Antisipasi Konflik dan Tingkatkan Pendapatan Pajak

Camat Siluq Ngurai, Karlina, ikut dilantik sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara, bersama 11 camat lainnya, Rabu 11/4/2018. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

SILUQ NGURAI – KABARKUBAR.COM
Camat Siluq Ngurai, Karlina, ikut dilantik menjadi Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara bersama 11 camat lainnya, Rabu 11/4/2018 di Kantor Bupati Kutai Barat. Menyadari 16 kampung di Kecamatan Siluq Ngurai kebanyakan sulit diakses, ia memastikan kemudahan bagi warga untuk mengurus akta tanah. Agar konflik akibat sengketa tanah bisa diantisipasi dan berimbas bagi peningkatan pendapatan daerah di sektor pajak.

Karlina mengungkapkan, penduduk Siluq Ngurai berjumlah 5.960 jiwa yang terdiri dari 1.661 kepala keluarga, dalam 1.665 rumah. Kampung Lendian Lian Nayuq merupakan kampung terjauh dari ibukota kecamatan, yang berjarak 60 kilometer. “Minimal kita dapat awal ini 50 sertifikat, dan sangat diusahakan sampai akhir tahun ini. Memang masalah dan kendala utama selama ini yang sangat dominan yaitu sulitnya mengurus sertifikat tanah,” ujarnya, Kamis 12/4/2018 di ruang kerja.

Diakui Karlina, kesadaran masyarakat untuk mengurus akta tanah masih rendah. Salah satu faktor adalah standarisasi biaya yang selama ini belum jelas. Setelah Pemkab Kubar menerbitkan standarisasi untuk seluruh kecamatan, diyakini akan makin memudahkan masyarakat. “Kita harap semua masyarakat di kampung mempunyai sertifikat. Agar bisa patuh membayar PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) dan IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Sehingga bisa ditertibkan yang menyalahi aturan,” katanya.

Camat Siluq Ngurai, Karlina, menargetkan 50 sertifikat tanah dapa diterbitkan dalam waktu dekat ini. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Prosedur mengurus akta tanah, jelas Karlina, harus mengusulkan lebih dulu kepada Ketua Rukun Tetangga. RT kemudian menurunkan tim dari kampung dengan kecamatan, untuk dilakukan pengukuran. Selanjutnya RT membuat surat yang ditandatangani kepala kampung atau petinggi. Barulah disampaikan ke pihak kecamatan sebagai PPAT Sementara. “Dan ini (soal pengurusan akta tanah) menjadi prioritas kami. Kami imbau masyarakat proaktif melengkapi syarat-syarat yang diperlukan,” ungkapnya.

Soal program Pemerintah Kecamatan Siluq Ngurai pada tahun 2018, beber Karlina, adalah usulan masyarakat. Yakni pembangunan atau peningkatan insfrastruktur jalan dan jembatan, pertanian, kesehatan dan pendidikan. “Bidang itu akan diprioritaskan. Jika infrastruktur atau koneksifitas dari kampung ke kampung sudah bagus, otomatis hal lain akan mengikuti.” #Lilis Sari

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here