Tim Terpadu Diminta Bekerja Efektif dan Efesien

Plt Asisten I Sekretariat Kabupaten Kutai Barat, Misran Effendi memimpin Rapat Pencapaian Action Plan Tim Terpadu Penanganan Illegal Mining, Illegal Logging, Dan Illegal Fishing di Ruang Rapat Diklat Kantor Bupat Kubar. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat segera menertibkan aksi-aksi terlarang atau ilegal yang berpotensi merusak lingkungan, bahkan melanggar hukum. Hal tersebut dibahas dalam Rapat Pencapaian Action Plan Tim Terpadu Penanganan Illegal Mining, Illegal Logging, Dan Illegal Fishing di Ruang Rapat Diklat Kantor Bupat Kubar, pekan lalu.

Dikatakan Plt Asisten I Sekretariat Kabupaten Kubar, Misran Effendi, Tim Terpadu yang telah dibentuk sebelumnya, harus bekerja dengan dukungan semua pihak. Dalam bertugas, tim berperan efektif dan efisien. Serta dengan struktur tim yang tepat yang memerlukan perbaikan, sehingga tim berjalan dengan baik. Yang salah satu tugasnya, mendata dan mencari lokasi yang ada aksi ilegal. “Ini perlu komitmen, jangan bermain-main,” ungkapnya.

Agar wilayah Kubar terhindar dari berbagai tindakan ilegal, lanjut Misran Effendi, harus diperkuat lagi fungsi sosialisasi. Untuk para camat diminta melaksanakan sosialisasi kepada masyarakatnya, agar memahami penangkapan ikan secara liar, penambangan liar dan pembalakan kayu liar. “Jika melihat potensi pelanggaran ilegal, segera dilaporkan,” kata pria yang juga Kepala Bagian Pemerintahan Setkab Kubar.

Tim Terpadu Illegal Miningi, Illegal Logging dan Illegal Fishing, diisi orang dari berbagai instansi dan lembaga. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Menurut Ketua Tim Terpadu, ada dua masalah yang perlu diatasi bersama. Yakni maraknya galian golongan C atau galian batuan yang tidak berizin. Serta galian tambang emas secara ilegal. Tim diminta melakukan pemantauan kegiatan liar tersebut, dan menyosialisasikan pelanggaran hukum dimaksud dengan melibatkan semua instasi yang berwenang. “Kita perlu melakukan patroli bersama ke lokasi penambangan tradisional,” katanya.

Hal tersebut dibenarkan Camat Long Iram, Bahar. Ia menyebut masih ada masyarakat yang melakukan penambangan emas liar di lokasi bekas perusahaan tambang emas PT Kelian Equatorial Mining. “Kita belum mengetahui siapa yang membolehkan dan memodali mereka,” ujarnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kubar, Ajun Komisaris Polisi Rido Doly Kristian Sigalingging mengaku sangat apreseasi program tim terpadu. Menurutnya, penanganan tindakan liar membutuhkan keterlibatan sejumlah instansi terkait. Sehingga lebih mudah menyampaikan aturan-aturan terkait kepada masyarakat. Misalnya soal penertiban Surat Pelepasan Hak Atas Tanah  di dalam Kawasan Budidaya Kehutanan. “Kita meminta agar para camat tidak mengeluarkan SPHAT di dalam areal KBK,” pesannya.

Rapat dihadiri juga Perwira Seksi Teritorial Kodim 0912/KBR Kapten Art Sutrisno, Kepala Bagian Pembangunan Setkab Kubar Robertus Leopord Bandarsyah, Kordinator Perlindungan KPHP Kecamatan Damai Sepe Martinus, serta Analis Hutan dan KPHP Damai Yuel. Tampak juga sejumlah camat di lingkungan Pemkab Kubar. #Lilis Sari

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here