Rencanakan Wisata Alam Dibuka Tahun 2020

Kepala Kampung Juaq Asa, Adrianus, menyerahkan uang dari hasil pembagian keuntungan yang didapat dari Wisata Air Hemaq Beniung kepada Bendara Kampung Juaq Asa, Selasa 20/8/2019. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR. COM

Sejak dibuka untuk umum pada 20 Maret 2019, Objek Wisata Air Hemaq Beniung telah menghasilkan pendapatan senilai Rp400 juta. Akumulasi dari pendapatan dikumpulkan oleh Pemerintah Kampung Juaq Asa dan masyarakat yang terlibat, sebagian besar diberikan kepada warga setempat. Selain untuk pengembangan lokasi wisata itu, juga untuk kepentingan umum masyarakat.



Diungkapkan Kepala Kampung (Petinggi) Juaq Asa, Adrianus, ada kesepakatan skema pembagian rupiah yang dihasilkan dari Hemaq Beniung. Yakni 30 persen masuk ke kas Pendapatan Asli Daerah setempat, 30 persen diserahkan kepada tujuh pemilik lahan, dan 20 persen untuk pengembangan lokasi wisata. Sisanya, masing-masing 10 persen untuk dana sosial dan dana pendidikan atau beasiswa.

Salah satu fasilitas di lokasi Hemaq Beniung yang memanjakan pengunjung dengan keteduhan pohon-pohon rindang dan pemandangan alam yang asri. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

“Kita mau, pendapatan Hemaq Beniung dirasakan semua warga Juaq Asa. Itulah sebabnya pembagiannya ada dana untuk pelajar dan bantuan sosial kepada warga. Bukan saja cuma yang tidak mampu, meski mampu kalau ada kedukaan, tetap kami berikan bantuan sosial,” katanya, Selasa 20/8/2019 di Kantor Petinggi Juaq Asa.



Dijelaskannya, Badan Usaha Milik Kampung (BUMKa) Kemang Juaq Asa menjadi pengelola dengan membentuk Unit Pelaksana Teknis Wisata Air Hemaq Beniung. Namun, tidak terbatas pada 14 orang yang dipercayakan sebagai tenaga teknis. Seluruh warga Juaq Asa, termasuk tujuh pemilik lahan ikut dilibatkan. Setidaknya ada 50 kepala keluarga ikut terlibat langsung.

Rahmah, salah seorang dari tujuh pemilik lahan di lokasi Wisata Air Hemaq Beniung, menerima dana sesuai kesepakatan pembagian hasil atau keuntungan pengelolaan setiap bulannya. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

“Kita mau masyarakat berdaya, makanya semua fasilitas diadakan warga. Agar mereka ikut terlibat dan bisa mendapat rejeki juga dari Hemaq Beniung,” ungkap Adrianus yang meraih gelar Sarjana Teknik para tahun 2008 dari Universitas Negeri Malang.

Soal pelibatan masyarakat, menurut Adrianus, berkaca dari hasil mempelajari pengelolaan objek wisata sejumlah desa di Provinsi Jawa Tengah. Hemaq Beniung tidak meniru pengelolaan dengan ditangani penuh oleh BUMKa, tapi benar-benar melibatkan warga setempat. “Kalau di Jawa, fasilitas diadakan atau dibeli oleh BUMKa, tapi kita di sini diadakan warga. Jadi semua berkesempatan berusaha di Hemaq Beniung,” jelas pria yang sempat berstatus PNS dan menjadi Guru SMK Teknologi di Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2010-2013.

Pengunjung Wisata Air Hemaq Beniung sangat ramai di saat tertentu, seperti hari raya keagamaan. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Ia menambahkan, meski UPT Hemaq Beniung punya 14 tenaga pengelola, tapi fasilitas yang ada diserahkan kepada anak-anak usia sekolah. Sepulang sekolah, anak-anak diharap bisa mengisi waktu luang dengan hal positif dan menghasilkan. Didampingi Karang Taruna setempat, anak-anak dilatih disipilin kerja dan teknis melayani pengunjung Hemaq Beniung. Tiap kelompok berisi 10 sampai 14 orang.

Tidak hanya mendapat rejeki, anak-anak dilatih kesabaran dan sistem kerja yang benar. Karena sebelum mulai berkegiatan, ada apel layaknya pekerja perusahaan. Tapi bukan berarti mempekerjakan anak, karena tetap mengutamakan sekolah mereka. Jika ketahuan masuk kerja di jam sekolah, mereka akan diskor.

Salah satu fasilitas yang diminati pengunjung untuk spot mengabadikan momen dalam gambar. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

“Mereka diajar melayani pengunjung sebagai Raja. Mereka dilatih disiplin, sabar, harus tetap senyum meski berat beban kerjanya. Hari biasa bisa dapat Rp200 ribu perorang setiap minggu, dan saat lebaran kemarin, tiap anak dapat Rp590 ribu,” jelas Adrianus.



Saat ini, Hemaq Beniung yang berada di lahan konsesi seluas 48,85 hektare itu sudah berdiri tujuh gazebo atau pondok beristirahat. Tiga berukuran 4×4 meter, tiga lagi berukuran 2×3 meter dan satu berukuran 4×12 meter. Tahun 2019 ini fasilitas yang ada akan ditambah, berupa titian sepanjang 100 meter, musholla dan enam ruangan toilet. #Sonny Lee Hutagalung

Komentar Anda

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here