Sekaligus Promosi Balon di Pilgub Kaltim 2018

Salah satu dari penari Kuda Lumping kesurupan saat atraksi di Sekretariat DPC PDI Kutai Barat, Kamis 17/8/2017. SONER KLEND SABBATH HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK-KABARKUBAR.COM
Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia diperingati dengan kemeriahan di seluruh Tanah Air. Semarak Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia juga tampak di 16 kecamatan di Kabupaten Kutai Barat. Dari upacara bendera, mengikuti perlombaan, atraksi kemampuan, pameran pembangunan, hingga hiburan.

Pengurus DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kubar juga tidak tinggal diam. Sebagai partai politik yang mengaku sebagai rumah bagi rakyat kecil, Kamis 17/8/2017, menghibur masyarakat di Sekretariat DPC PDI Perjuangan, Jalan Sendawar Raya, Barong Tongkok.


Selain menghadirkan artis lokal yang membawakan tembang-tembang populer lewat alunan musik pop dan dangdut, ditampilkan juga kesenian daerah. “Ini adalah partai wong cilik, ya kami upayakan juga menghibur wong cilik dengan hiburan yang ditampilkan dari wong cilik,” kata Herjon Noperi Lone, Wakil Ketua Bidang Organisasi DPC PDI Perjuangan Kubar.

 

“Tidak hanya untuk memperingati Kemerdekaan Indonesia, acara ini juga promosi figur yang akan maju di Pilgub (Pemilihan Gubernur Kaltim) dari PDI Perjuangan. Salah satunya Pak Awang Ferdian Hidayat,” imbuh Herjon.

Ditambahkan Puncan Karna, Politisi Banteng Gemuk yang saat ini duduk sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kubar, hiburan dipersembahkan untuk rakyat. Sebagai salah satu upaya partai mengisi kemerdekaan. “Kita harus merayakan kemerdekaan ini dengan rasa gembira, tanpa melupakan bagaimana perjuangan para pahlawan merebut Tanah Air ini dengan darah dan nyawa,” ujarnya.

Ratusan masyarakat antuisias menyaksikan atraksi Kuda Lumping atau Jaranan oleh Sanggar Seni Manggolo Muda dari Kampung Bangun Sari Kecamatan Linggang Bigung. SONER KLEND SABBATH HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Pertama ditampilkan adalah Kesenian Kuda Lumping atau Jaranan yang dibawakan Grup Kesenian Manggolo Mudo dari Kampung Bangun Sari, Kecamatan Linggang Bigung. Lima penari pria dan 6 penari wanita yang berkostum layaknya pria, mempertunjukkan atraksi menarik.

Tidak diduga, saat musik gamelan dan gendang ditabuh, suasana tiba-tiba berubah menegangkan. Enam orang di lokasi kesurupan. Tiga orang adalah penari kuda lumping,  dan 3 lagi kru dari grup kesenian tersebut.  “Saya sudah tahu kalau kuda lumping pasti ada yang kesurupan, tapi tetap saja saya kaget dan jadi tegang juga,” celetuk Emilia, salah seorang pengunjung dari Kecamatan Melak.

Reog Ponorogo menjadi pertunjukan berikutnya setelah diselingi alunan musik moderen dengan lagu-lagu yang dibawakan para artis lokal. Seni asli dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur yang dipimpin Mulyono itu juga tidak kalah menegangkan saat beraksi. “Kami senang jika melihat rakyat kecil senang. Partai wong cilik itu yang berjuang untuk wong cilik. Ini juga perjuangan kami, lewat sumbangan pengurus partai, agar bisa menghibur wong cilik,” ungkap Hilarion, salah satu Wakil Ketua di DPC PDI Perjuangan Kubar yang juga Anggota DPRD Kubar sejak tahun 2009 hingga sekarang.

Walaupun sempat diguyur hujan, para pengunjung tetap setia menyaksikan pertunjukan. Ada yang sambil berteduh menunggu hujan reda. Acara ini banyak menarik perhatian pengguna jalan, banyak yang berhenti untuk menonton aksi Kuda Lumping dan Reog. “Kami kedatangan saudara dari Samarinda, dan ikut memeriahkan HUT RI di sini,” ungkap Mulyono, Pimpinan Sanggar Seni Manggolo Mudo.

Penulis: Soner Klend Sabbath Hutagalung
Editor: Sonny Lee Hutagalung


Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here