Pabrik Tepung Tapioka Akan Dibangun Jika Dapat Lahan

Wakil Ketua Masyarakat Singkong Indonesia Kabupaten Kutai Barat, Bartolomeus Iku, ikut menurunkan muatan batang singkong dari truk tronton yang berbobot sekitar 20 ton. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Sebanyak lima truk tronton yang bermuatan batang singkong tiba di Kabupaten Kutai Barat. Singkong yang dikirim PT Cempaga Jawau Industri itu, merupakan pesanan Dinas Pertanian Kubar dan Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) Kubar. Singkong dengan varietas Kasetsart itu direncanakan dijadikan bibit untuk program penanaman singkong berkesinambungan.



Diungkapkan Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat, Maliki, singkong tersebut akan ditanam di lahan seluas 62,5 hektare. Berdasarkan hasil rapat dengan Wakil Bupati Kutai Barat H Edyanto Arkan dan pihak MSI, dua truk ditujukan ke Kampung Benung Kecamatan Damai. Untuk ditanami di lahan sekitar 24 hektare. “Satu truk diarahkan ke Kampung Empas Kecamatan Melak. Dan dua truk lagi sedang dalam perjalanan menuju Kubar,” ujarnya saat ditemui di ruang kerja, Selasa 23/10/2018.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat, Maliki. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Dijelaskannya, Ssingkong Kasesart memiliki kualitas lebih baik dari Singkong Gajah atau singkong lokal. Karena sari pati dari umbi jenis singkong ini lebih padat. Jika dibutuhkan 6 kilogram singkong lokal untuk mendapatkan pati 1 kilogram, Singkong Kasetsart hanya diperlukan 4 kilogram. Dengan usia tanam selama sekitar 8-10 bulan.

Sesuai arahan Wabup, Distan menyiapkan lahan untuk ditanami singkong yang didatangkan dari wilayah Provinsi Lampung tersebut. Saat ini fokus untuk pembibitan, dan setelah panen nanti, bibit akan dibagi kepada masyarakat. “Jarak tanam sekitar 50 centimeter. Lahannya dipadatkan menjadi 30 hektare. Jika belum cukup, akan dibuka lagi lahan baru,” kata Maliki.

Ketua MSI Kubar, Lusianan Ipin, ikut menyusun batang singkong sebagai pembibitan di Kampung Benung Kecamatan Damai. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Wakil Ketua MSI Kubar Bartolomeus Iku mengungkapkan, pihak swasta yang menjadi investor program singkong ini sedang mencari lahan yang tepat. Untuk dibangun pabrik pengolahan singkong, “Sedang dicari lahan seluas 40-50 hektare, dekat air dan jalan raya. Jika ada yang dekat pelabuhan sungai, agar mudah pengangkutan hasil pabrik,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemkab Kubar melakukan rapat persiapan kedatangan bibit singkong sebagai bibit awal pembukaan perkebunan singkong di Kubar. Dalam rapat terungkap rencana PT CJI yang akan membangun pabrik tepung tapioka berkapasitas produksi 1.000 ton sehari. “Jika bibit itu datang, diamankan dan bisa ditempatkan di UPT (Unit Pelaksana Teknis Distan Kubar) Empas,” kata Asisten II Setkab Kubar, Ayonius, yang memimpin rapat di Ruang Diklat Kantor Bupati Kubar.

Ayonius meminta semua pihak menyambut baik investor yang sudah mau berinvestasi di Kubar. Dan perlu menyiapkan lahan sebagai tempat penampungan bibit sebelum ditanam di lahan-lahan yang ada. Distan diharapkan bisa melibatkan pihak kecamatan.

Truk Tronton bermuatan batang singkong untuk pembibitan yang dipesan Dinas Pertanian dan Masyarakat Singkong Indonesia Kubar, sedang beristirahat dalam perjalanan ke Kubar. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Perkebungan singkong, kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Kubar ini, erat kaitannya dengan upaya peningkatan perekonomian dengan memberdayakan masyarakat. Jika pendirian pabrik terealisasi, diminta agar memberikan pendampingan, pembinaan secara berkelanjutan. “SDM para petani di Kubar masih sangat terbatas, belum sepenuhnya memahami bagaimana budidaya singkong yang baik dan benar,” ujar Ayonius.



Sementara Kepala Distan Kubar, Finsen Allotodang menjelaskan, saat ini sudah ada lahan seluas 81 hektare yang siap ditanami. Yakni di UPT Empas 20 hektare, Benung 4 hektare, Pegalaq 14 hektare, Lahan Pemkab arah RSU Harapan Insan Sendawar 17 hektare, Lahan Pemkab samping Alun-Alun Itho 6 hektare dan lahan milik Petinggi Benung seluas 20 hektere. “Perhitungan perkirakan biaya untuk mengolah 1 hektare lahan mencapai Rp 7 juta,” katanya. #Sonny Lee Hutagalung/Advertorial

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here