Dinilai Merusak Citra dan Kredibilitas LSI

SAMARINDA – KABARKUBAR.COM
Lembaga Strategi Indonesia (LSI) akhirnya dilaporkan ke Polres Kota Samarinda, Rabu 21/6/2018 siang tadi. Lembaga versi Husaini ini digugat atas dugaan pencatutan logo Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Logo itu ditampilkan saat merilis hasil surveinya terhadap 4 kandidat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim periode 2018-2023 di Swiss Bell Hotel, Selasa 19/6/2018 lalu.

Pelaporan pencatutan logo disampaikan langsung Gery Mohammad Iqbal, salah satu supervisi LSI Denny JA dan diterima oleh H Ardi selaku Kepala Seksi Umum Polresta Samarinda. “Kami baru menerima laporan terkait adanya dugaan pencatutan logo LSI dan laporan tersebut akan segera kita tindaklanjuti,” sebut H Ardi kepada wartawan.

Menurut Gery, pencatutan logo LSI Denny JA itu tersebar di media sosial secara masif oleh Lembaga Strategi Indonesia. Yang hasil surveinya, menyebut paslon nomor urut 3 Isran Noor-Hadi Mulyadi lebih unggul dari paslon lainnya. Hal itu diakui sangat merugikan kredibitas LSI Denny JA yang selama ini sudah dibangun dengan susah payah.

Gery kuatir pencatutan logo Lingkaran Survei Indonesia telah digunakan Lembaga Strategi Indonesia untuk kepentingan survei salah satu paslon tertentu. “Ini jelas akan membuat reputasi lembaga yang sudah teruji dan terbukti memiliki track record baik pada Pilgub Kaltim 2013 lalu menjadi hancur dan tercoreng,” katanya.

Ia berharap LSI versi Husaini bisa berpolitik secara beradab. “Data yang dirilis itu bukan data temuan kami, tapi kemudian dia mencantumkan logo LSI Denny JA,” tegas Gery.

Sejauh ini Gery mengaku belum pernah melakukan kontak dan konfirmasi langsung dengan LSI versi Husaini terkait pencatutan logo tersebut. “Kami sama sekali tidak mengenal lembaga ini dan tidak tahu di mana alamat kantornya. Intinya kami keberatan dengan logo yang digunakan lembaga tersebut,” ujarnya.

Usai melaporkan ke polisi atas tindak pidana pencatutan logo, rombongan Gery bergerak menuju Bawaslu Kaltim untuk melaporkan permasalahan ini. #Achmad Yusuf

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here