Tradisi Hudoq Mengandung Makna Sosial Dan Ekonomi

Bupati Mahakam Ulu, Bonifasius Belawan Geh mengatakan, Festival Hudoq Cross Border 2019 dapat memupuk rasa persaudaraan, persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

LONG BAGUN – KABARKUBAR.COM

Bupati Mahakam Ulu, Bonifasius Belawan Geh, membuka pelaksanaan Festival Hudoq Cross Border  2019 yang akan berlangsung hingga Sabtu 26/10/2019. Ditandai pemukulan Tuvung (Gendang Panjang), bersamaan dengan pemukulan gong oleh Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang. Bupati mengingatkan agar masyarakat adat suku Dayak tetap mencintai dan menjaga budaya yang telah diwariskan para leluhur.



Bonifasius mengatakan, Hudoq Cross  Border dapat memupuk rasa persaudaraan, persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebab dalam Hudoq terkandung nilai kebudayaan yang tinggi. Yang mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam membangunan Mahulu.

“Hudoq Cross Border sekaligus memperlihatkan dan menumbuhkan rasa cinta akan budaya leluhur. Terutama dalam upaya pelestarian seni dan budaya di tengah modernisasi dan teknologi masyarakat saat ini,” kata Bonifasius saat sambutan di Lapangan Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kamis 24/10/2019.

Penari Hudoq bersiap mengikuti Parade Hudoq di pembukaan Festival Hudoq Cross Border 2019 Kabupaten Mahakam Ulu, Kamis 24/10/2019. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Bupati menyebut, filsafat dan sejarah Hudoq adalah hasil cipta karsa para leluhur etnis Dayak yang diwariskan hingga saat ini. Dengan tujuan agar seluruh warga etnis Dayak tetap memiliki ikatan batin dengan budaya dasarnya.

“Peradaban moderen etnis Dayak akan berinteraksi dengan etnis lainnya dalam bingkai kemasyarakatan multi kultural. Sehingga Hudoq merupakan salah satu falsafah hidup yang kukuh di dalam etnis Dayak hingga saat ini,” katanya.

Ia berharap, melalui Festival Hudoq Cross Border yang diadakan kedua kalinya di tahun ini, dapat tercipta kebersamaan. Juga mampu menjadi salah satu mesin penggerak pembangunan Mahulu, terutama di bidang seni dan budaya.

Pembukaan Festival Hudoq Cross Border 2019 dihadiri Wakil Bupati Mahulu Yohanes Juan Jenau, Ketua DPRD Mahulu Novita Bulan, tokoh masyarakat Mahulu dan sejumlah pejabat dari berbagai daerah. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

“Hudoq adalah seni budaya wairsan leluhur etnis Dayak. Di dalamnya mewariskan semangat kebersamaan kerja nyata dan kerja cerdas. “Besar harapan saya, agar seni dan budaya yang telah turun menurun ini, tetap terus dijaga dan dipertahankan kelestariannya,” ucap Bonifasius.

Tradisi Hudoq sendiri mengandung makna sosial dan ekonomi. Yakni dalam pagelaran itu berdatangan tamu dan undangan serta ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Hal itu menurutnya, akan menghidupkan Usaha Mikro Kecil Menengah masyarakat. Selain mencerminkan sikap gotong-royong, sikap gotong-royong selalu hidup di dalam masyarakat Dayak.

Kepada Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Mahulu, diminta berkoordinasi dengan Kementerian terkait, guna mendapatkan lisensi resmi Hudoq Cross Border Mahulu. Terutama Kemenkum HAM dan Kementerian Pariwisata.



Hadir pada pembukaan Festival Hudoq Cross Border 2019 itu, Wakil Bupati Mahulu Yohanes Juan Jenau, dan Sekda Mahulu Yohanes Avun. Ada juga Ketua DPRD Mahulu Novita Bulan beserta sejumlah Anggota DPRD Mahulu. Tampak hadir sejumlah pejabat teras di lingkup Pemkab Mahulu dan Pemkab Kubar, serta kepala dan perwakilan instansi vertikal dari Kubar.

Selain Wali Kota Samarinda beserta rombongan, hadir pula tamu dan undangan dari Kota Balikpapan, Kota Bontang, Kukar, dan Kubar. Tidak ketinggalan Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Kaltim, dan Kementerian Pariwisata RI. #Lilis Sari

Komentar Anda

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here