Satu Hektar Bisa Dapat Rp8 Juta Perbulan

Ketua DPRD Kutai Barat, Jackson John Tawi, mengundang pelaku usaha perkebunan untuk memaparkan potensi perkebunan di Kubar yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat selaku petani. KELVIN NURDIN/KABARKUBAR.COM

 BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Banyaknya lahan yang tidak dipergunakan atau dikelola di Kabupaten Kutai Barat, mengundang rasa prihatin dari Ketua DPRD Kubar, Jackson John Tawi. Sebab jika lahan tidur tersebut dikelola, bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Untuk itu, John Tawi mengajak masyarakat untuk bercocok tanam di lahan masing-masing.

Sabtu 21/4/2108, sekitar 50 warga Kubar dari berbagai kecamatan diberikan pemahaman tentang pemanfaatan lahan tidur. Dengan mendatangkan pelaku usaha perkebunan dari Jakarta, Dino dan Staf Dinas Perkebunan Kubar, Agus. Warga yang kebanyakan adalah anggota kelompok tani di kampungnya, diajari untuk menanami lahannya dengan komoditi yang menghasilkan uang.

“Tinggal pilih mau tanam apa, tergantung kemauan petani. Tapi yang mudah dan terbukti cepat menghasilkan uang ya tanam jagung,” kata John Tawi dalam pertemuan di Aula Rumah Jabatan Ketua DPRD Kubar, Kompleks DPRD Kubar, di Barong Tongkok.

Agus dari Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Barat, memperagakan cara kerja alat tanam jagung yang berbentuk seperti traktor tangan. KELVIN NURDIN/KABARKUBAR.COM

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini mengungkapkan, kebanyakan masyarakat masih belum menyadari potensi lahan mereka. Dan berpikir jika menjadi petani tidak dapat membuat sejahtera hidupnya. Padahal sudah terbukti banyak warga pendatang, hanya meminjam lahan warga di Kubar, bisa berpenghasilan besar dari bertani atau berkebun sayur dan buah-buahan.

“Kita punya insinyur, tapi orangtua kita lebih suka anaknya jadi pegawai. Padahal jadi petani pun bisa dapat penghasilan besar,” ujarnya di hadapan para petani yang beberapa di antaranya adalah kepala kampung atau petinggi.

Menurut Dino yang adalah pelaku usaha perkebunan, banyak komoditi pertanian bisa dikelola di Kubar. Namun yang mudah dan cukup menjanjikan saat ini adalah jagung yang bisa ditanami sendiri oleh warga. “Sekarang harga pasaran di seluruh Indonesia sudah mencapai Rp 4.000 perkilogram. Jika basah, dikurangi 2 persen dari harga,” ujar pria yang juga salah satu pengurus pusat Nahdlatul Ulama ini.

Pertemuan petani di Rumah Jabatan Ketua DPRD Kubar, Sabtu 21/4/2018, diikuti sejumlah petinggi dan anggota kelompok tani dari berbagai kecamatan. KELVIN NURDIN/KABARKUBAR.COM

Dino menjelaskan, menanami jagung di lahan seluas 1 hektar, bisa menghasilkan panen sekitar 8 ton, yang jika dijual mencapai Rp32 juta. Dengan masa tanam paling lama 4 bulan, berarti petani mendapat sedikitnya Rp8 juta setiap bulannya. Jika kesulitan atau membutuhkan alat-alat perkebunan, akan dibantu. Termasuk bantuan bibit dan pupuk. “Berapapun hasil panennya akan kami tampung, Jadi tidak perlu khawatir soal pemasaran, kami siap membeli,” katanya.

Soal menanam, kata Agus dari Disbun Kubar, ada alat tanam yang memudahkan kerja petani. Alat seharga Rp3 juta per unit itu berbentuk seperti taktor tangan atau hand tractor. Cara kerjanya tinggal didorong, bibit jagung akan tertanam otomatis. Dalam satu lobang ditanam dua biji jagung. “Di Kutim, ada Ketua Pramuka suruh anak-anak binaannya tanam jagung. Hasilnya lumayan besar dan bisa membiayai organisasi mereka, juga honor anak-anak itu,” ungkapnya sambil menunjukkan cara mengoperasikan alat tersebut.

Diakui Petinggi Muut, Marjani mengatakan, ada banyak lahan yang tidak dikelola. Namun hal itu bukan tidak diusahakan warga, tapi karena banyak tunggul atau bekas tebangan pohon besar. “Bagaimana caranya agar tunggul bisa dibuang dari lahan, itu yang perlu dipikirkan,” ungkapnya.

Menaggapinya, John Tawi meminta petani serius untuk berkebun. Jika ada kendala seperti banyaknya tunggul, ia akan mengupayakan alat untuk mencabutnya. “Jika serius bercocok tanam dan membutuhkan alat berat, akan saya bantu. Kita juga upayakan bantuan Rp 1juta tiap anggota kelompok tani untuk perawatan tanamannya,” pesannya.

Dalam pertemuan itu, Petugas Penyuluh Lapangan Kecamatan Bongan dan Jempang, Kasto, juga berbagi wawasan kepada petani yang hadir. Di antaranya, anggota kelompok tani dari Kecamatan Bentian Besar, Dempar, Barong Tongkok, Linggang Bigung dan Long Iram. #Kelvin Nurdin

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here