Tidak Sebutkan Masalah dan Sudah Pernah Coba Bunuh Diri

Status dukacita dari sahabat Rasarius Rasul yang disampaikan lewat media sosial. FACEBOOK/KABARKUBAR.COM

LINGGANG BIGUNG – KABARKUBAR.COM
Warga Kampung Linggang Bigung Baru di Kecamatan Linggang Bigung sontak berkumpul di salah satu rumah di RT 1, tepat di tepi Jalan Rio Tinto pada Selasa, 14 April 2020 malam. Mereka dikejutkan kabar Rasarius Rasul yang mengakhiri hidupnya dengan seutas tali di dalam rumah. Pemuda kelahiran Bigung Baru, 2 Maret 1997 itu dikenal suka bergaul, dan ramah dengan semua warga.

Ucapan dukacita pun berdatangan dari para sahabat, keluarga dan warga setempat. Belasungkawa juga disampaikan lewat media sosial. “Selamat calatn oyoq (jalan teman). Semoga semua dosa-dosa kepm (kamu) terampuni dan semoga koq (engkau/kamu) tenang di sisi Allah Bapa oyoq (teman) RIP oyoq,” tulis  akun Aprilhiia Anggelinaa dengan menyebut akun korban Squad Komix Cityy, yang memiliki 3.011 pertemanan.



“Kasihan, maka kedua orangtuanya sudah lama meninggal. Dia meninggal dengan cara begitu, mungkin dia sudah nggak sanggup sama kehidupannya selama ini. Kami sering ngumpul sama dia dulu sih, memang kasihan lihat dia,” ujar akun Aprilhiia Anggelinaa, menjawab komentar akun Renanda Edhoy.

“Ndk nyangka kmu pergi secepat ini teman,” tulis akun Putra Teo yang juga menyertakan akun Squad Komix Cityy di Facebook.

Nau tih tengelubaq de lubaq kampukng yaq mai (Hari ini dimakamkan di pekuburan kampung yang lama),” ungkap Lekang, warga Kampung Linggang Melapeh Baru yang hadir di rumah duka pada Rabu, 15 April 2020 siang.

Suasana rumah duka di RT 1 Kampung Linggang Bigung Baru yang juga didatangi banyak warga dari tiga kampung sekitar. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Dari obrolan sejumlah warga yang berkumpul seputaran rumah duka, Rasul sudah pernah berniat mengakhiri hidupnya. Sekali dengan meminum cairan racun tanaman, dan pernah juga menggunakan tali.

Ise agi nau aneh saq ewah mentiu (Baru juga hari lalu dia mau bunuh diri), hawat baq yaq neau saq de lam dape, tali so de lohokng (keburu ada yang melihat dia di dalam rumah, tali sudah di leher). Tali neq angka keh pegatn (Tali itu sepertinya putus),” ujar seorang pria kepada lima warga yang berbincang di tepi jalan, halaman depan rumah duka.

Tidak hanya masyarakat setempat, banyak warga dari kampung lain berdatangan menyatakan duka cita dan membantu prosesi pemakaman. Selain dari Kampung Linggang Melapeh Baru, ada yang dari Kampung Linggang Purwodadi dan Kampung Linggang Melapeh.

Pajiq saq jo, senukng agi lotih ahir keh (Baik dia itu, kasihan juga begini akhirnya). Maka pajiq saq neq seroyoq mam (padahal baik dia itu berteman loh),” ucap seorang pemuda dalam obrolan di samping rumah duka.

Salah satu status yang menyampaikan dukacita atas kematian Rasarius Rasul di media sosial. FACEBOOK/KABARKUBAR.COM

Diungkapkan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kutai Barat, Iptu Iswanto, kejadian berawal saat adik korban, Roy Jordy alias Saliwa pulang dari rumah tantenya, Lengkoq (60). Sampai di rumah sekira pukul 20.35 Wita, ia mengetuk pintu beberapa kali karena melihat rumah tertutup dan terkunci dari dalam. Karena tidak ada sahutan dari kakaknya, Saliwa langsung mendorong pintu secara paksa.

“Begitu pintu terbuka, saksi (Saliwa) terkejut melihat kakaknya sudah tergantung dengan seutas tali di ruang tengah. Mengetahui itu saksi langsung lari keluar rumah sambil berteriak memanggil warga sekitar,” beber Iptu Iswanto.

Saliwa kemudian berlari menuju rumah tantenya yang berjarak sekitar 60 meter. Kemudian keduanya kembali, dan banyak warga telah berkerumun di depan rumah. Dua Polisi dari Polsek Barong Tongkok pun sudah di lokasi dan meminta Saliwa naik untuk memotong tali yang dibuat menggantung. “Begitu diturunkan dan diperiksa nadinya, korban sudah meninggal dunia,” jelasnya.

Iptu Iswanto melanjutkan, ia langsung meluncur ke lokasi kejadian bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Kubar dan Kapolsek Barong Tongkok, Iptu Iriyanto. Disertai seorang dokter Anton dari Puskesmas Linggang Bigung, mereka langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara. “Hasil visum luar (Visum Et Revertum) terhadap jenazah, kematian korban dinyatakan akibat bunuh diri,” katanya kepada KabarKubar.



Kesimpulan dokter didasari empat hal dari hasil visum luar. Pertama, simpul tali yang dibuat gantung diri adalah simpul tali hidup yang mengikat leher korban. Sedangkan posisi tali yang mengikat leher berada di leher bagian atas. Kedua, tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Ketiga, keadaan fisik korban setelah dilakukan pemeriksaan tidak menunjukan tanda-tanda perlawanan bilamana korban dijerat lehernya. “Keempat, telapak tangan ataupun kuku jari korban tidak ada menunjukan usaha untuk melepas tali yang mengikat lehernya,” pungkas Iptu Iswanto.

Setelah selesai olah TKP dan visum luar, jenasah diserahkan ke pihak keluarga yang diterima kakak kandung korban, Aking Dedi Sulaiman. Korban tinggal bersama Saliwa di rumah berukuran kecil dengan satu kamar tidur. Sedangkan kakaknya yang sudah berkeluarga, terpisah di rumah yang bersebelahan. #Sonny Lee Hutagalung

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here