FKUB Diminta Mendampingi Aparat Dalam Pemberantasan Narkoba

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Isu yang menyinggung Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan, menjadi hal yang diwaspadai agar tidak muncul pada saat pesta demokrasi. Khususnya dalam gelaran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Tahun 2018. Rapat Program Kerja Forum Kerukunan Umat Beragama atau FKUB tahun 2018 menekankan antisipasi munculnya intoleran.

Menurut Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kutai Barat, Silas Emanuel, FKUB berperan penting di kalangan masyarakat. Terlebih untuk menjaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Rapat-rapat FKUB diperlukan dilaksanakan, karena dekat dengan penyelenggaraan Pilgub Kaltim. Dan mencegah radikalisme yang berkembang di tengah masyarakat.

“Untuk mencegah pemanfaatan agama sebagai kepentingan pribadi atau kelompok untuk maksud dan tujuan tertentu,” ujar Silas Emanuel dalam Rapat Program Kerja FKUB tahun 2018 dan Silaturahmi Anggota FKUB, Jumat 9/3/2018 di Ruang Rapat lantai II Badan Kesbangpol Kubar.

Pada rapat tertutup yang diikuti 18 orang itu, Kesbangpol Kubar mewanti isu aktual Pemilu Kepala Daerah. Agar para tokoh agama menyampaikan umat agar tidak menggunakan tempat ibadah sebagai tempat kampanye. “Agar perlu diwaspadai dari kampanye yang melibatkan isu SARA,” jelas Silas Emanuel.

Dikatakan Ketua FKUB Kubar, Evangelis Petrus Satian, FKUB didasari Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan Undang Undang dasar 1945. Program organisasi ini juga menjaga intoleransi. “Dan wacana ke depan kami akan membentuk percontohan nasional Desa Kerukunan, dengan syarat di desa tersebut ada tiga rumah ibadah,” ujarnya.

Petrus Satian mengaku FKUB mempunyai Pemuda Lintas Agama atau Pelita yang sifatnya kordinasi dengan aparat keamanan. Ada lagi Perempuan Kerukunan yang berfungsi menjaga kerukunan di dalam keluarga. “Kita juga di FKUB mempunyai etika kerukunan, dan untuk Kaltim sebagai contoh provinsi kerukunan,” katanya.

Menurut Perwira Seksi Intelijen Komando Distrik Militer 0912/Kutai Barat, Letnan Dua Juweni, semua pihak harus terlibat dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Bukan berharap aparat yang harus menangani. “Kemunculan HTI (Hitzbur Tahrir Indonesia) yang disinyalir di Kecamatan Penyinggahan, agar semua tokoh agama mewaspadai,” pesannya.

“Kami dari Polres Kubar sudah ada Tim Saber Kocem. Nantinya kami akan menangkap anak yang kocem. Lalu kami akan memanggil orangtua dan guru sekolahnya, kemudian membuat surat pernyataan,” ungkap Inspektur Dua Kalasia, dari Polres Kubar. #Sonny Lee Hutagalung

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here