Pelayanan Kesehatan, Amankan Fasilitas Umum dan Beri Tempat Sementara

Prajurit Batalyon Infanteri 141/Aneka Yudha Jaya Prakosa turut mengevakuasi warga yang sakit dari lokasi banjir untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun. HUMAS KODIM 0912/KBR untuk KABARKUBAR.COM

LONG BAGUN – KABARKUBAR.COM
Banjir besar yang melanda Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu membuat ratusan rumah terendam air hingga ketinggian 1,5 meter. Jalan utama di Kampung Ujoh Bilang bahkan tampak lumpuh. Padahal sejumlah kantor instansi, termasuk Koramil 0912-03 Long Bagun ada di jalan tersebut. Anggota Tentara Nasional Indonesia pun tidak tinggal diam membantu warga yang menjadi korban banjir.

Curah hujan yang tinggi di hulu Sungai Mahakam selama sepekan terakhir hingga lusa kemarin, menyebabkan debit air sungai meluap. Di Ujoh Bilang sendiri, puluhan rumah, tempat ibadah, dan pasar, terendam banjir. Warga yang tinggal di bantaran Sungai Mahakam pun terpaksa mengungsi dengan membawa harta bendanya. Pos Komando Statis Satuan Tugas Operasi Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Malaysia dari Yonif 141/AYJP pun memberi bantuan kemanusiaan kepada warga yang terkena musibah.

Personel Yonif 141/AYJP bergerak cepat menuju lokasi banjir bersama anggota Koramil 0912-03 Long Bagun, untuk memberikan pertolongan kepada korban. “Sejak banjir melanda, prajurit langsung terjun membantu warga. Karena salah satu tugas TNI adalah melayani masyarakat dalam situasi bencana alam seperti banjir,” ujar Komandan Batalyon Infanteri 141/Aneka Yudha Jaya Prakosa, Letnan Kolonel Infanteri Muhamad Aan Setiawan, Rabu 8/11/2017 melalui sambungan telepon.

Mengevakuasi meski harus basah kuyub dan berjibaku di tengah banjir, Prajurit TNI AD dari Yonif 141/AYJP tidak kenal lelah. HUMAS KODIM 0912/KBR untuk KABARKUBAR.COM

Dijelaskan Letkol Aan Setiawan, meski menjadi alat pertahanan negara, TNI AD ambil bagian mengevakuasi warga setempat yang terjebak di dalam rumah. Saat air dengan cepat menggenangi, dan sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Tidak hanya mengevakuasi, Personel Yonif 141/AYJP, juga siap memberi pelayanan kesehatan di lapangan. Salah satunya menandu warga yang sakit untuk dibawa ke lokasi aman dari banjir. TNI juga mengamankan barang-barang dan fasilitas desa yang terendam air. Dan memberikan tempat tinggal sementara bagi korban banjir.

Hingga Senin 6/11/2017, para Prajurit masih melakukan evakuasi dan pembersihan rumah ibadah serta perbaikan fasilitas yang rusak. “TNI AD tidak hanya siap di medan tempur. Tapi harus manunggal dengan rakyat dalam situasi apapun. Karena bersama Rakyat TNI Kuat, maka TNI harus tetap bersama rakyat,” ungkap Komandan Komando Distrik Militer 0912/KBR, Letkol Rudi Setiawan.

“Hari ini air sudah surut, jalan sudah bisa dilintasi kendaraan, dan sebagian besar warga sudah kembali ke rumahnya. Kita berdoa, air tidak meluap lagi, agar aktivitas warga kembali normal,” imbuh Dandim.

Untuk diketahui, 350 Prajurit Yonif 141/AYJP tergabung dalam Satgas Ops Pamtas. Mereka akan bertugas selama 9 bulan dalam menjaga pertahanan di wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia. Para Prajurit diberangkatkan oleh Panglima Kodam II/Sriwijaya, Mayor Jenderal AM Putranto, pada Rabu 27 September 2017 dari Dermaga Pelabuhan Boom Baru, Sumatera Selatan. #Sonny Lee Hutagalung

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here