Warga Minta Pemerintah Melarang Pencari Ikan Dengan Setrum

Kondisi fasilitas penunjang Danau Kenohan yang sudah rusak, membutuhkan perhatian serius dinas terkait. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

MELAK – KABARKUBAR.COM
danau Kenohan yang terletak di Jalan Pariwisata RT 12 Kelurahan Melak Ilir Kecamatan Melak, membutuhkan uluran tangan pemerintah. Sebab selama ini diakui masyarakat setempat belum mendapat perawatan yang layak sebagai salah satu objek wisata potensial. Selain kondisi danau yang terus tergerus keindahannya, fasilitas penunjang pun perlu diadakan.

“Danau semakin rusak. Mohon agar dapat dibantu, karena ini adalah aset bersama dan juga sumber pendapatan Tani Ikan (Nelayan),” ungkap Ketua RT 12, Zainuddin, Rabu 5/9/2018 di kediaman.



Diakui Zainuddin, ia dan warga setempat sudah sering bergotongroyong membersihkan danau tersebut. Pernah juga pihak dinas melakukan pembersihan danau, namun tidak melapor kepada pihak RT.

Pentingnya perawatan atau pengelolaan Danau Kenohan, kata Zainuddin, perlu mendapat perhatian bersama. Khususnya untuk penambahan jembatan serta rehabilitasi Gazebo  atau pondok singgah. Ia berharap perhatian Dinas Pariwisata, agar setiap tahun turun melihat perkembangan objek wisata di kawasan Melak itu. “Gazebo sudah pada rebah, dan hanya 1 gazebo yang masih berdiri,” imbuh Menet, salah seorang warga RT 12.

Ketua RT 12 Kelurahan Melak Ilir Kecamatan Melak, Zainuddin. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Menet menyebut pekerjaan utama warga RT 12 adalah nelayan danau dan sungai. Itu sebabnya mereka berharap bantuan berupa keramba, bibit ikan dan pakan. “Ada bantuan berupa keramba dan bibit, tetapi tidak ada pakan. Pakan tersebut dikelola sendiri dan ini sama saja membeli sendiri,” ungkapnya.

“Ada orang luar (warga luar) telah memakai setrum untuk mencari ikan di Danau Kenohan. Makanya ikan makin berkurang. Mohon bantuan pemerintah untuk melarangnya, karena jika omongan dari RT tidak dipake (digubris),” pungkas Menet.



RT 12 berpenduduk 380 jiwa yang terdiri dari 180 laki-laki dan 200 perempuan dalam 35 Kepala Keluarga. Zainnuddin mengimbau masyarakat agar turut serta mengulurkan tangan untuk membantu kebersihan di RT 12, termasuk Danau Kenohan. Kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, ia memohon bantuan penerangan berupa alat pembangkit listrik tenaga surya. “Kalau malam seperti hutan disini, sangat gelap dan hanya beberapa saja yang memiliki genset. Dengan ada penerangan, rawan kemalingan akan berkurang,” katanya.

“Kami sudah mengajukan di dalam Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) agar membantu masyarakat dalam Wisata Danau Kenohan dibantu pemerintah. Termasuk sejumlah pembangunan kami usulkan di sekitar lokasi Danau Kenohan,” kata Lurah Melak Ilir, Muhamad Aspian Noor, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya. #Lilis Sari/Advertorial

Komentar Anda

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here