Ditanyai Soal Akun Facebook Asmuni Jager dan Sentia Wardjani

Kristian Putra mengaku bersama Julia Fitri diperiksa selama sekitar dua jam di Polsek Barong Tongkok, Kamis 29/8/2019 malam. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM

Dua orang yang sehari-hari bekerja di sekretariat salah satu partai politik, dibawa Polisi. Keduanya dijemput, Kamis 29/8/2019 sekira jam enam sore dari kantor berlokasi di Kelurahan Barong Tongkok, Kecamatan Barong Tongkok itu. Setelah dibawa ke dua lokasi selama dua jam, kemudian dibawa ke Markas Kepolisian Sektor Barong Tongkok. Keduanya ditanya terkait akun Facebook bernama Asmuni Jager dan Sentia Wardjani.

“Saya dan Julia Fitri dibawa sama Polisi, kami dua dibawa dari sekretariat,” ungkap Kristian Putra kepada KabarKubar, Jumat 30/8/2019 pagi tadi.



Pria berusia 19 tahun tersebut membeberkan, sore itu ia sedang menonton Youtube di dalam sebuah kamar atau ruangan di sekretariat tersebut. Lantas masuklah empat orang tidak dikenalnya. “Mereka cek komputer, lihat Facebook dan isi pertemanan,” katanya, belakangan baru tahu ada delapan pria dan seorang wanita yang datangi kantor tersebut.

Keempat orang dan seorang diantaranya mengaku Polisi yang ditugaskan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia itu, menanyakan terkait dua akun media sosial Facebook. Yaitu, akun Asmuni Jager dan Sentia Wardjani, yang diakui Kristian Putra memang ada terhubung pertemanan.

Karena gugup dicecar pertanyaan siapa yang mengakses atau pengguna kedua akun tersebut, ia pun merasa tertekan. Lalu menyebut nama rekan kerjanya di sekretariat tersebut, Julia Fitri. “Kami dibawa ke Polsek Barong Tongkok di Rejobesuki. Di sana Julia marah, memang tidak terbukti, saya minta maaf sama Julia karena sembarang nyebut nama dia. Sekitar jam 10, Julia dilepas setelah diperiksa,” jelasnya.

Julia Fitri diperbolehkan pulang, giliran Kristian Putra yang didesak untuk membuka siapa sebenarnya pemilik dua akun dimaksud. Diinterogasi sekitar dua jam, ia pun sempat menangis dalam ruang periksa karena merasa tertekan.  “Saya diantar pulang sekitar jam setengah 12 malam. Sampai sekretariat, saya ditanyai lagi sama Polisi yang masih tinggal. Saya disuruh mencari pemilik dua akun itu, ya saya mana tahu, memang tidak tahu itu siapa,” katanya.

Diungkapkannya, ia dan Julia Fitri yang sehari-hari bertugas memasak di sekretariat itu diangkut dua mobil terpisah. Kemudian menuju sebuah toko dan focopy di seputaran perkantoran Pemkab Kubar. “Kami disuruh keluar, mereka (Polisi dan pemilik toko) berbicara di dalam. Kami sempat makan di warung seberalah toko itu. Habis itu kami singgah ke warung makan di sebelah kanan arah sumbersari dekat lampu merah. Di toko fotocopy dan warung makan masing-masing sekitar sejam,” kata Kristian Putra.

Tidak hanya Kristian dan Julia Fitri, sejumlah orang di sekretariat itu mengakui ikut diperiksa. “HP (handphone) kami semua diperiksa. Punya saya sebentar saja, dibuka facebook, sms (pesan singkat), kontak telepon, dan aplikasi lainnya,” tukas Yuri, yang paling tua dari semua pekerja di sekretariat parpol itu.

Sementara Julio yang berperawakan kecil, mengaku ikut diperiksa. Namun awalnya ia tidak di sekretariat, tapi sedang menuju ke Pasar Maleo Barong Tongkok. “Mau kemana, ada bawa HP? Kami mengejar buronan, kami mau lihat Hpmu,” katanya, menirukan pria yang mencegatnya di tepi jalan.

Karena telepon genggamnya tertinggal di sekretariat, ia pun diantar seorang yang dikenal Julio sebagai anggota Polisi di Polres Kubar. “Sekitar sejam HP saya diperiksa di depan rumah dekat sekretariat. Cek FB, telepon, sms dan lainnya. Memang saya tidak berteman dengan akun Asmuni Jager dan Sentia Wardjani,” jelas Julio.



Dikonfirmasi melalui telepon genggam, Kepala Polsek Barong Tongkok Ipda Iriyanto tidak mau berkomentar soal pemeriksaan di kantornya. “Saya tidak tahu pak, bukan kapasitas saya berbicara soal itu,” katanya. Ia pun tidak membenarkan atau membantah adanya pemeriksaan Kristian Putra dan Julia Fitri tadi malam.

“Saya belum terlalu monitor, karena masih ada di Polda pak,” sahut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kubar, AKP Ida Bagus Kade Sutha Astama, saat ditanya adanya pemeriksaan oleh oknum yang mengaku dari Mabes Polri tersebut.

Hal yang sama dikatakan Ipda Andi Onci, yang sebelumnya bertugas sebagai Kepala Sub Bagian Humas Polres Kubar dan saat ini menjabat Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu. “Saya belum tahu kabarnya, karena sedang di luar pak,” ujarnya singkat. #Sonny Lee Hutagalung

Komentar Anda

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here