Wanita Mendominasi Gugatan Cerai

2705_Humas PN Kubar, Andreas Pungky Maradona
Humas Pengadilan Negeri Kutai Barat, Andreas Pungky Maradona

SENDAWAR – Hingga April 2015, angka perceraian yang telah diputus oleh Pengadilan Negeri Kutai Barat telah mencapai delapan perkara untuk tahun ini. Sedangkan di tahun 2014 ‘hanya’ ada 14 kasus perceraian dan tahun 2013 sebanyak delapan kasus. Angka ini menunjukkan peningkatan angka perceraian pasangan suami istri dari tahun ke tahun di Tanaa Purai Ngeriman.

Diungkapkan Humas PN Kubar, Andreas Pungky Maradona, gugatan perceraian ke pengadilan lebih banyak diajukan wanita atau pihak istri. Keretakan rumah tangga terjadi akibat banyak hal yang membuat pasutri memilih untuk bercerai. Ada yang akibat terjadinya tindak kekerasan dalam rumah tangga, serta faktor ekonomi. “Namun lebih menonjol karena faktor perselingkuhan atau adanya pihak ketiga,” ujarnya.

Menanggapinya, Ketua Sholat Alquran dan Sedekah Kubar, H Abdul Kholik, berharap para pasutri memperbanyak waktu belajar ilmu keagamaan. Sehingga dapat menangkal banyaknya godaan di sekitar kita yang bisa mendatangkan dosa. Antara lain dengan mengikuti acara dakwah, sholawat, pengajian dan program-program keagamaan di masjid atau mushola bagi umat Islam. “Insya ALLAH, kita bisa terhindar dari hal-hal negatif yang bisa merusak rumah tangga dan berujung perceraian,” katanya di kantor SAS Kubar, Jalan Pandan Wangi Kelurahan Simpang Raya, Barong Tongkok.

Tanggapan yang sama disampaikan Gembala Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Bukit Sinai, Pendeta Sinambela. Ia menyarankan pasutri lebih sering mengikuti kegiatan gereja bersama-sama dan mengajak seluruh anggota keluarga. Setiap gereja juga memiliki program konseling bagi pasutri untuk mencari solusi mengatasi masalah di rumah tangga. “Setidaknya lebih banyak waktu untuk berdoa, memohon Tuhan campur tangan dan memberi jalan keluar dalam masalah itu,” singkatnya.   #M Imran

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here