Tetap Semangat Memotivasi Pelajar Di Kubar Meski Dalam Keterbatasan

Tidak hanya kasih sayang dari murid, para guru juga ingin mendapat perhatian lebih dari pemerintah. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Peringatan Hari Guru Nasional diperingati yang diperingati setiap tanggal 25 November, menjadi momentum tersendiri bagi para guru di Kabupaten Kutai Barat. Melalui Hari Guru Nasional, Tenaga Pengajar diharapkan terus bersemangat dalam mencerdaskan anak bangsa. Meskipun di tengah keterbatasan yang dimiliki untuk terus memotivasi siswa.

“Kita tetap semangat, guna mencapai kualitas sumber daya manusia yang semakin baik bagi peserta didik di Kubar,” ungkap Lusia Ping, Guru Bahasa Inggris di SMP Negeri 2 Sendawar, usai mengikuti Upacara Bendera Peringatan Hari Guru Nasional, Selasa 27/11/2018 di Alun-Alun Itho, Komplek Perkantoran Bupati Kubar.

Pengajar berstatus Pegawai Tidak Tetap yang sudah mengabdi selama enam tahun ini, meminta pemerintah memerhatikan kesejahteraan guru Honorer. Baik yang statusnya Tenaga Kerja Kontrak atau PTT di Kubar. Terlebih honorer yang sudah lama mengabdi di sekolah, dan guru PTT yang sebelumnya disekolahkan Dinas Pendidikan Kubar agar bisa diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil atau Abdi Sipil Negara.

Lusia Ipin, Guru Bahasa Inggris di SMP Negeri 2 Sendawar yang masih berstatus Pegawai Tidak Tetap. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Sebab menurutnya, guru menjadi ujung tombak di tengah masyarakat dalam mencerdaskan anak bangsa. “Karena sayang sekali kalau honorer sudah lama mengabdi. Ssayang sekali jika Guru PTT yang diangkat dari mahasiswa angkatan dinas tidak diperhatikan,” kata Lusia.

Guru berusia 31 tahun ini menambahkan, Pemerintah Daerah juga penting memerhatikan mahasiswa yang sudah dikuliahkan atau status ikatan dinas. Agar begitu lulus kuliah, kembali mengabdi membangun daerah.

Diungkapkan Lusia, berdasarkan pengalamannya sebagai lulusan kuliah ikatan dinas, beberapa rekannya menyampaikan keluhan. Setelah lulus mengikuti sekolah kedinasan, kembali ke daerah, tapi merasa kesejahteraan guru kurang. “Dan tidak ada pengangkatan, maka mereka mencari kesejahteraan di luar profesi guru,” katanya. #Lilis Sari/Advertorial

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here