Warga Jengan Danum dan Muara Nyahing

Warga Kampung Sekolaq Darat dan para pengendara yang melintas berkerumun di lokasi kejadian, 15 meter dari tikungan, tepatnya di RT 7 Kampung Sekolaq Darat, Kecamatan Sekolaq Darat. EKILOVIS/KABARKUBAR.COM

SEKOLAQ DARAT – KABARKUBAR.COM
Dua pemuda kritis akibat mengalami kecelakaan tunggal. Keduanya berboncengan sepeda motor Honda Supra GTR 150 warna hitam bernomor polisi KT 5724 XP. Mereka terjatuh usai menabrak tiang telepon di tepi jalan poros Kecamatan Sekolaq Darat pada Minggu, 2 Agustus 2020 malam.

Dua menit setelah kejadian, seorang pemuda mengaku bernama Yaya, menyebut dua pemuda adalah keluarganya. “Ini adik saya, namanya Erwin dan yang satu lagi keponakan, namanya Edo,” ungkapnya kepada KabarKubar yang berada di tempat kejadian perkara.



Yaya mengungkapkan, ia dan adiknya adalah warga Kampung Jengan Danum di Kecamatan Damai. Sedangkan keponakannya berasal dari Kampung Muara Nyahing, Kecamatan Damai. “Saya tidak tahu juga, kenapa mereka bisa kecelakaan begini,” katanya.

Menurut keterangan saksi kepada Polisi, kedua pemuda melaju cukup kencang dari arah Sekolaq Joleq. Tiba di tikungan, tepatnya RT 7 Kampung Sekolaq Darat, motor tidak menikung. Dua motor dari arah berlawanan hampir tertabrak.

Motor Honda Supra GTR 150 yang dikendarai kedua korban, masuk ke semak di bawah pohon jambu biji dan berjarak sekitar tiga meter dari tiang listrik yang ditabrak. EKILOVIS/KABARKUBAR.COM

“Saya sampai sawatn (mau copot jantung), karena mereka ndak (tidak) segala nikung. Lurus, mau nabrak saya. Kalau ketabrak, bah mati saya sama anak saya ini,” ungkap Selmi, warga RT 16 Kelurahan Simpang Raya, yang sedang berkendara dan posisi tepat di tikungan tersebut.

“Ibu sama anaknya sepertinya pasti kena tabrak. Saya yang memang sedang pelan karena sambil mengobrol dengan kawan di boncengan, takut kena tabrak. Makanya saya mengerem. Saya lihat langsung motor mereka bablas, lalu menghantam tiang telepon,” kata Sonny Lee Hutagalung, warga Kampung Ongko Asa, Kecamatan Barong Tongkok.

Dijelaskan Sonny, ia langsung mencatat waktu kejadian. Yakni pukul 19.50 Wita. Tidak begitu lama, warga sekitar dan pengendara yang melintas pun ramai berkerumun. “Saya telepon anggota Satlantas Polres Kubar, Bripka Alfonso Surbakti. Sekitar 10 menit kemudian, ada empat personel Satlantas Polres Kubar tiba di lokasi kejadian,” katanya.

Yaya yang mengaku kakak dan paman dari kedua korban, langsung menjaga korban seraya menunggu Polisi datang di lokasi kejadian. EKILOVIS/KABARKUBAR.COM

Kepada Bripka Andi Baso dan Brigpol Bobbi, Sonny mengatakan bahwa salah seorang korban terkapar dan tidak bergerak begitu menabrak tiang telepon. Ia mengenakan celana panjang jeans dengan jaket kain berwarna hijau. Sedangkan korban yang mengenakan jaket warna cokelat dan celana pendek warna hitam, masih siuman.

“Yang satu memang tidak bergerak sama sekali. Posisinya hanya satu meter dari tiang telepon. Tapi yang satu lagi, kami keluarkan dari semak, dan beberapa kali berusaha bangkit, tapi kami minta untuk tetap berbaring. Motornya, masuk semak di bawah pohon jambu biji,” beber Sonny.



Kedua korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Harapan Insan Sendawar yang berjarak sekitar 10 kilometer dari lokasi kejadian.

“Memang disini sering terjadi kecelakaan motor karena babas (bablas). Belum pernah ada korban jiwa. Tapi kalau ini bah, mungkin satu korban sudah meninggal, karena tidak ada gerak sama sekali dari tadi,” kata Mawan, yang rumahnya hanya 10 meter dari lokasi kejadian. #Ekilovis

Komentar Anda

Komentar

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here