Terapkan Protokol Kesehatan dan Pelanggan Tidak Menunggu di Bengkel

Bengkel Agripinus Andung di Simpang Tugu, Kampung Linggang Bigung, yang diakui sepi sejak wabah corona muncul di Kabupaten Kutai Barat. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

LINGGANG BIGUNG – KABARKUBAR.COM
Sudah jadi pembicaraan umum, perputaran roda ekonomi sedang macet di berbagai sektor usaha. Dari pengusaha kelas atas, hingga usaha kecil milik pribadi. Tidak hanya para eksportir dengan omset ratusan miliar, pedagang dengan angka penjualan ratusan ribu rupiah pun menjerit. Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 menjadi biang keladi.



Hal sama dirasakan Agripinus Andung, pria berusia 45 tahun. Bengkel Tambal Ban yang dimilikinya cukup terdampak oleh situasi pandemi. Pengunjung atau pelanggan sangat berkurang dari biasanya. Padahal bengkel ini cukup dikenal masyarakat sekitar, bahkan di kalangan supir taksi antar kota jurusan Kubar-Samarinda-Balikpapan.

“Sempat tutup sebulan lebih karena corona ini,” katanya pada Jumat, 26 Juni 2020 di bengkel yang terletak di Simpang Tugu Kampung Linggang Bigung, Kecamatan Linggang Bigung.

Agripinus Andung tetap semangat menjalankan usaha yang dirintisnya sejak empat tahun lalu. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

Sepinya bengkel semakin tampak, dengan minimnya pelanggan yang datang. Padahal bengkel ini tidak hanya melayani tambal ban, tapi juga berbagai layanan servis kendaraan. Seperti spooring ban, untuk meluruskan kembali kedudukan empat roda mobil seperti awal, sesuai dengan settingan pabrik.

Bengkel juga melayani ganti oli, perawatan mesin serta penggantian dan pemasangan sparepart atau suku cadang baru dengan biaya yang cukup bersahabat. Sebelum adanya wabah corona, bengkel ini juga melayani servis panggilan dari warga sekitar.

Sering juga mendapat panggilan oleh perusahaan yang beroperasi di kawasan Kecamatan Linggang Bigung dan Kecamatan Tering. Sehingga kalau dihitung, pendapatannya di atas Rp10 juta perbulan dari usaha yang dirintis empat tahun lalu.

Rejeki tidak kemana, selalu ada pelanggan yang datang untuk menambal atau mengganti ban, dan meminta servis kendaraan di Bengkel Agripinus Andung. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

“Ya terpaksa harus buka bengkel lagi, karena ini satu-satunya mata pencarian saya. Biar omset turun lebih dari 50 persen,” ungkap pria yang akrab disapa Andung ini.

Mengantisipasi penyebaran Covid-19, Andung tetap menerapkan protokol kesehatan saat membuka bengkelnya. “Saya juga bersyukur, sekarang pelanggan cuma antar ban untuk diganti atau tambal. Kendaraan yang diservis juga tanpa harus ditunggui,” tambah pria kelahiran Tering ini.



“Kalau mobil ada masalah, agak repot saya kalau bengkel ini nggak buka. Soalnya saya sudah tiga tahun lamanya langganan servis di sini. Kerjanya teliti, hasilnya baik dan bisa harga teman,” kata Niko, pelanggan yang berasal dari Kampung Tutung saat mengganti ban mobilnya. #Sunardi

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here