Di TKP Ada Kayu Bekas Tebangan dan Chain Saw

MUARA LAWA-KABARKUBAR.COM
Malang nasib Rinting (70), warga RT 2 Kampung Dingin Kecamatan Muara Lawa. Pamit hendak ke kebunnya pada Minggu 6 Agustus 2017, kakek ini ditemukan sudah tidak bernyawa keesokan harinya. Untuk mengetahui pasti penyebab kematian, jenazah korban dilakukan pemeriksaan mendalam oleh pihak berwenang di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie, Kota Samarinda.



Diungkapkan Kepala Kepolisian Resor Kutai Barat, AKBP Pramuja Sigit Wahono, pihaknya sedang melakukan penyelidikan dan penyidikan atas kasus tewasnya kakek Rinting. “Kita masih menunggu hasil Autopsi jenazah korban oleh Tim Ahli Forensik di Samarinda,” katanya pada Kamis, 10 Agustus 2017 di ruang kerjanya.

Dijelaskan Kepala Kepolisian Sektor Muara Lawa, AKP Hartono, kejadian berawal dari laporan kehilangan orang yang masuk ke Pos Polisi Sub Sektor Siwo pada Senin 7 Agustus 2017. Sekira pukul 19.30 Wita, didatangi Lusia (keponakan korban), melaporkan pamannya yang hilang di lahan perkebunan miliknya.

Usai menerima laporan, Polisi mendatangi Tempat Kejadian Perkara untuk mengecek kebenaran laporan tersebut. “Di perjalanan Polsek mendapat kabar bahwa korban sudah ditemukan oleh keluarganya dan sudah tidak bernyawa,” ungkapnya.

Dibeberkannya, Minggu sekira jam 2 siang, korban membawa bekal berupa pakaian, selimut dan manakan untuk keperluan membuka lahan perladangan. Kemudian berangkat ke ladang diantar cucunya, Tris Subekti. Karena akses ke ladangnya ada terpasang portal dan terkunci, korban turun dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar enam kilometer.

Di tengah perjalanan, korban sempat bertemu adiknya, Maring (60), yang masih tetangga di kampung. Tidak hanya Maring, ada lima orang warga lainnya yang bertemu korban dan sempat mengobrol sekitar 30 menit. Setelahnya, korban melanjutkan perjalananan menuju kebunnya sendirian.

Besoknya, sekitar jam 5 sore, cucu korban Sandro dan anak kandung korban, Nedi (40), menuju lokasi dengan maksud menjemput. Karena kemarinnya sudah dipesan korban agar dijemput. “Tapi kedua saksi tidak menemukan korban, meski sudah dipanggil beberapa kali dengan teriakan kakek, kakek. Akhirnya mereka pulang ke kampung dan menyampaikan pada pihak keluarga bahwa kakek Rinting hilang,” papar AKP Hartono.

Mendengar berita itu, keponakan korban, Fransiskus (37) bersama Maring, dan Nedi berangkat ke ladang untuk mencari korban. Sedangkan Lusia menuju Pos Polisi Siwo untuk melapor kejadian tersebut. “Sekitar jam 8 malam, Lusia menerima berita melalui telepon, bahwa saksi sudah menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia di ladang kebunnya,” jelas Kapolsek



Saat ditemukan di hutan yang letaknya sekitar 7 kilometer dari Jalan Trans Kaltim, korban masih mengenakan baju lengan panjang dan celana panjang, lengkap dengan sepatu. Posisi korban terlentang dengan kaki kanan tertekuk, dan posisi tangan kanan di atas perut, sementara tangan kiri berada di atas dada. Jam tangan masih melekat di tangan kiri dan cicin masih berada di jari tangan kiri.

“Di sekitar TKP terdapat kayu bekas tebangan dengan alat Chain Saw (gergaji mesin). Di dekat kaki terdapat parang mandau yang masih dalam sarungnya, dan sarung tangannya sudah terlepas,” pungkas AKP Hartono. #Sonny Lee Hutagalung

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here