MTs DDI Tering, Ahmad Sodiq (45), tarian yang dibawakan Regu Bougenvile itu dipimpin Siswi Kelas 3, Rusiana (15). Persiapan untuk tampil hanya 4 hari, dan tidak dengan sentuhan pelatih. Melainkan kreativitas siswi yang diketuai Natalia Eti (17), ditambah Alfred (18) yang merupakan siswa SMA Negeri 1 Linggang Bigung. Juga dibantu Pembina lainnya, yakni Sopiah (33). “Perencanaan ini agak dadakan tetapi syukurnya anak-anak bisa,” ujarnya.

Dua anggota Pramuka juga mebawakan tarian selepas penampilan 10 siswi MTs DDI Tering. Kali ini Alfred dan siswi SMK Negeri 1 Tering menampilkan tarian daerah etnis Dayak Bahau. Tari Sumpit yang mengisahkan seorang Pemburu menyumpit burung dan membawanya pulang.

Secara khusus, Wakil Bupati Kutai Barat Edyanto Arkan memuji tindakan anggota Pramuka saat terjadi bencana banjir di Kubar awal 2017 lalu. Wabup pun mengaku kagum dan terharu, karena Pramuka datang ke Dapur Umum untuk ikut menolong dan memberi bantuan materil. “Saya sangat bangga dan terharu melihatnya. Sampai kini, saya tetap ingat peristiwa itu. Semoga semangat seperti ini tetap direalisasikan,” katanya saat memberi arahan.

Penulis: Lilis Sari
Editor: Sonny Lee Hutagalung



Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here