Monitoring Pelaksanaan Pembangunan oleh Komisi 1 dan Komisi 3

Empat Wakil Rakyat Kabupaten Kutai Barat saat melihat kondisi jembatan penghubung Kampung Muara Leban dan Kampung Long Iram Bayan, Kamis 19/4/2018. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

LONG IRAM – KABARKUBAR.COM
Sekretaris Kecamatan Long Iram, Bakaruddin, menyebut masyarakat di empat kampung telah menikmati terang dari Perusahaan Listrik Negara selama 24 jam sehari. Bahkan banyak rumah yang sudah diganti meteran listriknya dari model pascabayar menjadi prabayar. Sementara 7 kampung lainnya menunggu dialiari listrik oleh PLN Ranting Long Iram yang menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel.

“Soal listrik di 4 kampung, PLN sudah ganti ke voucher. Jadwal akhir maret, tapi masyarakat sudah menikmati 24 jam. Selama ini hanya 12 jam,” ujar Bakaruddin dalam pertemuan dengan 10 anggota DPRD Kabupaten Kutai Barat, Kamis 19/4/2018 di Aula Kantor Camat Long Iram.

Mereka adalah Astaman, Anselmus Tatang, Yansel, Yustinus Agus, Yudi Hermawan, Eddy Mulyadi, Ridwai, Yohanes Don Bosko Bulor, dan Jackson John Tawi yang juga Ketua DPRD Kubar.

Empat kampung yang sudah dialiari listrik 24 jam sehari itu adalah Long Iram Kota, Long Iram Ilir, Sukomulyo dan Kampung Anah. Sekcam berharap, kampung lainnya bisa mendapat kemudahan yang sama. “Selama ini warga harus mengeluarkan dana besar untuk mengoperasikan genset. Semoga kampung lainnya bisa segera menikmati listrik 24 jam sehari,” kata Bakaruddin di hadapan para kepala kampung dan tokoh masyarakat lainnya yang hadir.

Kunjungan kerja 10 anggota DPRD Kubar yang dipimpin Ketua DPRD Kubar Jackson John Tawi, dilakukan dengan menemui para kepala kampung dan aparat pemerintahan di Kecamatan Long Iram. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Ketua DPRD Kubar Jackson John Tawi mengakui seluruh anggota DPRD Kubar berjuang untuk merealisasikan listrik dari PLN. Tidak hanya di Long Iram, juga untuk puluhan kampung di sejumlah kecamatan yang belum mendapat listrik. “Semua anggota dewan berjuang. Ada yang ke PLN pusat, provinsi dan pihak terkait, agar masyarakat bisa menikmati listrik,” ujarnya dalam rapat yang dihadiri juga Kepala Kepolisian Sektor Long Iram, Inspektur Satu Pujiyono.

John Tawi menyebutkan, kedatangannya bersama 9 anggota DPRD Kubar lainnya adalah agenda resmi dari dewan, untuk memantau pelaksanaan pembangunan. Termasuk persoalan pasokan listrik ke rumah warga di Long Iram. Pekan depan, Komisi I DPRD Kubar akan mendatangi PLN Area Kaltim di Samarinda.

“Soal mati hidup listrik tidak hanya di Long Iram. Kami di tengah kota pun merasakan mati hidup. Tapi dewan akan terus berjuang agar semua kampung bisa menikmati listrik 24 jam sehari,” kata John Tawi yang adalah Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

“Jaringan listrik itu kami minta dan sudah disetujui sampai Long Iram Bayan. Kami tetap berusaha agar tetap terealisasi,” ungkap Astaman yang juga Politisi PDI Perjuangan.

Jackson John Tawi didampingi Sekretaris Kecamatan Long Iram, Bakaruddin, menyampaikan perjuangan seluruh anggota DPRD Kubar dalam hal jaringan listrik PLN. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Menurut Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya, Anselmus Tatang, PLN menargetkan pemasangan jaringan listrik sebanyak 25 ribu sambungan baru di Kubar dan Mahakam Ulu. “Ini yang perlu kita kejar. Semua kampung di Long Iram harus bisa dialiri listrik PLN,” katanya.

Sementara Yansel meminta masyarakat di Kampung Muara Leban, Muara Mujan dan Kelubaq dapat membuat surat pernyataan kepada PLN. Sebab program baru PLN untuk mengaliri listrik dari wilayah Kecamatan Tering hingga Muara Leban. “Biar tiang sudah dipancang, kalau bermasalah, PLN tidak akan mau (mengaliri listrik),”

Yansel menyoroti keluhan pihak PLN. Karena ada masyarakat yang tidak mau tiang listrik dipancang di lahannya. Ada juga yang tidak mau pohon dekat tiang listrik untuk ditebang. “Pemadaman listrik sering terjadi akibat pohon tumbang dan menimpa kabel. Itu akibat tidak boleh tebang pohon saat bersihkan lokasi tiang listrik,” kata Politisi Partai Demokrat ini.

Menanggapinya, Petinggi Muara Leban Aidin mengaku mereka telah membuat surat pernyataan yang diminta PLN. “Kami tidak akan meminta ganti rugi lahan yang dipancang tiang listrik. Dan setuju jika ada pohon yang mau ditebang di lokasi tiang listrik. Yang penting kami bisa menikmati listrik 24 jam sehari,” tegasnya. #Sonny Lee Hutagalung

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here