300 HotSpot Tahun 2019 Diharap Bisa Berkurang

Wakil Bupati Kubar, H Edyanto Arkan, menghadiri Rapat Koordinasi Kesiapan dan Antisipasi Bencana Alam dan Karhutla di Wilayah Kubar dan Kabupaten Mahakam Ulu pada Kamis, 5 Maret 2020 di Aula Polres Kubar. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berharap 300 titik api atau HotSpot kebakaran hutan dan lahan atau karhutla pada tahun 2019 lalu tidak ada lagi di tahun 2020 ini. Untuk itu, pemerintah berencana mengadakan alat pemadam kebakaran atau damkar sederhana. Setidaknya direncanakan pengadaan 160 unit damkar untuk ditempatkan di 16 kecamatan Se-Kubar.



“Kita upayakan pemadam sederhana 10 unit untuk sebaran setiap kecamatan di tahun 2021,“ ujar Wakil Bupati Kubar, H Edyanto Arkan, dalam Rapat Koordinasi Kesiapan dan Antisipasi Bencana Alam dan Karhutla di Wilayah Kubar dan Kabupaten Mahakam Ulu pada Kamis, 5 Maret 2020.

Edyanto Arkan mengatakan, Pemkab Kubar berkaca dari kejadian karhutla tahun lalu sebagai evaluasi. Pemerintah mengapresiasi jajaran Polri dan TNI di semua tingkatan, dinas, badan, perusahaan dan masyarakat. Pemkab Kubar melalui BPBD memiliki semangat kuat dalam penanggulangan Karhutla yang terjadi setiap tahun. Tetapi terbatasnya peralatan menjadi kendala.

Kebakaran hutan yang melalap kebun karet salah satu warga Kabupaten Kutai Barat. ISTIMEWA/KABARKUBAR.COM

Ia meminta BPBD menginventarisasi sarana yang dimiliki. Kepada camat, diharapkan menelusuri pemilik lahan yang berpotensi terjadi karhutla. BPBD Kubar diminta bekerja dengan baik, dengan mengembangkan dan memperbaiki metode kerja. “Tolong BPBD kemas pola pencegahan maupun penanganan karhutla. Perkuat jejaring dengan TNI dan Polri, juga bersama perusahaan,” pesan Edyanto Arkan.

Pada rakor yang digelar di Aula Markas Polres Kubar itu, Wabup juga meminta semua jajaran setelah melakukan sosialisasi, perlu melaksanakan simulasi. “Semoga 300 hotspot tahun lalu bisa berkurang atau dihilangkan,” imbuhnya pada rakor yang dihadiri Komando Distrik Militer 0912/Kutai Barat, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu dan sejumlah perusahaan.

Komandan Kodim 0912/KBR, Letnan Kolonel Infanteri Anang Sofyan Effendi mengungkapkan, pihaknya selalu siap mengantisipasi bencana alam dan karhutla. Bersama Polres Kubar, Pemkab Kubar dan Pemkab Mahulu, membangun jejaring kerja. “Berkoordinasi dengan seluruh instansi, perusahaan yang ada di dua kabupaten, serta masyarakat sekitar wilayah hutan,” katanya.



“Dalam penanggulangan bencana, terutama Karhutla yang setiap tahun terjadi di Kubar dan Mahulu, kendala utama adalah belum adanya peralatan canggih. Atau kurangnya peralatan untuk menanggulangi karhutla,” kata Kepala Polres Kubar, AKBP Roy Satya Putra saat rakor yang dihadiri seluruh Kepala Kepolisian Sektor serta Komando Rayon Militer di wilayah Kubar dan Mahulu itu. #Sonny Lee Hutagalung

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here