Siapkan Diri Menuju Kursi Bupati Kubar Tahun 2026

Ekti Imanuel bersama Samuelson Parayu, paman yang diakui menjadi seorang pemberi jalan bagi perjalanan karir di dunia kerja pada tahun 1996 silam. EKTI IMANUEL Untuk KABARKUBAR.COM

SAMARINDA – KABARKUBAR.COM

Tanggal 2 September menjadi hari penting dan bersejarah bagi perjalanan hidup seorang Ekti Imanuel. Sebab baginya, di tanggal itu ada dua momen yang menjadi tonggak dalam karirnya di dunia kerja dan politik. Itu menjadi satu penanda, kisah hidupnya yang dimulai dari perusahaan pertambangan emas, PT Kelian Equatorial Mining, hingga kemarin (Selasa 2/9/2019) resmi menjadi Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur.



“Tanggal 2 September 1996 saya masuk kerja di PT KEM. Ini rangkaian 23 tahun dari masa lulus sekolah hingga hari ini, 2 September 2019, saya sah menjadi Anggota DPRD Kaltim periode 2019-2024. Saya tidak pernah bermimpi berada di posisi ini,” ungkap Ekti Imanuel, saat syukuran pribadi di Hotel Mesra, Kota Samarinda, Selasa 2/9/2019 malam.

Ayah dari Diaz Febrizio Imanuel, Keysia Ceristabele Imanuel dan Joshua Evander Imanuel ini melanjutkan, ada puncak rangkaian 23 tahun itu. Yakni pada enam bulan terakhir sebelum Pemilu 2019. Banyak dukungan mengalir dari saudara, kerabat, maupun rekan di organisasi. seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia, Komite Olahraga Nasional Indonesia, Ikatan Motor Indonesia, dan lainnya. “Hari ini saya dilantik. Banyak keluarga dan teman yang bantu, sangat berterimakasih telah mendukung saya,” ujar Ekti Imanuel.

Bersama mereka yang menjadi rekan dalam organisasi kepemudaan dan olahraga. EKTI IMANUEL Untuk KABARKUBAR.COM

Dikisahkan suami dari Nurmala Suciati ini, ia baru tiga bulan tamat dari STM Samarinda, saat masuk bekerja sebagai mekanik di Processing Plant (pabrik pengolahan bijih emas) PT KEM. Diakuinya, itu tidak lepas dari bantuan pamannya, Samuelson Parayu, yang kala itu cukup dekat dengan para pimpinan atau manager PT KEM. “Om ini (Samuelson Parayu) orang pertama bantu proses kerja saya di PT KEM. Dia yang bikin memo berbahasa Tunjung (Inggris, Red), jadilah mekanik di process plant,” imbuhnya.

Ekti Imanuel mengenang sejumlah kawan yang merupakan ‘orang lokal’ Hulu Mahakam, kini sudah menjadi Kabupaten Kutai Barat. Khususnya mereka yang satu departemen atau seksi di Process Plant PT KEM. Antara lain, Thamrin Manurung, Alimansyah (Ukon), Gabriel Silam, Ahmad Syaiful (Haji Acong), Freddy, Yulianus Satria, Ago dan Herry yang adalah Gembala sebuah gereja di Kampung Melapeh Baru. “Mereka di Operation Process Plant, sedangkan di Mechanical hanya saya orang lokal,” jelasnya.

Pada tahun 2006, Ekti Imanuel berhenti bekerja di PT KEM. Berbarengan penutupan tambang atau Mine Closure perusahaan yang telah beroperasi di rimba belantara kawasan Sungai Kelian dan Sungai Namuq sejak tahun 1986. Namun dua tahun sebelum itu, ia telah terjun ke dunia politik dengan menduduki posisi Ketua PAC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kecamatan Linggang Bigung.

Anak bungsu dari sembilan bersaudara ini menjadi salah satu sosok yang turut berjuang mengangkat Ismail Thomas ke kursi Bupati Kutai Barat pada Pemilu Kepala Daerah di tahun 2006. Ia pun akhirnya terpilih memimpin DPD KNPI Kubar di periode 2009-2011, melanjutkan kepemimpinan H Darham, dan masa tugas Ekti digantikan Marthinus.

Ekti yang meraih gelar Sarjana Hukum dan Magister Manajemen dari Universitas Mulawarman, mendapat kepercayaan menjadi Ketua KONI Kubar. Melanjutkan kepemimpinan Yahya Marthan sebagai Ketua KONI Kubar pertama. Selama delapan tahun, yaitu di periode 2010-2018, ia membangun dunia olahraga di Tanaa Purai Ngeriman, sebutan bagi Kubar. Sejumlah prestasi dicatatkan di kancah provinsi. Di antaranya, masuk lima besar pada Pekan Olahraga Provinsi Ke-IV Kaltim tahun 2010 di Kota Bontang.

Ekti Imanuel saat berkiprah di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan bersama Ismail Thomas, Juan Jenau dan FX Yapan. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Prestasi yang sama juga diraih di tahun 2014, ketika Porprov Ke-V di Kota Samarinda. Prestasi di Porprov menjadi raihan tertinggi bagi tim olahraga sebuah kabupaten atau kota. “Kita memang menyumbang atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional, khususnya di cabang olahraga beladiri. Tapi setingkat nasional, itu menjadi prestasi KONI Provinsi,” imbuh pria kelahiran Linggang Bigung 6 Januari 1977 ini merendah.

Ekti pun mencetak prestasi cukup gemilang di dunia otomotif, khususnya bidang balapan motor. Upaya yang dimulai sejak tahun 2002, saat mengadakan Bupati Kubar Cup dan Kejuaraan Daerah Road Race yang digelar di jalan aspal kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. Pria yang juga Direktur Utama PT Mangku Raja Sakti ini juga berhasil membangun Sirkuit Lanay Jaya sepanjang 1.400 meter di Kecamatan Linggang Bigung.

Mendampingi penyerahan hadiah utama pada Kerjunas Motorprix, 16-17 Mei 2015. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Selaku Komisaris PT Lanay Jaya Group, Ekti turut andil dalam prestasi gemilang Pebalap Internasional asal Indonesia, Fitriansyah Kete. Berawal dari sebuah bengkel di Jalan Cendana, Kota Samarinda, Kete selalu naik podium dalam dunia geber motor bebek 110 cc, 125 cc dan 150 cc. Bersaing dengan Rudi Salim, Rain Doni, Muhammad Fadli, dan sejumlah pebalap tenar. Pada PON XVII tahun 2008 di Kaltim, Kete jadi Juara dengan raihan 3 emas untuk Kaltim.

“Mulai tahun 2009, dia gabung atas nama Lanay Jaya. Dan tahun itu dapat Juara 3 Race 1 Asian Road Race Championship 2009 di Sepang, Malaysia. Juga Juara 2 Race 1 Asian Road Race Championship 2009 Autopolis Circuit di Jepang,” jelas Ekti yang saat ini menjabat Ketua Harian IMI Provinsi Kaltim.

Di dunia politik, Ekti merambah ke DPC PDI Perjuangan Kubar dengan jabatan sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, Olahraga dan Kepemudaan. Posisi ini ditempatinya hingga dua periode, yakni tahun 2010-2015 dan 2015-2020. “Akhir tahun 2016, saya mendapat mandat sebagai Ketua DPC Partai Gerakan Indonesia Raya Kubar, menggantikan bapak Markulius Mahing,” katanya.

Bersama BPD HIPMI Kaltim, sedang menunggu tamu di bandara Samarinda. EKTI IMANUEL Untuk KABARKUBAR.COM

Dipercaya sebagai Sekretaris Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Provinsi Kaltim, Ekti mencoba peruntungan dalam Pemilu Legislatif tahun 2019. Maju sebagai Calon Anggota DPRD Kaltim dari Daerah Pemilihan Kaltim V yang meliputi Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Mendapat nomor urut 1 dari dua caleg lainnya, yakni Agustinus Ding dan Angela Idang Belawan. Total Gerindra meraih 15.908 suara, dan sebanyak 9.078 di dalamnya adalah suara yang diraih Ekti.

Ditanya soal kesiapan untuk maju di Pilkada Kubar tahun 2020, ia tegas mengatakan tidak. Berulangkali menyatakan sangat menghargai dan mengakui pembangunan Kubar yang dirintis Rama Alexander Asia sebagai Bupati Kubar bersama Ismail Thomas selaku Wakil Bupati Kubar. Kemudian selama 10 tahun Ismail Thomas memimpin Kubar bersama H Didik Effendi, dan saat ini giliran FX Yapan dan H Edyanto Arkan.



“Saya ingin fokus dulu berkarya di gedung dewan, menyampaikan serta mewujudkan aspirasi masyarakat, khususnya warga Kubar dan Mahulu. Biarlah para senior berkompetisi di 2020, dan pada tahun 2026 nanti saya akan siap untuk ikut bertarung di Pilkada Kubar,” beber Ekti. #Sonny Lee Hutagalung

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here