Menari Hudoq 24 Jam Non Stop dan Tampilkan Wanita Telinga Panjang

Hudoq menjadi salah satu seni tradisional Dayak di dataran hulu Sungai Mahakam yang diharap menjadi penarik minat para wisatawan berkunjung ke wilayah Kabupaten Mahakam Ulu. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

LONG BAGUN – KABARKUBAR.COM

Ribuan tamu, undangan dan peserta Festival Hudoq Cross Border 2019 di Kabupaten Mahakam Ulu telah berdatangan. Acara yang digelar pada 23-26 Oktober 2019 ini akan diisi berbagai kegiatan bertema seni dan budaya Suku Dayak di dataran hulu Sungai Mahakam. Rencananya, akan dilakukan upaya mencetak rekor untuk Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).



Mengambil tema ‘Persembahan Dari Jantung Borneo, Dari Perbatasan Untuk Peradaban’, festival ini akan menampilkan parade Hudoq serta tarian tradisional dan kreasi. Juga ditampilkan permainan tradisional, kuliner tradisional, musik tradisional dan wanita bertelinga panjang.

Di tahun 2018 lalu, festival seni budaya itu berhasil mencetak rekor MURI dalam kategori Penari Hudoq Terbanyak. “Tahun ini akan mencetak rekor MURI dalam kategori menari Hudoq selama 24 jam non stop,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Mahakam Ulu, Kristina Tening, Rabu 23/10/2019.

Dalam Festival Hudoq Cross Border 2019 ditargetkan untuk mencetak rekor MURI dalam kategori Menari Hudoq selama 24 jam non stop. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Kristina Tening menjelaskan, Festival Hudoq Cross Border 2019 akan dibuka oleh Bupati Mahakam Ulu, Bonifasius Belawan Geh pada Kamis 24/10/2019 besok. Pembukaan nanti akan dihibur dengan oleh penampilan musisi Sapeq Dayak, Uyau Moris, dan penyanyi Micky AFI. Pada Festival Hudoq Cross Border 2019 juga digelar pameran pembangunan, kuliner dan para pedagang aksesoris produk tradisional khas Dayak.

Dalam kegiatan yang telah masuk kalender tahunan di Kementerian Pariwisata Republik Indonesia ini, sejumlah tamu ada dalam daftar undangan. Antara lain, dari Kementerian Pariwisata, Dinas Pariwisata Se-Kaltim.

“Termasuk Dinas Pariwisata di Pulau Kalimantan yang masuk dalam program Cross Border, yakni Kaltim, Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat,” kata Kristina Tening yang pernah menjabat Kepala Kantor Kepegawaian Daerah Mahulu ini.



Festival yang ditargetkan menjadi ajang promosi pariwisata ini diharap menjadi magnet bagi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia untuk datang ke Mahulu. serta mempromosikan produk khas lokal masyarakat Dayak di Kab Mahulu. #Lilis Sari

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here