Ciptakan Beragam Model dan Ukuran Perkakas Rumah Tangga

Munir Khan (50), warga RT 07 Kampung Balok Asa, Kecamatan Barong Tongkok, yang kreatif mencetak rupiah dari limbah kayu. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Kreatif membuat Munir Khan (50) dapat tambahan penghasilan yang tidak sedikit setiap bulannya. Hanya dengan memanfaatkan kayu yang terbuang atau limbah kayu, warga RT 07 Kampung Balok Asa Kecamatan Barong Tongkok ini mencetak rupiah. Bahkan dalam sebulan, ia mendapatkan omset mencapai puluhan juta rupiah.

Di tangan Munir Khan, limbah kayu yang berupa potongan tidak terpakai dalam beragam bentuk, disulap menjadi karya seni bernilai tinggi. Dimulai dengan memanfaatkan limbah kayu dari lokasi bekas beroperasinya perusahaan kayu. Yang bagi sebagian orang potongan kayu tersebut dianggap tak berguna. Bahkan hanya bisa jadi kayu bakar atau dibiarkan begitu saja menjadi lapuk.



“Sejak dua tahun lalu, saya jadikan kerajinan tangan berupa kerajinan perkakas rumah tangga yang bernilai jual,” ungkap Munir Khan yang di Kampung Balok Asa dikenal Bapak Ari.

Saat ditemui KabarKubar di rumahnya, Munir Khan terlihat sedang sibuk membuat beragam bentuk perkakas rumah tangga. Kayu sebagai bahan dasarnya juga tidak hanya sejenis, tapi bermacam dan juga berbeda-beda bentuk serta ukuran. Ada jenis Ulin, Bengkirai, Banggeris, dan Nangka.

Beragam produk berupa perkakas rumah tangga diciptakan tangan kreatif Munir Khan. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

Di tangannya, beragam kayu itu dijadikan meja, kursi, lesung, cobek, alat dulang dan bermacam peralatan dapur lainnya. “Sayang saja kalau tidak dimanfaatkan. Dari pada dibiarkan begitu saja, kenapa tidak diolah menjadi barang yang bisa dijual. Tentu diiringi dengan modal utama Niat dan semangat mengatasi kesulitan hidup,itu saja,” kata Munir Khan, yang hasil karyanya telah merambah pasar di luar Pulau Kalimantan.

Diakuinya, kerajinan perkakas rumah tangga itu sukses menarik minat konsumen. Selain memang diperlukan rumah tangga, harganya pun cukup terjangkau. Produk kerajinan ini ada yang dibandrol mulai Rp20 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung ukuran serta model yang dipesan.



Selain dijual di pasar lokal produk kerajinan buatan Munir, sudah dilirik konsumen dari luar Kalimantan. Terbukti dengan adanya pesanan dari Jakarta. Hanya bermodalkan mesin bor, gerinda tangan, mesin serut, mesin pemotong atau circle, pahat, amplas dan gergaji kecil.

Munir Khan berharap, pemerintah daerah dapat membantu mempromosikan karyanya. “Dan kalau bisa dibentuk wadah semacam koperasi untuk menampung hasil kerajinan ini. Dengan ada wadah ini, tentu akan menarik yang lainnya untuk ikut memanfaatkan limbah kayu,” katanya. #Sunardi

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here