Tiang, Plafon dan AC Tidak Memuaskan

1406_GOR Desnan Sendawar (3)
DIPROTES: Bupati menyoroti tiga pilar di halaman depan GOR Desnan Sendawar, yang ukirannya terbuat dari sejenis Gypsum. DEESELHA/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – Gelanggang Olahraga Desnan Sendawar berdiri megah dan berstandar nasional. Pembiayaan proyek pembangunan gedung yang berlokasi di Belintut, Kelurahan Barong Tongkok Kecamatan Barong Tongkok itu, memakan dana senilai puluhan miliar. Namun, bagi Bupati Kutai Barat FX Yapan, proyek tersebut patut dipertanyakan. Bahkan diminta diaudit pihak berwenang.

“Sekda (Sekretaris Kabupaten Kubar) saya minta tolong lihat RAB (Rencana Anggaran Biaya) dan bestek (rencana pembuatan bangunan dengan segala perinciannyanya), apa sesuai atau tidak,” tegas Yapan saat membuka Kejuaraan Bola Voli Bupati Cup III, Senin 13/6/2016 sore.

Yapan menyinggung tiga pilar penyangga atap di halaman depan gedung yang telah diserahterimakan oleh kontraktor pelaksana kepada Pemkab Kubar, tahun 2015 lalu. Bupati mengaku terkejut ketika mendapat laporan dan melihat langsung kondisi tiang besar itu. “Ukiran di tiang saya kira dari kayu atau tembok. Itu kelihatan sudah mau hancur. Kemana Dinas PU, apa tidak pernah dilihat itu,” kata bupati dengan nada kesal.



“Kalau saya tidak segera sadar, mungkin saya sudah diperiksa (dipanggil) bapak kapolres. Karena saya sangat emosi melihat kondisi bangunan ini, dan hampir menampar kontraktornya,” imbuh Yapan, seraya memohon maaf pada Kapolres Kubar AKBP Hindarsono, yang hadir bersama para kepala SKPD di lingkungan Pemkab Kubar. Hadir juga Ketua KONI Kubar Ekti Emanuel dan sejumlah pimpinan partai politik serta ratusan warga yang antusias hendak menonton permainan voli para kontestan kejuaraan.

1406_GOR Desnan Sendawar (5)
DISOROT: GOR Desnan Sendawar tampak megah dan berstandar nasional, tapi pembangunannya dinilai tidak memuaskan. DEESELHA/KABARKUBAR.COM

Bupati mengaku sangat kecewa dengan kondisi gedung yang menjadi salah satu sarana olahraga andalan di Kubar itu. Untuk itu, ia meminta instansi berwenang seperti Inspektorat, segera memeriksa proyek tahun jamak (multiyears ) tersebut. “Atap banyak yang bocor dan ada yang mau jatuh. Kalau tidak ada pertandingan ini, kita tidak tau kondisi GOR. AC (pendingin ruangan) belum jalan. Saya tanya sub kontraktornya, alasannya belum dibayar. Pembangunan begini, ya kita yang buat. Saya tanya Dinas PU, pernah nggak cek bangunan ini,” ujar Yapan yang terus mendapat riuh tepuk tangan ratusan masyarakat yang hadir.

Seluruh hadirin merasakan panasnya cuaca di dalam gedung dan sebagian penonton sibuk mencari benda yang bisa dijadikan kipas. Keringat pun membasahi badan, sehingga banyak yang mondar-mandir keluar masuk gedung untuk mencari angin atau kesejukan.

Secara khusus bupati menanyakan kehadiran pihak Dinas Pekerjaan Umum Kubar, dan menyindir keras. “Saya minta Dinas PU melapor pada saya. Mana Dinas Pu ? Jika biasanya PU melapor pada bupati, sekarang bupati yang melapor ke PU,” sindir Yapan.



“Siapa tidak mau kerja silahkan keluar. Siapa mau kerja mari bahu membahu. Dari awal saya minta panitia hubungi Dinas PU, dan PU hubungi kontraktor pelaksana. Saya mau jadi bupati karena mau ada inovasi di Kubar. Untuk apa jadi bupati kalau mau buat dosa saja. Saya mau hari ini dan seterusnya, kita bekerja, bekerja, bekerja,” tegas Yapan.

Dikonfirmasi usai pembukaan Kejuaraan Bupati Cup III itu, Ketua DPRD Kubar Jackson John Tawi tidak membantah pernyataan bupati. Hanya saja, menurutnya terlambat jika diperdebatkan soal pembangunan gedung itu. Dan tidak perlu lagi memanggil para pihak untuk dimintai keterangan dalam rapat dengar pendapat (hearing) di gedung DPRD Kubar. “Tidak perlu hearing, bangunan sudah diserahterimakan kok,” ujarnya.    #Sonny Lee Hutagalung



Komentar Anda

Komentar

2 KOMENTAR

  1. Min saya ada saran ni bagaimana kalo kabar kubar ini di buat juga dalam bentuk apliksai jadi memudahkan warga kubar mendapatkan informasi dengen mudah dan cepat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here