Baru 1.719 Dari 5.972 Penduduk Yang Sudah Punya KTP

SEKOLAQ DARAT – KABARKUBAR.COM
para pegawai di Kantor Kecamatan Sekolaq Darat harus bersabar oleh tingkah laku masyarakat setempat. Khususnya saat menghadapi warga yang sedang mengurus pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Karena tidak jarang ada yang memperlihatkan sikap memaksa. Meski membutuhkan waktu beberapa hari, warga mendesak KTP dapat selesai dalam hitungan jam dan dapat dipergunakan.

Menurut Camat Sekolaq Darat, FX Kaswi, seringkali masyarakat baru sibuk mengurus KTP setelah ada keperluan yang hendak diurus membutuhkan KTP. Akibatnya mereka datang ke kantor dan mendesak pihak kecamatan untuk segera mengeluarkan KTP pada saat itu juga.



“Makanya pihak kecamatan merasa tertekan dan bekerja menjadi tertatih-tatih menghadapi kelakuan warga. Tapi apa boleh buat, harus sabar dan melayani warga dengan baik,” ungkapnya pada Jumat, 8 Desember 2006  di ruang kerjanya.

Diakui Sekretaris Kecamatan Sekolaq Darat, Herminus Paelongan, untuk membuat sebuah KTP membutuhkan waktu beberapa hari. Dikenakan biaya sebesar Rp 8.000, dan sempat direncanakan naik menjadi Rp 10.000. Namun muncul gelombang protes untuk tetap bertahan di harga awal.

Camat Sekolaq Darat, FX Kaswi, menegaskan komitmen pelayanan masyarakat. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Sewaktu Kecamatan Sekolaq Darat resmi berdiri pada 13 Februari 2004, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Agar segera membuat KTP, tanpa dipungut biaya apapun alias gratis.

Namun pada tahun berikutnya, pihak kecamatan menetapkan biaya administrasi sebesar Rp 8.000 setiap warga yang hendak membuat KTP. “Hanya saja hingga saat ini masih banyak yang tidak mengurus KTP. Karena merasa tidak pernah melakukan perjalanan atau kegiatan jauh dari Kubar,” kata Herminus.

Lebih lanjut Herminus mengungkapkan, saat ini penduduk Kecamatan Sekolaq Darat mencapai 5.972 jiwa yang tersebar di tujuh kampung. Yakni Sekolaq Darat, Sekolaq Joleq, Sekolaq Oday, Sumbersari, Sumberbangun, Sekolaq Mulia dan Srimulyo. Sementara yang telah memiliki KTP baru 1.719 jiwa dan 2.695 jiwa lagi masih ditunggu untuk segera mengurus KTP.



Menyinggung sumber kehidupan masyarakat setempat, Herminus menyebut mayoritas warga adalah Petani yang mencapai 2.366 orang. Disusul Swasta sebanyak 467, Buruh 395 dan Nelayan 5 orang. Sumber ekonomi yang paling dominan kebanyakan bertani karet. Hampir tidak ada lahan kosong yang dibiarkan percuma dan semuanya dipenuhi karet.

Setiap pekan warga mendapatkan uang dari hasil menjual getah karet. “Ada beberapa TKK (Tenaga Kerja Kontrak), sebelum berangkat ke kantor mereka sekitar jam 4 pagi sudah berangkat ke kebun karet. Untuk menyadap dan sekitar pukul 08.00 wita sudah berada di sini,” katanya. #Sonny Lee Hutagalung

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here