Arya Artha : “Hilangkan Phobia, Timbulkan Rasa Cinta Terhadap Reptil”

Komunitas Reptile Sendawar saat melakukan gathering di ALun-alun Itho, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Minggu 17/9/2017. REYBER BENHOUSER SIMORANGKIR/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK- KABARKUBAR.COM
Memperkenalkan Reptil (Hewan Melata) kepada masyarakat serta berkontribusi aktif bersama Pemerintah dan organisasi lingkungan lainnya dalam melindungi dan menjaga keaneka ragaman hayati khas Kabupaten Kutai Barat, khususnya Reptil. Itulah misi terbentuknya Komunitas Sendawar Reptile.

Dalam rangka menjaga agar reptil khas Kubar khususnya, tidak punah, Komunitas pencinta reptil ini eksis dan konsisten memperkenalkan reptil kepada masyarakat. Salah satu kegiatan yang dilakukan, yakni gathering atau acara kumpul bersama.

Seperti halnya dilakukan Komunitas SR di Alun-alun Itho, Kecamatan barong Tongkok, lokasi tepatnya di samping Kantor Bupati Kubar, Minggu sore 17/9/2017, sekira pukul 16.00 WiTa. Pada kegiatan tersebut, mereka membawa beberapa reptil untuk dipertunjukan sekaligus diperkenalkan kepada masyarakat, khususnya anak-anak. Mulai dari biawak, ular, kura-kura serta iguana sampai kepada Ular Dipong (Blood Phyton atau sering disebut Ular Sayur) dipamerkan oleh Komunitas Sendawar Reptil.

Komunitas SR membawa beberapa reptil untuk dipertunjukan sekaligus diperkenalkan kepada masyarakat, khususnya anak-anak. REYBER BENHOUSER SIMORANGKIR/KABARKUBAR.COM

“Komunitas SR berusaha memberikan manfaat serta edukasi kepada anak-anak khususnya, agar dapat melawan phobia (Ketakutan-red) mereka terhadap Reptil. Kita berharap rasa phobia itu hilang dan berganti menjadi mencintai reptil,” ujar Ketua Komunitas Sendawar Reptile, Arya Artha di Alun-alun Kota, Kubar.

Acara gathering ini rutin mereka lakukan tiap 2 minggu sekali. Pelaksanaannya juga di berbagai tempat di Kubar. Mulai dari sekolah hingga lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat. Bahkan komunitas ini ikut serta dalam Pameran Pembangunan, yang digelar di Lamin yakni 14-22 agustus lalu. Itu merupakan kegiatan yang berada di bawah naungan Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Kubar.

“Komunitas kita juga sekaligus memberikan rekreasi. Pada pameran itu, pengunjung yang datang hampir 3 ribuan orang. Itu merupakan prestasi pengunjung terbanyak, sehingga kami mendapat apresiasi dari Dinas Pariwisata,” terang Arya. Ia menambahkan, lokasi rekreasi di Kubar masih sangat minim dan kegiatan yang mereka lakukan merupakan alternatif mengisi kurangnya rekreasi itu.

Komunitas SR beranggotakan 9 orang, yakni Ketua Arya Artha, Bendahara Alvin Nurkholis serta beranggotakan Pandi Ahmad, Andri Ramadani, Hariyadi Adi, Sofian, Agus, Ryan Pratama dan Efni Sugiarto. REYBER BENHOUSER SIMORANGKIR/KABARKUBAR.COM

Komunitas SR itu sendiri beranggotakan 9 orang, yakni Ketua Arya Artha, Bendahara Alvin Nurkholis serta beranggotakan Pandi Ahmad, Andri Ramadani, Hariyadi Adi, Sofian, Agus, Ryan Pratama dan Efni Sugiarto. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa yang datang ke Alun-alun Itho, silih berganti ingin memegang langsung atau menggendong reptil yang dibawa Komunitas SR.

“Komunitas SR memiliki target pengembangan dan promosi. Dengan harapan reptil khas Kubar, seperti ular Dipong dan kura-kura Emis (Kaki Gajah) tidak terancam punah, akibat dikonsumsi manusia,” sebut Arya. Ia menuturkan, caranya dengan merubah persepsi masyarakat. Yaitu merubah persepsi reptil sebagai hewan konsumsi menjadi pelestarian.

“Agar generasi mendatang bisa melihat reptil seperti itu. Kita selamatkan, agar jangan punah. Sehingga anak cucu kita bisa melihatnya kelak. Tentunya juga, kita akan melestarikan dengan cara mengembang biakkannya. Dengan tujuan, reptil jenis ini menjadi lebih banyak dan khas hutan Kubar,” ungkap Humas Sendawar Reptile, Alvin Nurkholis.

Awal berdirinya Komunitas ini, yakni ketika Arya meng-upload foto iguana dan ular di media sosial facebook juli 2015 lalu. Ternyata, Andri dan Pandi menyaksikannya dan mengungkapkan perihal kesamaan hobi diantara mereka. Begitu juga, sesama pencinta hewan melata di Kubar menunjukkan hobi yang sama. Mei 2017, akhinya sesama pencinta reptil itu bermufakat membentuk Komunitas Sendawar Reptil.

“Untuk saat ini, komunitas kita memiliki sebanyak 25 reptil. Mulai dari biawak, iguana, kura-kura dan ular. Mulai dari yang tidak beracun hingga ular kobra yang memiliki racun cukup berbahaya. Visi SR sendiri yakni membangun silaturahmi kemasyarakatan, dengan mendedikasikan komunitas sebagai wadah edukasi, rekreasi serta kegiatan positif lainnya,” pungkas Alvin. #Reyber Benhouser Simorangkir

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here