Mook Manaar Bulatn Serahkan Dokumen Laporan Kematian di 16 Kampung

Sekretaris Kampung Jengan, Dewi Ratmi, menyerahkan secara simbolis Dokumen Laporan Kematian dari 16 Kampung di Kecamatan Mook Manaar Bulatn kepada Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kutai Barat, Bahtiar, Senin 20/11/2017. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

MOOK MANAAR BULATN – KABARKUBAR.COM
Pemerintah Kecamatan Mook Manaar Bulatn atau MMB menyerahkan dokumen laporan kematian warga dari 16 kampung di wilayahnya. Dari laporan yang disertai surat keterangan kematian dari Kepala Kampung atau Petinggi masing-masing, jumlahnya mencapai 428. Terbanyak di Kampung Muara Jawaq yang berjumlah 40 warga meninggal atau almarhum.

Diungkapkan Camat MMB, Rusmansyah, data itu didapat Tim Verifikasi dan Validasi Kecamatan yang dipimpin Kepala Seksi Pelayanan Umum, Nasriwal Moenas. Tim mendatangi tiap kampung untuk menindaklanjuti surat Sekretaris Kabupaten Kutai Barat Nomor: 800/2.719/DKC-TU.P/VIII/2017 tanggal 21 Agustus 2017. Perihal Penyampaian Data Penduduk Yang Belum Melakukan Perekaman KTP Elektronik.

Dari lampiran surat tersebut, terdapat 1.306 warga yang belum melakukan perekaman, dan diminta untuk diverifikasi. “Susah payah Kasi Pelum yang turun langsung ke tiap kampung. Agar tidak ada lagi masyarakat kesulitan rekam KTP-el. Hasilnya muncul 428 warga yang sudah meninggal,” ujar Rusmansyah, sebelum menyerahkan dokumen dimaksud kepada Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kubar, Bahtiar, Senin 20/11/2017.

Ia menjelaskan, hasil ‘jemput bola’ ke kampung-kampung, lebih dari 500 warga juga telah melakukan perekaman dari 1.306 yang belum. Sebagian karena masih memegang KTP Nasional, dan sebagian lagi telah berusia 17 tahun. Ada juga belum 17 tahun, tapi sudah berkeluarga atau menikah.

Para Petinggi dan Sekretaris Kampung di Kecamatan Mook Manaar Bulatn, mendengarkan arahan dari Kadis Dukcapil Kubar Bahtiar dan Camat Mook Manaar Bulatn, Rusmansyah. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

“Masih sekitar 300 lebih dari data itu yang sebagian ternyata telah pindah domisili tapi tidak melapor. Dan ada yang memang belum memiliki NIK (Nomor Induk Kependudukan),” papar Rusmansyah, di hadapan para Petinggi dan Juru Tulis atau Sekretaris Kampung, di Aula Kantor Kecamatan MMB, Jalan Mangku Aji, Kampung Gunung Rampah.

Rusmansyah mengaku tidak banyak kendala dihadapi saat mendatangi warga ke kampung-kampung untuk melakukan perekaman. Demi melaksanakan tanggung jawab atas tugas yang diberikan Pemkab Kubar, dengan baik dan benar. “Terima kasih pada Petinggi dan aparaturnya yang merespon baik soal kependudukan. Sudah bekerja keras untuk mencapai tujuan kita bersama,” tegasnya.

“Pekerjaan belum bisa 100 persen kami laksanakan. Tapi sudah bekerja keras, dan sudah serahkan hasilnya ke Bapak Jannes (Kepala Kantor Arsip Kubar, Jannes Hutajulu),” imbuh Nasriwal Moenas.

Para Petinggi, Juru Tulis Kampung dan Pemerintah Kecamatan Mook Manaar Bulatn, siap bekerja keras melaksanakan tugas terkait kependudukan. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Kadis Dukcapil mengakui dokumen yang diserahkan secara oleh oleh Juru Tulis Kampung Jengan, Dewi Ratmi, merupakan kali pertama terjadi di Kubar. Sebab, laporan kematian tersebut, berisi data lengkap 428 almarhum dari 16 kampung. “Ini baru pernah ada, kecamatan menyerahkan data kematian secara lengkap dari tiap kampung,” ungkap Bahtiar, yang datang bersama Kepala Bidang Dukcapil, Ayanlia, serta Yosep Suparno (Kasi Kematian dan Kewarganegaraan) juga Edison Suanto (Kasi Perkawinan dan Perceraian).

Bahtiar memaparkan, aturan tentang administrasi kependudukan mengalami perubahan mendasar dari stelsil pasif ke aktif. Aparatur pemerintahan di kampung hingga dinas harus aktif memberi arahan atau petunjuk kepada masyarakat. Jika ada warga yang meninggal, RT diwajibkan menginformasikan ke Petinggi. Dan Petinggi meneruskan ke camat, kemudian camat melaporkan ke dinas.

“Petinggi harus buat surat keterangan kematian. Dinas akan membuat akta kematian, sehingga tidak lagi ada data yang rancu. Secara sistem akan terhapus jika ada akta kematian, dan tidak akan muncul lagi saat Pilkada,” tegas Bahtiar. #Sonny Lee Hutagalung

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here