Jaksa Akan Buka Alur Duit di Persidangan

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Tersangka dalam kasus dugaan korupsi pada Perusahaan Daerah Witelteram, MS Ruslan, mengembalikan uang senilai Rp300 juta kepada Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Kutai Barat. Uang itu diserahkan saat pemeriksaan dirinya sebagai tersangka di Gedung Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, Kamis 8/11/2018 di Kota Samarinda.

 

“Tersangka R memenuhi panggilan untuk dimintai keterangan sebagai tersangka, kemarin. Saat diperiksa selama kurang lebih 4 jam itu, tersangka mengembalikan dana yang diakuinya sebesar Rp300 juta,” ungkap Kepala Kejari Kubar, Syarief Sulaeman Nahdi kepada KabarKubar.

 

“Uang diserahkan secara tunai, dan langsung kami masukkan ke rekening penitipan Kejari Kubar di BRI (Bank Rakyat Indonesia),” imbuh Kajari melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Kubar, Indra Rivani.



Dijelaskan Indra Rivani, Jaksa tidak mendorong tersangka untuk mengembalikan uang yang diakuinya memang diterimanya dari Tinus selaku Direktur Utama Witelteram kala itu. Meski demikian, kerelaan tersangka untuk mengembalikan kerugian negara dalam kasus tersebut dihargai Jaksa.

Disinggung soal nilai kerugian yang mencapai Rp1,6 miliar dalam perkara itu, Indra Rivani mengaku telah menelusuri saat tahap Penyelidikan dan Penyidikan. Soal kabar beredar jika Ruslan menerima Rp1.000.050.000 dari Tinus, mantan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Kubar ini enggan membuka.

Kepala Kejaksaan Negeri Kutai Barat, Syarief Sulaeman Nahdi, dan Tim Penyidik yang menangani kasus dugaan korupsi Perusda Witelteram, menunjukkan uang senilai Rp300 juta yang dikembalikan tersangka Ruslan. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

“Yang jelas, nanti di persidangan akan kita ungkap. Kita buktikan siapa yang berbohong atau siapa yang benar dari antara tersangka. Sebab memang ada perbedaaan keterangan saksi dan tersangka,” kata Indra Rivani.

“Duit Rp300 juta itu diakui sendiri oleh tersangka R yang dia pakai. Tunggu di persidangan akan kami buktikan, kami buka semua,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan KabarKubar, Tim Penyidik Kajari Kubar segera merampungkan kasus dugaan korupsi Perusda Witelteram yang merugikan negara senilai Rp1,6 miliar. Agar berkas perkara itu secepatnya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi di Kota Samarinda. Salah satu agenda Jaksa, memanggil MS Ruslan untuk dimintai keterangan sebagai tersangka.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kutai Barat, Indra Rivani. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

“Penyidik akan melayangkan surat panggilan kepada saudara R. Panggilan kali ini dengan status sebagai tersangka. Kalau sebagai saksi sudah pernah kita mintai keterangan,” ungkap Kepala Kejari Kubar, Syarief Sulaeman Nahdi, Jumat 26/10/2018.

Menurut Indra Rivani, pihaknya berupaya segera merampungkan berkas perkara ini. “Kami juga ingin kasus ini segera tuntas. Karena tersangka T sudah kami tahan sebulan lalu,” katanya seraya menunjukkan dua bundel berkas atas nama Tinus di ruang kerja.



Status tersangka ditetapkan kepada Tinus dan MS Ruslan dalam temuan dana senilai Rp1,6 miliar yang belum bisa dipertanggungjawabkan. Hal itu dikuatkan hasil pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Kutai Barat dengan nilai yang sama belum dipertanggungjawabkan oleh Dirut Witelteram saat itu.

Penelusuran KabarKubar dari berbagai sumber, dugaan korupsi di Perusda Witelteram telah diselidiki Kejari Kubar sejak Juli 2017 lalu. Salah satu bukti yang ditemukan adalah Surat Konfirmasi Piutang yang dilayangkan kepada Penjabat Bupati Mahulu, MS Ruslan. Surat yang ditandatangani Direktur Utama Perusda Witelteram, Syachran Eric Lenyoq, dilayangkan pada tanggal 7 Juni 2017.

Dengan Nomor: 043d/Witelteram-KEU/VI/2017, surat ini meminta klarifikasi adanya Piutang tertanggal 31 Desember 2016 senilai Rp1.050.000.000. Atas dasar bukti administrasi keuangan yang menyebut uang dipinjamkan Dirut Perusda Witelteram kala itu, Tinus. Surat itu ditujukan kepada pejabat bersangkutan dengan CQ atau Casu Quo, dua nama pegawai. Salah satunya menjabat Kepala Bidang di Dinas Perhubungan dan Pariwisata Mahulu kala itu. #Sonny Lee Hutagalung

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here