Ada Arung Jeram dan Rencana Buka Trek Motor Trail Offroad

Bupati Kutai Barat, FX Yapan, berkunjung ke objek wisata alam Batuq Bura di Kampung Lakan Bilem, Kecamatan Nyuatan pada Jumat, 17 Juli 2020. ISTIMEWA/KABARKUBAR.COM

NYUATAN – KABARKUBAR.COM
Tidak ingin berpuas diri, Pemerintah kampung Lakan Bilem  di Kecamatan Nyuatan berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Desa atau PADes setempat. Melalui Badan Usaha Milik Kampung atau BUMKam, memaksimalkan potensi di kampung. Untuk jadi sumber pendapatan serta meningkatkan perekonomian masyarakat dengan menggunakan Alokasi Dana Desa.

Didukung sumber daya alam yang kaya, BUMKam hadirkan destinasi wisata baru yang diberi nama, Bumi Perkemahan Batuq Bura. Lokasinya berada di kawasan Batuq Bura, RT 1 Kampung Lakan Bilem. Destinasi ini rencananya akan diresmikan oleh Bupati Kutai Barat, FX Yapan, pada Rabu, 5 Agustus 2020 mendatang.

Pembangunan jalan berupa semenisasi yang mempermudah akses pengunjung dari dan ke Bumi Perkemahan Batuq Bura. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

Tidak hanya untuk kegiatan perkemahan, pengunjung juga bisa menikmati arung jeram sepanjang 800 meter.  “Saat ini pemerintah kampung sedang dalam tahap semenisasi jalan masuk ke area wisata,” ungkap Kepala Kampung atau Petinggi Lakan Bilem, Yosianus Moja pada Selasa, 21 Juli 2020.



Yosianus Moja mengatakan, jalan semenisasi ini sekaligus membuka akses jalan lainnya menuju obyek wisata Jantur Lakan. Melewati dua anak Sungai Lakan, rencananya akan dibangun jembatan gantung dari kabel baja untuk menyeberang. Sebelumnya wisatawan harus melewati jalan semenisasi sepanjang 200 meter di Gunung Mayat.

Di ujung jalan semenisasi, harus berjalan kaki meniti ratusan anak tangga yang terbuat dari beton menuju lokasi Air Terjun Lakan. Bagi pengunjung yang ingin berkemah, bisa menggunakan tenda sendiri atau menyewa tenda yang disediakan.

Pintu masuk Bumi Perkemahan Batuq Bura yang tampak selalu ramai pengunjung, khususnya pada hari libur. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

BUMKam Lakan Bilem sedang memesan perahu karet untuk arung jeram. Saat ini hanya bisa menggunakan pelampung ban. “Semenisasi tahun ini sekitar 100 meter, akan kita lanjut tahun depan hingga 600 meter. Kita juga sedang membangun fasilitas penunjang, seperti beberapa gazebo dan toilet,” katanya.

Mengingat terbatasnya anggaran tahun 2020 ini, pembangunan jembatan gantung direncanakan untuk tahun depan. “Sekaligus juga berencana membuka arena trail offroad buat komunitas motor trail,” kata Yosianus Moja kepada Kabarkubar di sela mengawasi pembangunan yang sedang dikerjakan.

Tangga beton sebagai akses menuju Sungai Lakan di objek wisata alam Batuq Bura. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

Saat ini, pihak pemerintah kampung sedang membahas regulasi untuk pengelolaan objek wisata. Dikenakan tarif Rp5.000 untuk tiket sekali masuk, dengan pembatasan jumlah pengunjung di masa wabah virus corona ini.

“Sehingga nantinya saat sudah serah terima penggelolaan dengan BUMKam, bisa berjalan seperti yang kami harapkan,” terang petinggi.



Hingga sekarang, di Lakan Bilem sudah ada objek wisata Jantur Lakan dan Bumi Perkemahan Batuq Bura yang dikelola oleh BUMKam Lakan Bilem. Sedangkan objek wisata Gunung S, dikelola oleh pemilik lahan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Kutai Barat, Faustinus Syaidirahman, turut menikmati keindahan alam di Bumi Perkemahan Batuq Bura. ISTIMEWA/KABARKUBAR.COM

Disinggung retribusi pengelolaan objek wisata kepada kampung, diakui ada setoran pada bulan pertama dan kedua pasca peresmian. “Bulan berikutnya sampai sekarang, belum ada. Kami sangat berharap kerja sama pihak pengelola dan pemerintah kampung,” tutup Yosianus Moja.

“Rasanya gak pengen pulang. Sangat senang menikmati pemandangan hutan yang masih lebat, udara yang segar, suasana yang tenang dan teduh,” kata Lukas, wisatawan asal Barong Tongkok yang berkunjung bersama keluarga. #Sunardi

Komentar Anda

Komentar

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here