Tokoh Milenial Yang Energik, Tidak Fanatik dan Luas Pergaulan

Jamidi aktif mengampanyekan bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Bersama Satuan Reserse Narkoba Polres Kutai Barat, memberikan penyuluhan atau sosialisasi di sekolah-sekolah. ARSIP/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM

Tim Bersatu Mewujudkan Harapan Masyarakat Kutai Barat menemui Jamidi, Senin 30/9/2019 siang. Tim yang dinamai Rama Center meminta Jamidi untuk mendampingi Rama Alexander Asia di Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Kutai Barat tahun 2020 nanti. Sebagai tokoh muda, Jamidi dinilai sangat pantas menjadi Wakil Bupati Kubar periode 2020-2024 mendatang.

“Selain mewakili kaum milenial, Pak Jamidi gambaran tokoh muda yang energik dan berjiwa membangun. Track Record (rekam jejak) beliau ini cukup bersih, dan kami nilai sangat tepat untuk mendampingi Bapak Rama Asia,” ujar Alsiyus, Wakil Ketua Rama Center, usai pertemuan dengan Jamidi di Hotel Monita, Melak.

Menurut Alsiyus, banyak alasan menjatuhkan pilihan kepada Jamidi yang dikenal baik di tengah masyarakat Kubar, khususnya kawasan pesisir Sungai Mahakam. Seperti di Kecamatan Penyinggahan, Muara Pahu, Mook Manaar Bulatn dan Penyinggahan. Salah satu alasannya, Rama Asia menginginkan pemerintahannya nanti dapat membaur dengan seluruh kalangan masyarakat, termasuk para pemuda.



“Nah, Pak Jamidi ini representasi dari kaum minelial sendiri. Bukan kebetulan, tapi sudah diperhitungkan Pak Rama. Agar dalam membangun Kubar, tidak terhenti pada dirinya. Tapi benar-benar membangun dengan regenerasi, atau ada estafet kepemimpinan, yang dilatih sendiri oleh Pak Rama,” katanya.

Memilih Jamidi, kata Alsiyus, merupakan bentuk kepedulian Rama Asia kepada generasi penerus. Tidak hanya membangun infrastruktur fisik, Rama Asia juga membangun sumber daya manusia yang handal dengan nyata. “Agar Kubar benar-benar siap berpartisipasi menjadi penyangga ibu kota negara. Kita tidak hanya jadi penonton, tapi juga pemain dalam pembangunan negara nantinya,” tegasnya.

Dikaitkan dengan Rama Asia yang pernah belajar di luar negeri, dan menjadi bagian dari Gesellschaft für Technische Zusammenarbeit (GTZ), Jamidi dipandang cocok menjadi penerus. Sebab sebagai sosok muda yang gesit, Jamidi dapat berinteraksi baik dengan kelompok dunia usaha di daerah, provinsi, nasional dan internasional.

Juga berkaitan dengan ibu kota negara (IKN) yang membutuhkan generasi handal, Jamidi disebut tepat jika dibimbing langsung Rama Asia yang memahami cara membangun. “Pak Rama ingin turut meletakkan dasar pembangunan, karena Kubar masuk kawasan penyangga IKN. Akan ada gelombang besar penduduk masuk IKN, dan Kubar jadi penyedia pangan. Pak Jamidi akan menjadi penerus Pak Rama,” pungkas Alsiyus.

Ditambahkan Ketua Rama Center, Elvin Eriadam, sosok Jamidi sangat memenuhi syarat untuk memimpin Kubar bersama Rama Asia. Selain ‘bersih’, Jamidi memiliki koneksi luas di dunia usaha dan Pemerintah Provinsi Kaltim. “Kedekatan Pak Jamidi dengan Pak Isran Noor (Gubernur Kaltim) dan Hadi Mulyadi (Wakil Gubernur Kaltim), menjadi modal bagus buat Kubar. Pak Rama juga kita tahu sangat dekat dengan Pak Isran Noor. Jadi duet ini akan sangat cocok jika memimpin Kubar,” ungkapnya.

Jamidi akrab dengan sejumlah tokoh di provinsi dan pusat. Salah satunya adalah Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi. JAMIDI/KABARKUBAR.COM

Penelusuran KabarKubar, Jamidi berulangtahun ke-41 pada 24 April lalu. Pria kelahiran Penyinggahan ini menjadi pencetus munculnya Forum Kutai Barat Peduli. Komunitas ini bergerak di bidang kemanusiaan, khususnya yang tertimpa musibah di dalam dan luar Kubar. Salah satunya, mengirim relawan ke daerah bencana di Lombok dan Palu.

Pernah menjadi Staf LPM Yayasan Unikarta Tenggarong, Jamidi diakui sebagai perintis berdirinya Taman Kanak-Kanak Mawar di Kampung Tanjung Pagar Kecamatan Muara Pahu. Untuk generasi muda yang berkualitas, Jamidi aktif mengampanyekan bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Peran aktifnya sebagai Sekretaris Badan Narkotika Kabupaten Kubar periode 2016-2021, dikenal di kalangan pegiat anti narkoba se-Kaltim.

Menjadi salah seorang dari 13 Tim Khusus Pertimbangan dan Kebijakan Bupati Kubar, Jamidi sekarang menjadi Pembina Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) di Kubar. Selain organisasi kemasyarakatan itu, ia diproyeksikan menjadi Ketua DPD Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Kubar, yang dibentuk Fahri Hamzah dan akan dideklarasikan 10 November 2019 nanti.

Di dunia politik Kubar, Jamidi tidak asing lagi. Ia menjadi Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera Kubar sejak tahun 2007. Meraih satu kursi di DPRD Kubar dan dua kursi di DPRD Mahulu hasil Pemilu tahun 2014, Jamidi dinilai berhasil. Namun pilihannya bergabung di Garbi dan Gelora nantinya, membuat Jamidi memutuskan mengundurkan diri dari PKS sejak awal 2019.

Jamidi kerap dipercaya menjadi pengurus atau panitia dalam acara keagamaan Islam. Salah satunya sebagai Sekretaris Panitia Musabaqah Tilawatil Quran Ke-XII Tingkat Kabupaten Kubar, yang diselenggarakan pada 10-14 Oktober 2017. Meski begitu, Jamidi diketahui selalu berbaur dengan siapa saja,dan dikenal tidak memandang suku, agama atau golongan dalam berteman.

“Saat beliau memimpin PKS Kubar dan Mahulu, tidak terlihat fanatik. Buktinya dua anggota DPRD Mahulu dari PKS, Hendrikus Keling dan Benediktus Wisdiadi adalah penganut agama Katolik,” ungkap Jaini Imas, yang lama bekerja di perusahaan pertambangan batubara PT Gunungbayan Pratamacoal.



Jamri Lessa yang dikenal kritis di media sosial, menilai sangat cocok jika Jamidi mendampingi Rama Asia. Ia meyakini, Kubar akan maju pesat ke depan. “Sekaligus tidak kalah penting, dua tokoh ini pasti bisa menciptakan rasa aman, damai dan tentram di Kubar. Karena keduanya orang yang religius. Satu Kristiani yang taat dan takut akan Tuhan (Rama Asia), yang satunya lagi (Jamidi) seorang Ustadz. Sekaligus perpaduan dua generasi yang sangat tepat,” tulisnya dalam status di Facebook.

Terpisah, Jamidi mengaku bukan hal yang mudah menjadi pendamping Rama Asia. Dengan segudang pengalaman birokrasi, karya Rama Asia di Kubar semasa menjadi Bupati Kubar pada tahun 2000 sampai 2006, masih bagus sampai kini. “Beban berat bagi saya untuk mendampingi Pak Rama. Tapi kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dihargai,” ujarnya kepada KabarKubar.

“Saya dan Pak Rama tidak mungkin bekerja sendiri atau memberi beban kepada tim sukses. Jika direstui para sahabat dan atasan saya di provinsi dan pusat, kita harus berjuang bersama,” tegas Jamidi, bergelar Sarjani Hukum Islam yang juga aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kubar dan Kaltim. #Sonny Lee Hutagalung

Komentar Anda

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here