Polisi Ingatkan Tidak Ada Pungli Mengurus IMB

Rapat Penertiban Izin Mendirikan Bangunan, Rabu 8/11/2017 di Ruang Diklat Lantai III Kantor Bupati Kutai Barat, diikuti lintas instansi terkait, termasuk Polres Kubar. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bertekad membenahi tata ruang di wilayah perkotaan, hingga ke kecamatan-kecamatan di pelosok. Terutama yang masuk di kawasan Sendawar, atau Kecamatan Barong Tongkok, Sekolaq Darat dan Melak. Rabu 8/11/2017 pagi tadi, seluruh instansi terkait dikumpulkan untuk mencari jalan terbaik. Agar tata ruang perkotaan teratur lebih baik, dan menambah pendapatan asli daerah dari Izin Mendirikan Bangunan.

Diakui Asisten II Setkab Kubar, Yohanes Kinam, hampir seluruh bangunan di Kubar belum memiliki IMB. Bahkan di kawasan perkotaan, kebanyakan tidak mengantongi  surat resmi itu. “Kendalanya, kurang sosialisasi ke masyarakat. Karena masyarakat banyak yang belum tahu cara mengurus IMB,” ungkapnya dalam Rapat Penerbitan IMB dan Kebersihan Daerah serta Pengecer BBM, di Ruang Diklat Lantai III Kantor Bupati Kubar.

Dalam rapat dengan sekitar 50 peserta itu, terungkap 23 bangunan yang masih bermasalah. Awalnya malah ada 56 yang masih belum mengantongi IMB di kawasan Sendawar. Namun 33 sudah lebih dulu menyelesaikan kewajibannya dan telah mendapat IMB. “Harapan kami supaya dibuat Perda (peraturan daerah) terkait pengaturan bangunan atau IMB,” kata Kepala Kantor Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Atap, Henderman Supanji.

Menurut Henderman, produk hukum yang mengatur IMB termasuk turunannya, kurang relevan saat ini. Sebab ada Peraturan Menteri yang terbaru, memudahkan ketika mengurus IMB. Kendala yang dihadapi pihaknya, terkait lampiran rancangan desain di IMB yang harus menggunakan jasa konsultan, dan menelan biaya lumayan besar. “Biaya tinjauan terpaksa dibebankan ke pemohon IMB, karena kami tidak ada anggaran,” jelasnya.

Rapat Penertiban IMB dipimpin Asisten II Sekretariat Kabupaten Kutai Barat, Yohanes Kinam, diikuti 50 peserta dari lintas instansi. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Soal peraturan terkait IMB, Kepala Bagian Hukum Yosef Stevenson, mengakui telah ada aturannya. Masih menggunakan Perda Nomor 16 tahun 2012, dan Peraturan Bupati Kubar nomor 44 Tahun 2004. “Untuk Perda yang baru masih diajukan ke Bagian Hukum,a” katanya.

“Soal IMB agar dibuat aturan yang jelas, jangan aturan yang sudah ada berubah. Masyarakat masih bisa kita atur. Masalah biaya pembuatan IMB harus jelas dan jangan sampai ada Pungli (pungutan liar),” tegas Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resor Kutai Barat, Kompol Sarman.

“Kami siap untuk menegakkan aturan yang sudah ada. Tim ini harus kompak ketika nanti melakukan penertiban di lapangan,” sahut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kompol Sentot Susanto.

Sementara Camat Sekolaq Darat, Suwila Erfina, menyebut telah melakukan penertiban IMB di wialyah kerjanya. “Keluhan dari masyarakat, seputar masalah biaya pembuatan IMB,” akunya.

Kesimpulan rapat, agar dibuat surat edaran kepada masyarakat tentang rencana penertiban IMB, Pengecer BBM dan hal lainnya. Kemudian dijadwalkan untuk melakukan pengecekan ke lapangan oleh tim. Rapat dihadiri juga Kabag Pembangunan Silvanus Ngampun, Camat Barong Tongkok Yulius Aliansyah dan 5 Koordinator Tim. #Sonny Lee Hutagalung

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here