Hidayatullah Kubar Kutuk Keras Tindakan Terorisme

Sejumlah pemuka agama dari Kristen, Katolik dan Islam, tampak hadir dalam rapat yang digelar di Balai Agung Aji Tulur Jejangkat, Kamis 24/5/2018. ANDRY ANHAR/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Tidak mau kecolongan, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berupaya mencegah dan menangkal aksi terorisme. Kamis 24/5/2018 pagi tadi dilaksanakan rapat terkait Aksi Terorisme di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Antara Pemkab Kubar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, ASN, Ormas, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat se-Kubar.

Dalam rapat yang dihadiri sekitar 500 orang itu, Bupati Kubar FX Yapan menyatakan tindakan radikalisme sangat membahayakan kedaulatan NKRI. Meski tidak ada satu agama pun yang mengajarkan terorisme. Itu sebabnya, ia meminta semua pihak menjaga stabilitas keamanan Kubar. Mulai dari tingkat RT, RW, kampung sampai ke kabupaten. Seraya meningkatkan komunikasi dengan pihak Polisi dan TNI.

“Kita semua harus tetap waspada dan selalu berbagi informasi apapun itu bentuknya yang dapat membahayakan Kubar,” katanya pada momen yang dihadiri Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan Polres Kubar, AKP I Gde Dharma Suyasa, dan Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kubar, Irawan EM.

Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kubar juga ikut ambil bagian dalam diskusi dan tanya jawab yang dipandu Plt Asisten I Setkab Kubar, Misran Effendi. ANDRY ANHAR/KABARKUBAR.COM

Bupati juga meminta seluruh pihak bergandengtangan merapatkan barisan. Agar Tanaa Purai Ngeriman selalu aman. Untuk itu, ia akan membuat Surat Edaran tentang aturan-aturan kepada warga baru yang datang di suatu daerah. Juga kepada seluruh perangkat kampung serta Pengurus Masjid dan Pondok Pesantren di Kubar. Sebab pendatang baru biasanya mencari masjid dan ponpes untuk tempat beristirahat dan melakukan aktifitas.

“Kita tidak usah belajar tentang sejarah teroris. Kita lihat saja Kubar ini dan yang kita jaga adalah pendatang-pendatang baru yang membawa paham radikalisme dan terorisme. Kita sepakat bahwa Kubar menolak radikalisme. Mari kita kerja sama, dan cepat laporkan apabila menemukan pendatang baru yang mencurigakan,” pesan FX Yapan.

Kepala Badan Kesbangpol Kubar, Hermanudin, berharap ada sikap khusus dari pemerintah dan instansi terkait. Salah satunya dengan mengaktifkan kembali forum yang telah ada, agar ikut mendeteksi, dan mengantisipasi masuknya paham radikal di Kubar. Untuk mencegah dan menangkal masuknya teroris. “Aksi cegah dini teroris juga mendata pendatang baru di wilayah Kubar bekerjasama dengan Pemerintahan Kecamatan dan Kampung,” katanya pada rapat di Balai Agung Aji Tulur Jejangkat, Kantor Bupati Kubar.

Menurut Kepala Staf Kodim 0912/Kutai Barat Mayor Infanteri Wahyudi, terorisme merupakan tindakan yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman. Untuk menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas. Hal itu diakibatkan keterbatasan idiologi dan agama yang kurang dari masyarakat. Itu sebabnya pola rekrutmen yang dilakukan Teroris biasanya berkedok agama. Kemudian uji kesetiaan dan sumpah setia atau Baiat. Lalu mengikuti latihan dan pendidikan terorisme. Setelah lulus akan ditugaskan melakukan aksi terorisme.

“Mari menjaga daerah kita, agar paham atau idiologi yang menentang Pancasila tidak dapat masuk dan menyebar luas,” pesannya dalam rapat yang juga diadakan tanya Jawab dan diskusi yang dipandu Plt Asisten I Setkab Kubar, Misran Efendi.

Rapat antisipasi terorisme dan paham radikal yang dihadiri sekitar 500 orang, dipimpin Bupati Kutai Barat FX Yapan. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Diungkapkan Ketua DPD Hidayatullah Kubar, Muhammad, secara nasional dan organisasi Ponpes Hidayatullah telah mengeluarkan surat resmi berisi belasungkawa. “Kami mengutuk segala tindakan terorisme. Bersama MUI (Majelis Ulama Indonesia), kami memberi pemahaman kepada para santri (soal radikalisme). Kami juga bekerjasama dengan BIN (Badan Intelijen Negara) dan BAIS (Badan Intelijen Strategis),” katanya.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kubar, Abdul Saipul, menyebut ada upaya agar umat muslim fobia kepada agama Islam. Karena ada kepentingan pelaku-pelaku yang menguasai dunia untuk membuat nama agama Islam jelek di mata dunia. “Teroris ini sebuah paham ekstrem, paham keagaaman yang apabila tidak sepaham dengan mereka, maka dianggap kafir. Saya mendukung HTI dibubarkan, karena sudah jelas paham HTI kohut kepada negara Indonesia dan bertentangan dengan Pancasila,” ungkapnya.

“Saya ingin agar RT dan RW  dihidupkan kembali. Kita harus bekerjasama, jangan saling mencurigai satu sama lain. Saya minta Kodim dan Polres Kubar menindaklanjuti adanya indikasi kegiatan ormas terlarang di satu kecamatan dan mari kita beri pemahaman,” imbuh Zulkifli dari MUI Kubar. #Andri Anhar/Lilis Sari/Advertorial

Komentar Anda

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here