Upaya Menjadikan Kubar Sebagai Lumbung Pangan Nasional

Seorang petani di Rapak Oros menunjukkan cara kerja salah satu alat mesin pertanian yang memudahkan cara menanam benih padi. IWAN RAIS/KABARKUBAR.COM

LINGGANG BIGUNG – KABARKUBAR.COM

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menyerahkan bantuan sebanyak 28 unit alat mesin pertanian dan ratusan bibit ternak kepada para petani. Bantuan yang diserahkan secara simbolis itu ditujukan kepada kelompok tani di berbagai wilayah. Penyerahan di Areal Persawahan Rapak Oros, Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Selasa 19/11/2019 siang tadi.

Dikatakan Bupati Kutai Barat, FX Yapan, produksi pertanian khususnya padi, harus ditingkatkan. Jika mengacu pada perolehan data statistik tahun 2018, produksi sawah mencapai 5.160,1 ton dan padi ladang 5.656,1 ton.



“Harapan kita bersama, Kubar sebagai kabupaten yang menjadi salah satu penyangga pangan nasional dapat terwujud,” ujarnya dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Kabupaten Kubar, Yacob Tullur, saat Peringatan Hari Pangan Sedunia Ke-39 dan Pembukaan Rumah Potong Hewan, di areal Rapak Oros.

Bupati berharap, bantuan yang diberikan dapat terserap secara maksimal. Sekaligus sebagai booster atau pendorong para anggota poktan untuk lebih giat dan bersemangat menyukseskan ragam kegiatan bercocoktanam maupun peternakan di Kubar.

Oleh karenanya, masyarakat diminta merubah pola pikir. Agar memiliki visi dan misi yang lebih maju ke depan. Bupati yakin, dengan ketersediaan sumberdaya alam yang area lahannya subur, mesti ditingkatkan sumber daya manusia dalam pengolahannya. “Sehingga lahan-lahan yang ada dapat secara optimal digunakan dan menghasilkan,” jelas Yacob Tullur.

Sekretaris Kabupaten Kutai Barat, Yacob Tullur, mendengar penjelasan terkait alat mesin pertanian yang diserahkan kepada kelompok tani, Selasa 19/11/2019 di Areal Persawahan Rapak Oros, Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung.  IWAN RAIS/KABARKUBAR.COM

Bantuan diserahkan antara lain, traktor roda dua tujuh unit untuk tujuh kecamatan, pompa air sembilan unit untuk enam kecamatan, hand tractor roda dua 11 unit untuk tujuh kecamatan, dan traktor roda empat satu unit untuk satu kecamatan. Ada juga bantuan bibit ternak sebanyak 49 sapi untuk empat kampung, 88 babi pedaging untuk 10 poktan, dan 128 babi lokal untuk Gabungan poktan Geleo.

Bantuan juga berupa bibit sayuran dan palawija di empat kecamatan. Kemudian peremajaan karet dengan luas 260 hektare untuk satu poktan, peremajaan karet seluas 300 hektare untuk satu poktan dan kegiatan pengembangan kakao seluas 20 hektare untuk satu poktan.

“Besar harapan saya bukan hanya kelompok tani saja yang bergerak, tapi Hari Pangan Sedunia ini dapat menjadi acuan evaluasi kita bersama. Untuk memajukan sektor pangan demi Hari Esok Yang Lebih Baik Dari Hari Ini,” pungkas Yacob Tullur.

Perwakilan Kelompok Tani menerima bantuan alat mesin pertanian, bibit ternak dan sayuran dari Pemerintah Kabupaten Kutai Barat yang diwakili Sekretaris Kabupaten, Yacob Tullur. IWAN RAIS/KABARKUBAR.COM

Hari Pangan Sedunia tahun ini mengambil tema, Teknologi Industri Pertanian dan Pangan Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045. Dan subtema Kabupaten Kutai Barat ialah Teknologi Industri Pertanian Dan Pangan Menuju Kutai Barat Sebagai Penyangga Pangan Nasional.

Dijelaskan Kepala Dinas Pertanian Kubar, Petrus, peringatan Hari Pangan Sedunia merupakan salah satu upaya untuk semakin mengintensifkan pemberdayaan pangan lokal. Dalam upaya menggerakkan generasi muda dalam membangun pertanian menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia di Kubar.

“Upaya ini hendaknya semakin menyadarkan dan menggerakkan kita, untuk lebih mendayagunakan potensi pangan lokal yang ada untuk mewujudkan Kabupaten Kutai Barat Lumbung Pangan,” katanya di hadapan puluhan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Kubar, perwakilan TNI dan Polri, serta para petani.

Dilaporkannya, sepanjang tahun 2019 telah dilakukan berbagai upaya untuk Ketahanan Pangan melalui sejumlah dinas terkait. Yakni Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, dan Dinas Ketahanan Pangan yang bermuara pada upaya Pemberdayaan Masyarakat. Berbagai program atau kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan teknologi mekanisasi dalam membangun pertanian menuju lumbung pangan dunia.



Diakuinya, masalah dan tantangan yang dihadapi Kubar untuk mencapai status lumbung pangan yang mantap, masih cukup berat. Bagi Kubar, upaya yang harus ditempuh untuk menjadikan Kubar sebagai lumbung pangan, perlu adanya kerja sama dari semua stakeholder yang terkait. Baik dari petani, nelayan maupun pemerintahan.

“Pola konsumsi pangan penduduk masih terdominasi beras, padahal ketergantungan yang berlebihan terhadap satu jenis komoditas sangatlah rawan,” pesan Petrus. #Iwan Rais

Komentar Anda

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here