Masih Didalami Keterlibatannya dan Akan Dibuka ke Publik

Tim Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan mengamankan kayu-kayu tidak sah di Gudang KLHK, Jalan Teuku Umar, Kota Samarinda. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

JAKARTA – KABARKUBAR.COM

Tim Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (KLHK), mendalami hasil penyelidikan kasus kejahatan bidang kehutanan di Provinsi Kaltim. Pengungkapan disertai penyitaan 1.323 meter kubik sebagai barang bukti di Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kutai Barat itu tidak berhenti pada tujuh pengusaha kayu. Selain Tempat Penumpukan Terdaftar Kayu Olahan (TP-TKO), aktor intelektual di balik usaha jual beli kayu secara tidak sah disebut dalam target.



Menurut salah seorang Tim Gakkum KLHK, kasus pelanggaran hukum di bidang kehutanan itu sudah diserahkan oleh bidang intelijen ke Penyidik Pegawai Negeri Sipil KLHK. Indikasi keterlibatan sejumlah oknum Aparatur Sipil Negara sudah masuk radar tim.

“Kami tidak berhenti pada TP-TKO, tapi mengejar siapa saja yang ikut ‘bermain’. Beberapa nama masuk dalam penyelidikan, yang diduga jadi aktor intelektualnya,” ungkap pria yang sehari-hari bertugas di Balai Penegakan Hukum KLHK Wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Jumat 29/11/2019.

Loket penerimaan laporan atau pengaduan kasus lingkungan hidup dan kehutanan di Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia di Jakarta. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Sesuai informasi masyarakat yang didapat Tim Gakkum KLHK, ada sejumlah nama disebut ikut ‘mencicipi’ uang hasil transaksi kayu ilegal tersebut. Mereka yang diperkirakan terlibat ini, ada berlatarbelakang aparat penegak hukum (APH), dengan porsi keterlibatan berbeda-beda.

“Namanya sudah ada, nanti saatnya akan dibuka ke publik. Saat ini masih ditelusuri sejauh mana keterlibatannya,” jelas­nya kepada KabarKubar, saat ditemui di Gedung Pusat Kehutanan Manggala Wanabakti KLHK, Jalan Gatot Subroto No.2, Senayan, Jakarta.

Diberitakan sebelumnya, 1.315 meter kubik disita dari lima gudang penampungan kayu dan dua truk di Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Dari satu gudang di Kubar juga diamankan enam meter kubik kayu. Barang bukti itu disita oleh Tim Gakkum KLHK usai bergerilya di wilayah Kabupaten Kutai Barat.

Salah satu lokasi yang diduga menjadi penampungan kayu-kayu tanpa dokumen yang sah. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan KLHK, Sustyo Iriono, tindakan Gakkum KLHK tidak sampai disitu saja. Proses hukum sejak 20/11/2019 itu terus berlanjut, dari tahap penyelidikan dan akan diterbitkan surat perintah penyidikan. Lalu akan dilakukan gelar perkara.

“Selanjutnya akan kita amankan para tersangkanya. Sedikitnya enam pengurus (pemilik gudang dan usaha) itu. Bersyukur lagi kalau kasus ini dikembangkan ke para aktor intelektual atau pemodalnya,” katanya dalam Konferensi Pers, Senin 25/11/2019 di Kompleks Balai Pendidikan dan Pelatihan Lingkungan Hidup Dan Kehutanan, Jalan Untung Surapati, K­arang Asam Ulu, Kota Samarinda.

Dijelaskannya, barang bukti kayu olahan jenis Ulin dan Meranti itu berbentuk pacakan dan gergajian. Rinciannya, sebanyak 600 m3 di UD HK, 125 m3 di CV MM, 150 m3 di UD BM, 200 m3 di UD. FQ, dan 100 m3 di CV SER. Kemudian 140 m3 dari muatan enam Truk Mitsubishi Fuso dan satu Truck Colt Diesel. Dari CV AK di kawasan Barong Tongkok, Kubar, disita 6 m3. “Perusahaan-perusahaan tersebut diduga menerima, menampung, mengolah dan memperjualbelikan kayu illegal tanpa disertai dokumen yang sah,” ungkap Sustyo Iriono.

Konferensi Pers, Senin 25/11/2019 di Komplek Balai Pendidikan dan Pelatihan Lingkungan Hidup Dan Kehutanan, Jalan Untung Surapati, Karang Asam Ulu, Kota Samarinda. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Lebih lanjut Sustyo Iriono mengatakan, operasi yang dilaksanakan Gakkum KemenLHK dalam upaya untuk penyelamatan sumber daya alam. Khususnya hutan kayu di Provinsi Kalimantan Timur. Operasi peredaran hasil hutan illegal ini, merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat terhadap adanya peredaran hasil hutan kayu ilegal secara masif dari Kubar. Yang hanya dilengkapi dengan Nota Angkutan Kayu.

Direktur Jenderal Gakkum KLHK, Rasio Ridho Sani mengatakan, guna mengantisipasi kejahatan seperti ini, mereka terus mempelajari pola kejahatannya. Terutama illegal logging dan peredaran kayu ilegal pada sejumlah tempat di Papua, Maluku, Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera.



Diakuinya, para pelaku kejahatan selalu mencoba berbagai cara untuk mencari keuntungan finansial dari kejahatan perusakan SDA hutan. “Kita tidak boleh kalah cepat dengan pelaku kejahatan,” tegasnya. #Sonny Lee Hutagalung

Komentar Anda

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here