Alexander Samson : “Penggunaan bahan kimia juga dilarang, jika ada tolong diinformasikan”

Dinas Perikanan Kubar bersama Kelompok Tani Danau Gab Abadi Jaya, usai penyerahan bantuan alat tangkap ikan, Jumat 15/11/2019. IWAN RAIS/KABARKUBAR.COM

LONG IRAM – KABARKUBAR.COM

Para nelayan yang sehari-hari mencari ikan di Danau Gab, diingatkan untuk menjaga populasi ikan dalam danau yang terletak di Kampung Long Iram Kota, Kecamatan Long Iram itu. Penangkapan ikan diminta tidak dilakukan secara berlebihan. Karena dapat menghambat perkembangbiakan ikan air tawar di danau, dan merugikan nelayan setempat.



“Ikan bertelur, kalau bisa dilepas agar bisa berkembang biak. Jika tidak, ikan bisa habis,” ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat, S Alexander Samson, saat menyerahkan bantuan alat tangkap ikan kepada Kelompok Tani Danau Gab Jaya Abadi, Jumat 15/11/2019.

Diskan Kubar menyalurkan bantuan dua jenis alat tangkap ikan senilai Rp43,5juta. Yakni 250 unit Jaring Insang atau Gill Net dalam bentuk jadi, dengan ukuran panjang 23 meter dan lebar 1 meter. Kemudian Jala Lempar sebanyak 27 unit dengan panjang 2,5 meter sampai 3 meter. Bantuan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat itu diserahkan di rumah Ketua Kelompok Tani Danau Gab Jaya Abadi, Juhri, di RT 4 Kampung Long Iram Kota, Kecamatan Long Iram.

Alexander Samson menjelaskan, saat ini di beberapa tempat sudah sulit untuk menangkap ikan. Bahkan banyak nelayan harus menangkap ikan sejak pagi hari sampai sore. Salah satu penyebabnya adalah akibat penangkapan ikan secara berlebihan atau Over Fishing.

“Di Penyinggahan, menjala pun sudah susah dapat ikan. Ikan dalam masa reproduksi baiknya dilepas saja. Cukup ambil ukuran yang bisa dijual. Ikan seukuran benih pun dilepas saja,” ujarnya yang datang didampingi Kepala Seksi Pembinaan dan Kelembagaan Perikanan pada Bidang Pemberdayaan Nelayan dan Pembudidaya Perikanan Diskan Kubar, Berkat David Sinaga.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat, Alexander Samson menyerahkan bantuan sarana penangkapan ikan berupa Gill Net dan Jala kepada Ketua Kelompok Tani Danau Gab Jaya Abadi, Juhri. IWAN RAIS/KABARKUBAR.COM

Ditambahkan Kadis, upaya penyelamatan atau pelestarian ikan bisa dilihat di acara televisi seperti Mancing Mania. Dimana sering ditunjukkan, ikan yang didapat dilepas kembali agar berkembangbiak. “Penggunaan bahan kimia juga dilarang, jika ada tolong diinformasikan. Karena akan merugikan masyarakat atau nelayan setempat,” kata Alexander Samson.

Khusus soal bantuan alat tangkap, disebut bersifat stimulus. Sebagai inisiatif pemerintah memberi bantuan dengan dana terbatas. Ia berpesan agar digunakan sebaik-baiknya untuk menangkap ikan. “Alat tangkap sampai rusak karena dipakai, jangan rusak tapi tidak dipakai. Semoga membuat hasil tangkapan lebih banyak lagi,” pungkasnya.

Menurut Ketua Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Long Iram, Decky Natalian, bantuan tersebut yang sangat diharapkan para nelayan. Karena sangat bermanfaat, khususnya untuk nelayan di Danau Gab. Soal penangkapan ikan secara tidak sah atau illegal fishing, mereka telah berkoordinasi dengan pihak Polsek Long Iram.

“Mulai dari Muara Kelian, marak illegal fishing dengan memakai racun. Kalau di danau tidak ada, yang ada penangkapan berlebih,” jelasnya yang didampingi sejumlah Penyuluh Pertanian Lapangan.



Ketua Kelompok Tani Danau Gab Jaya Abadi, Juhri, menyebut ada 49 anggotanya yang mencari ikan di Danau Gab. Ia mengakui belakangan ini banyak keluhan soal minimnya tangkapan ikan. Selain akibat alat tangkap yang tidak memadai, juga faktor kondisi alam. “Kami sangat membutuhkan keramba untuk beternak ikan di danau. Setidaknya satu unit ukuran 2 x 4 x 1,25  meter untuk tiap anggota. Kalau nilainya sekitar Rp3 juta per unitnya,” ungkapnya kepada KabarKubar. #Iwan Rais

Komentar Anda

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here