Server Sedang Diperbaiki di Samarinda

Loket Pelayanan di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil akan ramai mulai pekan depan. Jika mesin Server administrasi milik dinas telah diperbaiki di Samarinda. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Sebagian masyarakat Kabupaten Kutai Barat bisa bernafas lebih lega. Khususnya mereka yang selama hampir dua tahun belum mendapatkan Kartu Tanda Penduduk Elektronik, atau KTP-el. Sebab, jaringan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan telah dapat diakses oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kubar. Namun, harus bersabar sedikit hingga pekan depan.

“Mesin Server yang masih rusak, dan sudah dibawa ke Samarinda untuk diperbaiki. Minggu depan kita harap sudah baik dan bisa dioperasikan. Karena jaringannya sudah bagus,” ungkap Kepala Disdukcapil Kubar, Bahtiar, Rabu 31/1/2018 saat ditemui di kantornya.

Bahtiar mengakui selama ini sejumlah administrasi kependudukan seperti KTP-el dan Kartu Keluarga masih terkendala. Bahkan masih ada lebih dari 14.300 warga yang belum bisa dicetak KTP-el. “Segera setelah server telah diperbaiki, bisa langsung dicetak. Mesinnya kami bawa ke Disdukcapil Provinsi Kaltim, yang berwenang atas mesin itu,” jelasnya.

Dijelaskannya, ada 110.025 orang yang wajib melakukan perekaman KTP-el dari 158.560 penduduk Kubar yang terdapat 46.734 Kepala Keluarga. Hal itu berdasarkan Laporan Kemajuan Penerapan KTP-el Kubar DKB Semester 1 Tahun 2017.

Seorang warga Kecamatan Melak yang ‘beruntung’ telah memiliki KTP Elektronik. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

“Iya pak, jaringan sudah terbuka blokirnya. Sudah bisa cetak KTP-el dan KK,” ungkap salah seorang staf Disdukcapil Kubar yang bertugas di ruang lobby kantor.

Sebelumnya, banyak curahan hati masyarakat dilayangkan melalui media sosial maupun langsung kepada para Politisi di Gedung Parlemen Kubar. Paling banyak soal KTP-el yang belum bisa diterbitkan atau dicetak. Meskipun telah melakukan perekaman sejak pertengahan tahun 2016 lalu. Hal itu membuat kerugian besar bagi sebagian warga yang harus menunjukkan KTP-el.

“Saya gara-gara KTP dan KK tidak valid di Capil, saya harus rela tidak bisa proses visa di kedutaan. Dan saya di-cancel kontrak berlayar di Taiwan beberapa waktu lalu. Mudahan dalam waktu dekat ada info bagus berkaitan E-KTP,” ungkap akun Facebook Ajisusanto Tuerputi, yang berasal dari Kampung Benung Kecamatan Damai, dan sekarang bekerja sebagai nakhoda kapal internasional.

Bahkan seorang Politisi Partai Keadilan Sejahtera di DPRD Kubar, Ellyson, juga mencurahkan kegundahan atas persoalan KTP-el. Ia mengaku sejak September 2016 melakukan perekaman KTP-el, tapi belum juga terbit. Hal itu menjadi kendala baginya, dalam mengurus sejumlah administrasi. Termasuk saat berurusan dengan Perbankan dan Penerbangan.

“Instruksi Mendagri, KTP-el yang masa berlakunya habis, tidak perlu diperpanjang, karena sudah seumur hidup. Tapi instansi atau lembaga lainnya tidak peduli, mereka tetap permasalahkan KTP Nasional saya yang habis masa berlaku,” katanya. #Sonny Lee Hutagalung

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here