Rama Asia Janjikan Pengaspalan Jalan Bentian Besar

Camat Bentian Besar, Mustam Komo, memberi cinderamata berupa tikar dari anyaman rotan khas Dayak Bentian kepada Gubernur Kalimantan Timur, Suwarna Abdul Fatah yang disaksikan Bupati Kubar, Rama Alexander Asia. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BENTIAN BESAR – KABARKUBAR.COM

Gubernur Kalimantan Timur, Suwarna Abdul Fatah, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kutai Barat pada Selasa, 27 September 2005. Ia meninjau situasi wilayah di perbatasan Provinsi Kaltim-Kalteng yang berada di Kampung Tukuq, Kecamatan Bentian Besar. Gubernur disambut Bupati Kutai Barat, Rama Alexander Asia bersama unsur Muspida Kubar beserta staf.

Diiringi puluhan mobil di panas menyengat dan perjalanan panjang, rombongan singgah di PT Gunungnayan Pratamacoal. Sebab rombongan berangkat dari Kota Samarinda pagi hari dan tiba di lokasi pertambangan batubara itu sekira pukul 13.50 wita. Seluruh mobil baik milik pemerintah propinsi dan kabupaten, mendapat bahan bakar minyak dari pihak perusahaan.

Dua jam lebih perjalanan ditempuh kembali mobil-mobil bergardan ganda yang membawa para petinggi pemprov untuk mencapai lokasi. Yakni Kampung Penarung, Dilang Puti, Sambung, Randa Empas, Tende, dan Tukuq. Melalui jalan berliku dan jalan menanjak dan menurun yang curam. Belum lagi ratusan lubang di sejumlah ruas jalan, dan belantara Kalimantan menjadi pemandangan biasa bagi rombongan.



Di tepi jalan tampak hanya menyisakan pohon-pohonkecil sebagai identitas diri yang hampir hilang dimakan kebakaran hutan awal tahun 1998 lalu. Juga akibat ‘tangan-tangan kasar’ yang tidak bertanggungjawab. Hanya memikirkan perutnya dengan menebangi pohon-pohonuntuk menumpuk materi.

Tiba di Randa Empas, rombongan disambut cahaya lampu terang benderang di malam hari itu. Deretan mobil yang parkir dan tenda-tenda yang didirikan bagaikan dalam sebuah acara jambore Pramuka.

Suwarna mengatakan, ini keempat kalinya ia mengunjungi kampung itu selama menjabat wakil gubernur sampai menjadi orang nomor satu di Kaltim. Meski perjalanan sulit, tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap memantau perkembangan di perbatasan kedua provinsi.

“Kalau dulu pada waktu saya jadi wakil gubernur, menuju Melak berhari-hari, ke Tukuq itu belum ada jalan. Kebetulan waktu itu jembatan di Belusuh belum selesai, saya sampai nyasar di hutan,” ujar Suwarna yang diangkat menjadi warga kehormatan oleh masyarakat Bentian dengan gelar Kilip (orang bijaksana, tampan, pemimpin, berkuasa).

Dengan gaya santai setelah makan malam, Suwarna mengenaikan setelan baju olahraga berlogo Porda II tahun 2002. Di hadapan masyarakat empat kampung (Sambung, Randa Empas, Tende dan Tukuq), ia mengakui perjalanan saat itu sangat melelahkan. Berangkat jam 7 pagi, dan tiba di tempat jam 7 subuh. “Tetapi sebagai kepala daerah saya harus tahu bagaimana kehidupan masyarakat,” ujarnya, mengenang kunjungannya saat otonomi daerah belum berlaku.

Suwarna menambahkan, adalah tugas Pemerintah Pusat untuk menghubungkan provinsi dengan provinsi. Tugas pemerintah provinsi untuk menghubungkan kabupaten dengan kabupaten. Sedangkan ke kecamatan adalah tugas bupati sebagaimana diatur dalam UUD Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah.



Gubernur menanggapi permintaan masyarakat yang disampaikan melalui Camat Bentian Besar, Rustam Komo. Agar pemerintah memberi perhatian lebih bagi peningkatan kualitas jalan poros dalam wilayah bentian. “Saya telah berbicara dengan Gubernur Kalimantan Tengah dan telah menyepakati akan melanjutkan proyek. Yakni perbaikan Jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan Kaltim dan Kalteng. Melalui Kecamatan Benangen di wilayah Kalteng dan Bentian Besar di Kaltim,“ katanya.

Sebagai pelaksana proyek, PT Mahir Jaya Mahakam Raya, disebut telah menunjukkan kepada masyarakat rencana-rencana pemerintah tersebut dengan bukti nyata. Berupa proyek yang sedang berjalan di beberapa tempat. Gubernur juga menyarankan perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di Kubar untuk membuat Power Plant sebagai wujud kepedulian bagi masyarakat.

Khusus kepada pimpinan PT Trubaindo Coal Mining atau Banpu, Chirasak Chantapenalin, diisntruksikan langsung terkait tenaga kerja. Juga memberi jatah 50 persen diisi masyarakat asli Bentian Besar di perusahaan tambang itu.  Banyaknya investor yang ingin mengadu nasib di Kubar juga menjadi hal yang diangkat gubernur. Supaya masyarakat dapat memanfaatkan lahan-lahan tidur karena perkebunan kelapa sawit adalah bidang yang banyak diincar para investor disamping pencanangan sejuta hektar sebagai langkah awal.

“Saya akan membantu pembangunan dua lokal Sekolah Dasar di Randa Empas ini,” pungkas Suwarna, menyadari proses belajar mengajar di kampung itu tidak akan epektif  dengan gedung SD yang memiliki dua ruangan saja.

Rama Asia mengajak masyarakat menyiapkan lahan secara baik dan tidak ada permasalahan antar pemilik atau sengketa. Seba salah seorang pengusaha, Yusuf Merukh, telah meminta 500 ribu hektar lahan untuk dikelola dalam investasi kelapa sawit. Ini sebagai langkah pemerintah dalam fokus pelayanan prasarana dan ekonomi kampung.

Pemkab Kubar berkomitmen, dalam lima tahun untuk mewujudkan permintaan masyarakat Bentian. Agar jalan poros dapat segera diaspal dengan merencanakan sebagian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten. Ditambah APBD Provinsi tahun anggaran 2006-2011 untuk peningkatan kualitas jalan, Listrik Desa dan pelayanan kesehatan.



Hal itu juga bentuk ‘balas budi’ kepada Pemprov Kalimantan Tengah yang membantu menyediakan pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan. Karena banyak tenaga kesehatan Kubar di sana ‘melarikan diri’ tidak tahan dengan situasi kampung yang sulit dijangkau. “Maka dengan jalan akses yang baik, diharapkan para pelayan kesehatan akan dapat ‘betah’ lebih lama tinggal di mana mereka ditempatkan,” kata Rama Asia.

Malam hari diisi juga hiburan rakyat yang diiringi lagu-lagu dangdut oleh dua artis cantik dari Putram Band. Usai penyerahan cinderamata dari masyarakat bagi para pejabat yang sebagian membawa serta keluarga, masyarakat bergembira ria. Tampak ikut dalam hiburan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kaltim, Awang Darma Bakti. Juga James Tuwo, Anggota DPRD Kaltim dari Partai Demokrat.

Tidak ketinggalan berjoget ria, Rama Asia dan Suwarna. Kepala Dinas Perhubungan Kubar, Abednego, turut bergabung memeriahkan semaraknya malam yang penuh keakraban sekaligus pelepas lelah dalam perjalanan panjang. #Sonny Lee Hutagalung

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here