Telah Diperjuangkan Sejak Tahun 1980

Sampah yang berserakan di halaman depan dan samping Kantor Bupati Kutai Barat yang tersisa dari acara Pembukaan Festival Adat Dahau yang dilaksanakan dalam rangka merayakan HUT Ke-7 Kabupaten Kutai Barat pada Minggu, 5 November 2006. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Mengawali acara pembukaan Festival Adat Dahau, Ketua DPRD Kubar FX Yapan membacakan sejarah singkat berdirinya Kabupaten Kutai Barat. Yang sebenarnya telah lama masuk dalam catatan pemerintahan Indonesia. Dengan berdirinya Kewedanaan Sendawar di Barong Tongkok pada 5 November 1952.

Kemudian pada tahun 1964, berdirilah Penghubung Bupati dari Tenggarong, ibukota Kabupaten Kutai. Harapan masyarakat untuk membentuk suatu kabupaten baru yang terpisah dari Kabupaten Kutai, mendapat kendala bersamaan dengan pecahnya Gerakan 30 September atau G30/PKI tahun 1965.

Setelah enam periode pergantian Kepala Kampung atau Petinggi Barong Tongkok, barulah wacana pembentukan kabupaten baru terlaksana. Yakni dari Doi, Daman, Yohanes Kenton, Petrus Ding, NE Abidin T dan kembali Yohanes Kenton, Tahun 1980, Petinggi Barong Tongkok Petrus Ding mengupayakan untuk menyediakan lahan bersama masyarakat sebagai lahan perkantoran seluas 100 hektare.

Dua dari tujuh penerjun membawa bendera logo Kabupaten Kutai Barat dan Hari Jadi Kubar ke-7. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Pada tahun 1990, saat NE Bidin T menjabat Petinggi Barong Tongkok, disediakan lahan di daerah Belintut (eks lapangan terbang yang dibangun Belanda) seluas 90 hektare. Lahan tersebut diserahkan kepada Badan Pembentukan Kabupaten dengan Berita Acara Nomor: 100/183/Pem/12/1990.

Antusias masyarakat untuk segera membentuk kabupaten baru semakin menguat setelah pasca reformasi pada tahun 1998. Dibentuklah sebuah tim yang disebut dengan Panitia Perencanaan Ibukota Kabupaten untuk menentukan nama kabupaten dan letak ibukotanya. Akhirnya, setelah sekian lama, disepakati untuk memberi nama. Yang semula Kabupaten Sendawar menjadi Kabupaten Kutai Barat yang diberikan oleh kabupaten Induk (Kutai).

Ini menunjukkan arah mata angin, di mana kabupaten baru ini terletak. Sedangkan nama Sendawar merupakan nama sebuah kerajaan yang pernah ada di daerah pedalaman Hulu Sungai Mahakam. Terletak di Kampung Sentawar, Kecamatan Barong Tongkok.



Undang Undang Nomor 47 Tahun 1999 disahkan pada tanggal 4 Oktober 1999. Yang mengatur tentang pembentukan kabupaten pemekaran. Maka Kutai Barat berdiri bersama dengan pembentukan kabupaten pemekaran lainnya.

Pada Tanggal 12 Oktober 1999, dilantiklah Ir Rama Alexander Asia sebagai Bupati Kutai Barat pertama di Jakarta oleh Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah. Selanjutnya tanggal 5 November 1999, Kutai Barat diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Timur H Suwarna Abdul Fatah. Sekaligus melantik aparatur pemerintahan setingkat eselon II dan III di Sendawar.

Dengan berbagai upaya, akhirnya dapat pula dibentuk Lembaga Legislatif yang dibentuk pada tanggal 15 Desember 2000. Lebih lanjut, DPRD Kubar memilih unsur pimpinannya dengan Drs Y Juan Jenau MBA sebagai Ketua DPRD pertama. Secara demokratis, terpilihlah Ir Rama Alexander Asia dan Ismael Thomas SmHk sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kubar yang pertama. Melalui pemilihan yang diadakan DPRD Kubar di Barong Tongkok pada tanggal 19 April 2001.

Wakil Gubernur Kaltim, Yurnalis Ngayoh beserta istri dan Wakil Walikota Samarinda, Syaharie Jaang, juga ikut menghadiri perayaan HUT Kabupaten Kutai Barat ketujuh tahun. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Lahan perkantoran akhirnya ditetapkan di daerah lahan pertanian milik pemerintah provinsi di Kampung Barong Tongkok. Di atas lahan seluas 35 hektare yang diserahkan melalui Kepala Dinas Pertanian Kubar, Ir Syachruni dan Kepala Dinas Pertanian Kaltim, Ir H Sofyan Alex.

Berhasil dihimpun dari masyarakat setempat tambahan tanah seluas 100 hektare untuk memperluas kompleks perkantoran. Yang akan dibangun gedung kantor bupati, DPRD, balai pertemuan dan bangunan umum lainnya. Lahan tersebut dibagi dua, yaitu 84 hektare untuk hutan kota dan 51 hektare untuk bangunan.

Melalui diskusi tanggal 3 November 2001, disepakati hari jadi Kubar adalah tanggal 5 November yang dikukuhkan dengan Peraturan Daerah Nomor 17 tahun 2002 tanggal 4 November 2002.



Berlakunya Undang Undang Nomor 32 Tahun 2005, khususnya Pasal 56 sampai dengan 109, turut membuat demokrasi di Kubar lebih semarak. Aturan tersebut berisi tentang dasar pemilihan kepala daerah secara langsung, dan tidak lagi oleh lembaga legislatif. Serta berdasarkan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 06 Tahun 2006 tentang Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Maka dilaksanakanlah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kubar, sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada tanggal 20 Februari 2006. Terpilihlah pasangan Ismail Thomas SH dan H Didik Effendi S Sos sebagai Bupati dan Wakil Bupati untuk periode 2006-2011. Mereka mengusung Visi, “Kutai Barat Yang Masyarakatnya Sejahtera, Cerdas, Sehat Dan Produktif Berbasiskan Ekonomi Kerakyatan”. #Sonny Lee Hutagalung

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here