Target Kota Sendawar Tanpa Sampah dan Raih Piala Adipura

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menilai perlu dirumuskan profil Kota Sendawar sebagai kawasan yang bersih tanpa penampakan sampah di pinggir jalan. Untuk itu, sampah harus terangkut 100 persen di kawasan yang mencakup Kecamatan Barong Tongkok, Melak dan Sekolaq Darat. Barulah kecamatan di luar Kota Sendawar. Agar dapat terwujud kawasan kota yang bersih dan ideal.

Diungkapkan Wakil Bupati Kubar, Edyanto Arkan, selama tahun 2017 saja, tercatat jumlah sampah yang dikumpulkan mencapai 6.100 ton. Setiap bulan sebanyak 500 ton sampah diangkut dengan 24 truk yang mencapai 15 ton setiap harinya. “Kita perlu mengenali sumber penghasil sampah dan jenis-jenis sampah yang tiap hari kita kumpulkan,” ujarnya saat Coffee Morning, Jumat 27/4/2018 di Alun-alun Itho.

Ngopi Pagi bersama itu dihadiri Sekretaris Kabupaten Yacob Tullur, Kepala Staf Kodim 0912/KBR Mayor Infanteri Wahyudi, Kepala Bagian Operasional Polres Kubar Kompol Sarman, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah dan para camat. Kegiatan pelayanan kebersihan dan pengelolaan persampahan ini dalam rangka menciptakan kebersihan lingkungan di Kota Sendawar dan sekitarnya. Serta Peringatan 1 Tahun Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kubar.

Wabup mengaku adalah salah seorang yang menyuarakan masalah penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Tempat Pembuangan Akhir di tahun 2002 silam. Untuk merumuskan lokasi TPA, yang tahun 2011 akhirnya dibuka TPA di Kecamatan Melak. Karena terdapat masalah, TPA ini sempat ditutup sekitar setahun. Kemudian sampah dibuang ke TPA Sementara di Melak dan Barong Tongkok. “Termasuk di belakang Gedung DPRD Kubar, tapi dalam perjalanan kita telah menempatkan TPA Belau,” ujar Edyanto Arkan.

Ia melanjutkan, merasakan bagaimana sulitnya mengurus sampah saat bertugas di Dinas Lingkungan Hidup. Kala itu belum ada dinas yang menangani khusus pengelolaan sampah. Sehingga harus bekerjasama dengan para camat. Seluruh elemen diajak memikirkan sumber daya manusia, dan alat mengatasi sampah.

“Kita perlu mengikuti pola dari kota lain yang pernah mendapat penghargaan Adipura. Kami atas nama Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat. Semoga Kota Sendawar menjadi perkotaan yang bersih,” jelas Edyanto Arkan.

Acara yang tampak serius tapi santai itu diisi dengan penyerahan Surat Keputusan Bupati dan Penghargaan. Tentang Pemberian Kompensasi Resiko Kerja Petugas Pengelola Sampah Tahun 2018 kepada puluhan ‘Pasukan Merah’ (petugas pengelola sampah di Kubar) yang diwakili beberapa 6 orang. Untuk SK Bupati diwakili oleh Kotius dan Padri Yason. Sedangkan Piagam Penghargaan diterima Edi Utomo, Usmanto Tataq, Agus Suanto dan Wardana. #Kelvin Nurdin

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here