Tinggal Gencar Promosi dan Perbaikan Akses ke Objek Wisata

Situs Kerajaan Sentawar di Kampung Karang Rejo Kecamatan Barong Tongkok, menjadi salah satu objek wisata selain pesona alam Kabupaten Kutai Barat yang layak jual. LILIS SARI’KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Syafrudin Pernyata, mengaku potensi pariwisata Kabupaten Kutai Barat yang luar biasa. Selain punya pesona alam menakjubkan dan tidak banyak daerah lain di Indonesia ini memilikinya, masih banyak objek wisata berpotensi lainnya. Termasuk situs sejarah dan ragam budaya lokal yang bernilai jual tinggi.

Mantan Kepala Biro Humas Pemprov Kaltim ini mengungkapkan, Kubar memiliki pesona situs-situs sejarah dan cagar budaya yang luar biasa. Seperti sejumlah bunker yang dibangun oleh Belanda saat menghadapi serbuan Jepang. “Bunker itu masih utuh, jelas ada dan juga dapat dilihat,” ucap Syafrudin Pernyata kepada Tim Exploring Pesona Alam Kaltim, Sabtu 16/12/2017 saat mengunjungi salah satu Bunker di Stadion Swalas Gunaq, Barong Tongkok.

Syafrudin Pernyata telah beranjangsana bersama Tim Exploring Pesona Alam Indonesia ke berbagai objek wisata di Kubar. Tidak hanya lokasi Bunker Peninggalan Belanda, lokasi Situs Kerajaan Sentawar juga didatangi. Situs di Kampung Karang Rejo Kecamatan Barong Tongkok itu menjadi salah satu peninggalan peradaban Dayak Tunjung di Kubar.

“Kubar ada gunungnya, ada bukitnya, ada air terjunnya. Bahkan Kecamatan Nyuatan saja ada 14 air terjun, ini sesuatu yang luar biasa. Di sini ada danau di puncak bukit atau gunung, yaitu Danau Aco dan Danau Beluq. Ini adalah sesuatu yang tidak dimiliki oleh kabupaten lain, baik di Kaltim maupun di Indonesia,” ujar Syafrudin Pernyata yang akrab disapa Us.

Tim  Exploring Pesona Alam Kaltim yang juga diikuti sejumlah Jurnalis Media Cetak dan Elektronik, meninjau salah satu Bunker di Stadion Swalas Gunaq, Kelurahan Barong Tongkok, Kecamatan Barong Tongkok. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Ia menegaskan potensi Kubar itu tidak akan banyak menarik wisatawan. Jika akses ke lokasi objek wisata masih sulit. Ia mengimbau objek wisata diberi perhatian lebih dibanding masa lalu. Baik promo melalui media massa cetak, elektronik dan juga media sosial.

Terakhir, untuk situs-situs bersejarah juga perlu perhatian khusus. Karena tidak terbaca jelas informasinya, apalagi jika berada di area perkebunan. “Saya melihat akses di Kubar sudah cukup bagus dibanding daerah lain yang saya kunjungi,” pungkas Us.

Cagar Alam Taman Anggrek, Kersik Luway di Kecamatan Sekolaq Darat juga jadi lokasi yang dikunjungi. Taman Anggrek ini sejak tahun 1980-an sangat dikenal dan telah populer hingga ke Mancanegara. Dengan luas hampir 5.000 hektare, kini arealnya semakin mengecil. “Karena seringkali terjadi musibah kebakaran,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Sehki, usai mengunjungi objek wisata Danau Beluq dan Danau Aco.

Dijelaskan Kepala Dinas Pariwisata Kubar, Herman Alung, pesona di bidang kebudayaan juga diperhatikan Pemkab Kubar. Salah satunya dengan membangun Taman Budaya Sendawar, yang bisa mengambarkan keanekaragaman budaya dan suku bangsa. Termasuk budaya pesisir dan pantai, sampai pada budaya pedalaman. “Persoalannya yaitu menggelorakan dan menggemakan, mempromosikan potensi yang dimiliki ke dunia luar. Baik lokal maupun luar negeri, dan ini masih belum cukup kuat,” tegasnya. #Lilis Sari

Komentar Anda

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here